Sate Ayam Lisidu, Sate Khas Ponorogo di Surabaya

Kuliner memang masih menjadi bahasan menarik untuk dibahas, begitu pula di Kota Surabaya. Sebagai kota metropolitan ke dua di Indonesia, otomatis Surabaya menjadi tempat pertemuan berbagai budaya, yang menjadikan Surabaya kaya akan ragam kuliner dari berbagai daerah di Indoensia, salah satunya ragam kuliner khas Ponorogo. Semenjak tinggal dan menetap di Kota Surabaya sejak tahun 2004, kami hanya sering menikmati sate ayam yang berbeda dengan sate ayam yang biasa dinikmati di Kota Surabaya. Ternyata dugaan tersebut benar sate ayam Lisidu, sate khas Ponorogo di Surabaya ini memang memiliki ciri khas tersendiri berbeda dengan jenis sate lainnya yang biasa dijual di berbagai resto di Surabaya.

Sate Ayam Lisidu, Sate Khas Ponorogo di Surabaya
Sate ayam Lisidu (Sumber gambar: lisidu.id)

Lokasi pekerjaan yang sering melewati restoran ini (di Jalan Barata Jaya) memang sedikit banyak mempengaruhi rasa ingin tahu kami tentang jenis sate ayam yang dijual di restoran tersebut. Seperti saat ini kami lebih sering memesan sendiri lewat fasilitas delivery order melalui ojol (ojek online), apalagi saat ini masih pandemi Covid-19 yang membuat kami lebih sering memesan sate ayam Lisidu dan berbagai jenis kuliner lainnya melalui layanan delivery.

Sate Ayam Bumbu Kacang Lisidu 

Jaman semakin berkembang apalagi teknologi yang membuat semua bisa mendapatkan kemudahan, entah dari sisi layanan atau bahkan cara untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Berbeda sekarang berbeda jaman dahulu, sengaja ingin mengenang beberapa tahun lalu, saat pertama kali melihat bentuk bangunan Restoran Sate Ayam di daerah Barata Jaya ini. Sekilas ada rasa penasaran yang sering ada di benak saya, bagaimana hanya sekelas sate ayam memiliki gedung restoran yang bagus dan bentuknya yang sangat menarik.

Di Barata Jaya, restoran yang memiliki lokasi di pusat kota Surabaya ini memang menyediakan dua ruangan tempat makan yang terpisah, yaitu antara ruangan ber-AC yang penuh dengan koleksi lukisan dan ruangan lain yang bisa ditempati untuk Anda yang perokok atau smooking area. 

Baca juga: Top 10 Kuliner Ponorogo.

Yang menarik, untuk logo, tampil dengan logo yang berbeda, kalau Anda menanyakan siapakah orang yang ada di logo sate ayam Lisidu tersebut? Maka logo tersebut adalah karakter Bapak Lisidu selaku pemilik dan pendiri rumah makan “LISIDU” yang sangat menyukai baju dengan warna hitam, dengan ciri khas rambut panjang yang selalu terikat dibelakanng. Bahkan gambar bunga dengan tangkai kelopak tersebut mewakili tiga anak Bapak Lisidu. Untuk logo yang didominasi warna merah dengan warna putih mewakili Bendera Indonesia.

Sate ayam Lisidu ini mulai dijajakan sejak tahun 1997, dan nama Lisidu ini juga berawal dan nomor plat Kijang Rover silver tahun 1997 milik Bapak Istianto atau Bapak Lisidu yaitu dari plat nomor L 1551 DU.

Visi dan misi Bapak Lisidu adalah berusaha mengangkat citra makanan tradisional dan berusaha menyamakan derajat kuliner sate dengan makanan manca negara. Dan sejauh ini, Bapak Lisidu telah berhasil melakukan hal tersebut. Apalagi dengan simbol sebuah caplokan reog  yaitu kepala harimau yang menandakan bahwa sate ayam Lisidu adalah sate ayam yang berasal dari kota leluhur sang istri yaitu dari Ponorogo.

Sate Ayam Ponorogo Lisidu di Surabaya

Sesuai dengan ciri khasnya yang merupakan sajian sate ayam khas Ponorogo, tentu saja jenis sate ayam yang diusung Bapak Lisidu berbeda dengan sate Madura.  Sate ayam Lisidu sama halnya dengan sate ayam khas Ponorogo memiliki ciri khas dengan rasa dendengnya yang nikmat. Rasa gurih yang dipadukan empuknya daging ayam yang digunakan sebagai sate memang sangat membutuhkan keahlian khusus mulai dari memilih jenis ayam yang pas untuk digunakan sebagai bahan sate ayam, yaitu ayam betina, muda, sehat dan gemuk dengan cara merajang daging, begitu pula dengan cara membakarnya yang menggunakan alat bakar anglo yang unik dan khas dari tanah liat, kemudian dibakar dengan kipas tangan, karena kalau dilakukan asal, sate ayam yang dihasilkan bisa alot atau agak keras dan rasanya menjadi tidak enak.

Hal ini yang menjadikannya menjadi sate ayam cita rasa khas Ponorogo yang memiliki ciri khas dengan daging ayam yang dipotong tidak menyerupai dadu melainkan disayat tipis panjang menyerupai fillet, sehingga selain rasanya menjadi lebih empuk, lemak yang ada pada dagingnya pun bisa disisihkan.

Begitu pula dengan sate ayam Lisidu yang hanya menggunakan bahan asli dari ayam kampung, yang kemudian dirajang dengan ukuran yang besar tanpa menyertakan adanya lemak.  Hal in akan membuat para pecinta kuliner aman khususnya bagi Anda yang sangat peduli pada kesehatan, karena sangat rendah kolesterol sehingga tidak akan takut terkena darah tinggi.

Baca juga: Sate Pak Kumis Nguling Pasuruan.

Selain kenikmatan sate khas Ponorogo, juga ditambah dengan tambahan bumbu kacang yang sangat kental ditambah irisan bawang merah khas sate Ponorogo. Yang menarik adalah daging sate ayam yang telah dibakar tersebut kemudian disajikan terpisah dengan bumbu kacang.

Dalam penyajian, sate Lisidu ini sangat pas bila dinikmati dengan sepiring nasi putih atau dengan lontong. Namun apabila Anda ingin menikmati tanpa lontong, sate ayam Lisidu ini juga nikmat disantap tanpa bumbu atau dijadikan camilan, karena tanpa bumbu kacang, dagingnya tetap terasa gurih dan manis mirip dengan dendeng.

Sajian Lain Selain Sate Ayam

Tentunya selain sate ayam khas Ponorogo, restoran ini juga menyediakan pilihan menu selain sate ayam, terdapat beberapa pilihan menu yang disediakan, seperti sate ampela, sate kulit, sate hati, sate brutu, sate telur muda,  sate paha ayam menjadi sajian unik yang bisa Anda pilih di Sate Ayam Lisidu.

Selain itu, juga tersedia sajian lainnya seperti botok ayam atau disebut juga dengan Garang Asem. Botok ayam ini disajikan dengan bumbu khsusus dengan menggunakan blimbing wuluh dengan rasa asamnya yang segar, hal ini membuat kuah kaldunya menjadi sangat nikmat.

Sate Ayam Lisidu, Sate Khas Ponorogo di Surabaya
Botok ayam (Sumber gambar: lisidu.id)

Untuk mendapatkan kenikmatan sate ayam khas Ponorogo Lisidu ini, Anda bisa mengunjunginya di Jalan Barat Jaya XIX No. 58, Surabaya atau di Jalan Kutai No. 53 Surabaya yang buka mulai pukul 11.00 sampai dengan pukul 22.00.

Semoga sedikit informasi tentang sate ayam Lisidu, sate khas Ponorogo di Surabaya, bisa memberikan referensi dan rekomendasi kepada Anda para pecinta kuliner yang ingin menikmati sajian lezat sate ayam khas Ponorogo di Kota Surabaya.


Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Sate Ayam Lisidu, Sate Khas Ponorogo di Surabaya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel