Tips Hidup Sehat Saat Usia Menopause ala Dokter Tan

Ada apa dengan menopause? Pertanyaan ini menjadi sebuah pertanyaan yang penting, apalagi untuk ibu yang saat ini sudah masuk fase menopause. Banyak hal yang membuat rasa penasaran tentang kesehatan apalagi tentang menopause. Sebagai seorang anak, maka mencari informasi tentang menopause menjadi hal yang sangat penting. Dari berbagai informasi, Saya mendapatkan informasi tentang tips hidup sehat saat usia menopause ala Dokter Tan Shot Yen, semoga bermanfaat untuk Saya dan Anda sekalian.

tips-hidup-sehat-saat-usia-menopause-ala-dokter-tan
Gambar ilustrasi

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa harus membahas menopause? Tentu saja bukan karena perubahannya, namun menopause ini sering dikaitkan dengan banyaknya gejala yang membuat banyak perempuan tidak nyaman dan meningkatkan risiko penyakit tertentu.

Menopause adalah Masa Berakhirnya Siklus Menstruasi

Sebagai seorang lelaki, yang nantinya akan menjadi seorang suami atau saat ini sudah menjadi suami, tentunya memahami tentang menopause menjadi hal yang sangat penting. Menopause itu sendiri merupakan berakhirnya masa siklus menstruasi yang terjadi saat seorang wanita memasuki usia 45 sampai 55 tahun. Dan bisa dikatakan menopause saat seorang wanita sudah tidak lagi mengalami menstruasi selama 12 bulan secara berturut-turut.

Baca juga: Tips Mencegah Osteoporosis.

Tentunya banyak hal yang harus diketahui yang tidak hanya dengan ditandainya menopause seperti berhentinya menopause. Yang menjadi indikator dari seorang wanita yang mengalami menopause adalah terjadinya banyak perubahan, seperti terjadinya perubahan penampilan fisik, kondisi psikologis dan hasrat seksual, dan juga wanita yang sudah menopause tidak bisa hamil lagi.

Menopause dan Kiat Hidup Sehat Menurut dokter Tan Shot Yen

Berbicara tentang perubahan gaya hidup, apalagi saat tibanya masa menopause, banyak hal yang harus diperhatikan. Banyak informasi yang bisa Anda dapatkan di berbagai media tentang menopause dan tips hidup sehatnya, namun kali akan disampaikan cara hidup sehat menurut dr Tan, yang pernah disampaikan dalam rubrik kesehatan yang diasuh oleh dokter Tan dalam Tabloid Nyata.

Sama halnya dengan yang ditanyakan seorang perempuan berumur 58 tahun, dengan tinggi badan 155 cm dan memiliki berat bada 46 kg, dan juga masih melakukan berbagai aktivitas olahraga, seperti berenang, pilates dan juga sesekali jogging. Terdapat beberapa pertanyaan yang disampaikan, antara lain:

  1. Samakah glutamin dan glutation?
  2. Apakah glutamin terdapat dałam sayuran mentah? Mengingat tidak semua orang suka  akan daging atau ikan mentah?
  3. Saat menopause, dengan tetap mengikuti pola makan sehat secara berimbang, apakah hormon pertumbuhan bisa muncul?
  4. Saat ini ibu tersebut disarankan untuk menurunkan trigliserida, kemudian bagaimana caranya menaikkan HDL supaya rasionya menjadi 2 atau 1?
  5. Bagaimana dengan konsumsi biji-bijian, seperti kwaci, almond, sunflower seed?
  6. Apakah benar mengonsumsi udang atau cumi dengan cara dipepes atau dimasak tom yam kong tidak akan menaikkan kolesterol?
  7. Apakah mengonsumsi cabai bisa menyebabkan inflamasi? Karena kalau makan cabai tenggorokan dan telinga menjadi sakit.

Baca juga: Tips Mengatasi Hipertensi dan Rematik.

Dari berbagai pertanyaan tersebut, berikut akan dibahas satu per satu oleh dokter Tan Shot Yen, antara lain:

1. Pembahasan tentang glutamin dan glutation.

Glutamin bukan glutation, bukan pula asam glutamat, bukan pula MSG (Mono Sodium Glutamat), apalagi gluten! Glutation adalah produk hati (liver) yang melakukan proses detoksifikasi (penawar racun yang masuk dalam tubuh atau yang diproduksi tubuh sendiri). 

Glutation dibentuk dari tiga asam amino, yaitu glutamat, sistein dan glisin. Sedangkan glutamin itu sendiri adalah ‘Non Essential Amino Acid’ (asam amino yang tidak esensial menurut penggolongannya) tapi sangat penting bagi tubuh.

Glutamin dapat dibuat oleh tubuh. Namun (dalam kondisi tertentu seperti stres, demam, sakit, menjalani kemoterapi, tubuh tidak mampu memproduksi sebanyak kebutuhannya. Glutamin ini ibarat ‘shuttle bus’ (kendaraan ulang alik) yang bertugas mendistribusikan nitrogen untuk digunakan sel tubuh. Tidak seperti kebanyakan asam amino Iain yang hanya terdiri dari 1 atom Nitrogen. 

Glulamin tersusun oleh 2 atom Nitrogen. Mengapa bisa? Karena liver membuang  kelebihan nitrogen tubuh (dalam bentuk amonia) melalui dua cara, yaitu:

  • Membentuk urea yang dikeluarkan sebagai air kencing, atau.
  • Atom nitrogen tersebut menempel pada asam amino glutamat (yang sudah punya 1 atom Nitrogen sendiri) sehingga terbentuklah glutamin.

Ilmuwan Jepang menemukan, pemberian glutamin sangat memuaskan terhadap kasus tukak Iambung, diare, berbagai peradangan, efek samping kemoterapi pada kanker dan segala sesuatu pengaruh luar yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh.

Sejak tahun 1950. Dr Harry Eagle dari National Institute of Health di Amerika Serikat menunjukkan bahwa untuk membiakkan kultur sel pada cawan petri glutamin sangat diperlukan. No glutamin, no growth.

Glutamin juga sangat berpengaruh pada kinerja otak sebagai asam amino bebas yang banyak terdapat dalam cairan serebnospinal (yang melingkupi otak dan sepanjang kolom sumsum tulang belakang) yang berfungsi sebagai pemicu terbentuknya neurotransmitter (penghantar sinyal saraf). 

2. Sumber glutamin.

Sumber glutamin hanya produk mentah dari otot (daging, termasuk ikan dan dan telur. Glutamin rusak dengan proses pemanasan (terdenaturasi/menjadi tidak aktif lagi).

Dokter Tan sendiri tidak pernah menganjurkan untuk mengonsumsi produk mentah yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Namun Restoran Jepang dan Korea yang telah memiliki lisensi menyajikan berbagai menu Sashimi (hidangan laut mentah) dan Yukee (daging sapi cincang khusus yang mentah dan memang dimakan, diaduk bersama telur mentah) sebagai menu tradisional mereka.

Menurut dokter Tan, tubuh kita mampu memproduksi glutamin, asal dalam kondisi sehat.

3. Hormon pertumbuhan saat menopause

Hormon pertumbuhan sering disalahkaprahkan menjadi hormon yang hanya diproduksi pada saat tumbuh kembang. Padahal, sepanjang hayat kita masih bisa menghasilkannya.

Mengapa? Karena badan kita pun perlu melakukan “oto-reparasi”,yaitu  suatu mekanisme alamiah makhluk hidup untuk memperbaiki jaringan yang rusak, yang aus, dimakan usia, dan lain-lain.

Aerobic bukan hanya urusan pembakaran lemak atau melangsingkan, tapi setiap gerak tubuh yang menggunakan oksigen (karena itu disebut Aerobic!) yang akan memicu hormon pertumbuhan tersebut yang dibantu oleh pola makan sehat seimbang, sebagai penyedia bahan baku hormon tersebut.

Yang sering terlewat (atau bahkan tidak pernah dibahas) karena ketidaktahuan (?) atau karena tidak memberi untung perusahaan makanan atau obat, yaitu gerak aerobic dapat meningkatkan fungsi otak secara keseluruhan melalui aktivasi Brain Derived Neurotrophic Factor (BDNF) untuk memperbaiki dan mencetuskan perkembangan sel-sel saraf yang baru di otak!

Berbarengan otot memerlukan asam amino dari makanan kaya protein, sel-sel saraf di otak membutuhkan DHA (bagian dari Omega 3) yang bekerja sama dengan BDNF untuk performa saraf dan fungsi otak yang prima! 

Menopause bukan kondisi sakit atau “membutuhkan terapi”. Bukan pula penyebab perempuan mudah terkena keropos tulang, kolesterol tinggi dan serangan jantung! Hormon perempuan (estrogen) bukan satu-satunya yang menjaga kita tidak keropos. Begitu banyak perempuan yang masih menstruasi dan dalam usia produktif (30-an) tetap berkolesterol tinggi

Menopause menurut dr Tan Shot Yen adalah periode “The GLORY of Women at their wise age” bila dengan wisdom yang sama kita tercerahkan: Keropos tulang bisa dicegah dengan sayur hijau segar yang cukup banyak (bukan tetap ngemil martabak atau minum kopi susu). Menurunkan berat badan yang berlebih, karena berat berlebih memberi beban bagi seluruh tubuh termasuk kerja jantung dan susunan tulang belulang (tidak heran ada keluhan lutut nyeri, ‘saraf pinggang kejepit’) yang tidak akan bisa terselesaikan dengan cara apa pun (sampai uang habis terkuras!) selama problem utamanya tidak terselesaikan, yaitu masalah berat badan.

Kolesterol tinggi tidak perlu terjadi karena di usia bijaksana kita tidak lagi emosional, mampu melihat masalah dari kacamata yang lebih cerah setelah mempunyai begitu banyak pengalaman hidup, tidak memaksakan kehendak, tidak lagi perlu menjadi seorang ‘controller’ karena anak-anak sudah mampu menghadapi kehidupannya masing-masing. Seorang ibu bijak akan memberikan kepercayaan dan ruang bagi anak-anaknya untuk menjadikan mereka suatu hari sama bijaknya seperti Ibu.

4. Saat ini ibu tersebut disarankan untuk menurunkan trigliserid, kemudian bagaimana caranya menaikkan HDL supaya rasionya menjadi 2 atau 1?

Pertanyaan nomor 4 ini bisa dengan mudah dijawab: Karena Ibu tidak perlu duduk di balik meja kantor, Ibu dapat berenang 2 sampai 3 kali seminggu atau ke pasar tradisional pagi-pagi sambil berjalan kaki. Sama sekali buang minyak goreng apa pun. Termasuk buang menu tumis menumis. Gantinya? 1 sendok makan extra virgin olive oil di atas salad sayur dan buah. Jangan lupa cek laboratorium bulan depan. 

5. Bagaimana dengan konsumsi biji-bijian, seperti kwaci, almond, sunflower seed?

Semua yang Ibu sebutkan adalah kacang-kacangan atau biji yang cukup baik, tetapi perhatikan porsinya: Tidak lebih dari segenggam rapat per hari. Menurut dokter Tan, yang harus dicermati adalah kacang-kacangan sebagai sumber Omega 6. Omega 6 bukan lagi nutrisi ‘baik’ yang perlu dikonsumsi pada abad ini. Kepincangan rasio Omega 3: Omega 6 (saat ini 1:21) justru menyebabkan tubuh membentuk hormon eicosanoids yang buruk (Pro peradangan) dari bahan baku Omega 6 tersebut. Karena itu tidak mengherankan apabila kacang mendapat tudingan penyebab nyeri sendi, (jadi, bukan masalah asam urat!).

Yang diperhatikan adalah tubuh lbu lebih welcome terhadap air putih segar yang cukup banyak, yaitu 2 sampai 2 ½ liter per hari (disarankan untuk porsi minum banyak sebelum maghrib. karena kita akan tersiksa pada waktu tidur harus pipis berkali-kali!)

6. Apakah benar mengonsumsi udang atau cumi dengan cara dipepes atau dimasak tom yam kong tidak akan menaikkan kolesterol?

Jawaban pertanyaan ini adalah “Benar sekali!” yang bikin kolesterol berjingkrak-jingkrak naik karena teman makan pepes dan tom yam itulah. Siapa lagi, kalau bukan naşi? Beras adalah karbohidrat buruk yang cepat sekali dicerna menjadi gula. Setiap gula naik kurang dari 2 jam, insulin terpicu untuk menyelamatkan kita agar gula darah tetap ‘stabil’. Tekan gulanya, terus simpan jadi lemak! Apalagi dengan semakin bertambahnya usia, kepekaan insulin terhadap kenaikan gula semakin diragukan. Gula tinggi dalam aliran darah menciptakan radikal bebas dan selanjutnya menyebabkan kolesterol buruk (LDL) teroksidasi,menimbulkan plak endapan pada dinding pembuluh darah. Awal dari semua penyakit selanjutnya, darah tinggi, penyempitan pembuluh darah koroner jantung, stroke, dan kawan-kawan.

7. Apakah mengonsumsi cabai bisa menyebabkan inflamasi? Karena kalau makan cabai tenggorokan dan telinga menjadi sakit.

Cabai menyebabkan inflamasi? Rasanya maşuk akal sekali. Apalagi tenggorokan bagi mereka yang sangat peka. Sangat maşuk akal telinga pun kena dampaknya, karena THT (Telinga-Hidung-Tenggorok) adalah kerabat seperjalanan.

Semoga informasi kesehatan dengan judul “tips hidup sehat saat usia menopause ala Dokter Tan Shot Yen” ini bermanfaat dan bisa menjadi referensi untuk Anda.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Tips Hidup Sehat Saat Usia Menopause ala Dokter Tan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel