Tips Menggosok Gigi dengan Benar

Siapa yang menyangka bahwa gigi harus dirawat dengan benar. Kalau dulu merawat gigi yang salah satunya hanya dilakukan dengan sekedarnya, ternyata setelah berulang kali ke dokter gigi karena gigi yang sudah tidak bisa diajak kompromi, baryulah sadar bahwa merawat gigi sama pentingnya dengan merawat anggota tubuh lainnya. Bahkan menurut dokter gigi yang merawat gigi kami tersebut, meskipun sudah puluhan tahun menggosok gigi, ternyata belum tentu cara cara menggosok gigi tersebut dilakukan dengan benar, efektif dan efisisen. Hal inilah yang menginspirasi saya untuk menuliskan tips menggosok gigi dengan benar.

Tips Menggosok Gigi dengan Benar
Foto: chianesedental.com

Selain mengalami sendiri betapa sakitnya sakit gigi yang mengakibatkan gigi harus dicabut, tulisan ini juga terinspirasi dari Muhammad Sulhi yang penah diterbitkan di Tabloid Intisari no. 556. Bahkan survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) yang dilakukan beberapa tahun lalu yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan, juga membuktikan bahwa prevalensi karies gigi di Indonesia mencapai 90,05% dan 77% anak Indonesia giginya berlubang, hal ini menjadi pertanda kurang terawatnya gigi masyarakat.

Cara Menggosok Gigi yang Benar

Dengan melihat fakta yang terjadi tersebut, ternyata aktivitas yang mudah dilakukan dan dilakukan dengan sembarangan bisa menimbulkan dampak yang serius bagi kesehatan gigi dan mulut. Penyebabnya juga banyak, misalnya kebiasaan turun temurun  yang dianggap benar dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut, namun malah berefek sebaliknya.

Baca juga: Gigi Sensitif, Penyebab dan Tips.

Terdapat beberapa cara menggosok gigi yang benar yang bersumber dari konfirmasi kepada drg. Zaura Rini Anggraeni, MDS, antara lain:

1. Melakukan sikat gigi berdasarkan waktunya, sehingga bukan berdasarkan frekuensi, waktu yang tepat untuk menyikat gigi adalah pagi setelah sarapan pagi dan malam sebelum tidur. Kalau ingin ditambahi, maka idealnya sehabis makan, khususnya makan makanan yang manis dan lengket. 

Fakta ini untuk mempertegas dan membetulkan penyataan dan kebiasaan yang kurang tepat yaitu frekuensi menyikat gigi yang ideal adalah dua kali dalam sehari, lebih dari itu tidak efektif.

2. Sikatlah gigi  secara teliti, yaitu cukup dengan menekan dengan ringan, seluruh permukaan disikat dan tidak perlu terburu, dengan durasi kurang lebih dua menit saja.

Hal ini membantah pernyataan yang sering hinggap di masyarakat, yaitu anggapan menyikat gigi secara berlebihan justru bisa merusak gigi. Dua menit adalah waktu yang ideal, bahkan adanya anggapan yang salah yang menyebutkan menyikat gigi lebih dari dua menit bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada mulut.

3. Adanya anggapan yang salah tentang menggosk gigi sehabis bangun tidur tidak memberikan efek apa-apa, keculi rasa segar di mulut.

Hal ini kembali pada point 1 tentang waktu yang tepat dalam menggosok gigi, terlepas dari rasa segar yang muncul setelah menyikat gigi, tujuan menggosok gigi adalah untuk membantu menghilangkan plak atau juga koloni kuman yang menjadi penyebab gigi berlubang atau bahkan gusi berdarah. Maka bila ditambah pasta  gigi ber-fluor bisa membantu menguatkan email gigi sehingga tidak mudah rusak.

4. Gosoklah gigi secara tepat, yaitu semua permukaan gigi merupakan lokasi yang penting untuk dibersihkan, termasuk daerah antara dua gigi, tepi gigi yang berbatasan dengan gusi dan juga lidah.

Hal ini menepis anggapan, bahwan daerah permukaan gigi depan dan samping, gigi geraham dan permukaan kontak gigi (permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah) adalah daerah yang lebih penting daripada bagian gigi lainnya.

5. Persentase dan efektivitas menggosok gigi sangat tergantung pada ketelitian dalam menyikat, terutama antara gigi yang sulit dijangkau.

Hal ini membantah anggapan bahwa “menyikat gigi hanya membersihkan 35% bagian mulut”.

6. Lakukan gerakan yang benar dengan memutar, yang dikombinasikan dengan horizontal cukup efektif yang penting adalah menjangkau seluruh permukaan gigiu.

Hal ini menjawab anggapan yang salah di masyarakat, yaitu adanya anggapan gerakan menyikat gigi yang dilakukan dengan maju-mundur untuk gigi geraham, atas bawah untuk gigi depan dan samping. Apabila sulit menyikat dari atas ke bawah diganti dengan gerakan memutar.

7. Untuk membersihkan gigi gunakan sikat gigi, meskipun masih ada cara lain yaitu dengan menggunakan miswak atau siwak. Batang siwak memang digunakan secara tradisional di Timur Tengah dan bisa membantu membersihkan gigi karena serat yang terdapat pada siwak, namun tidak bisa efektif membersihkan seluruh permukaan gigi, seperti halnya permukaan gigi pada bagian dalam dan sela-sela gigi yang sagat sempit.

Pernyataan ini menjelaskan adanya anggapan yang menganggap tidak perlunya menggunakan sikat gigi kalau sudah menggunakan siwak. Meskipun siwak bisa digunakan utuk membersihkan gigi.

8. Gunakan dental floss atau benang gigi untuk merawat gigi, karena dental floss sangat efektif membersihkan plak yang ada di sela-sela gigi yang tidak dapat dijangkau oleh bulu sikat.

Hal ini mematahkan anggapan bahwa terlalu sering menggunakan benang bisa membuat gigi renggang dan merusak jaringan gusi.

9. Gunakan sikat gigi yang berbulu lembut, karena bulu yang keras bisa menyebabkan abrasi pada gigi. Selain itu, pilihlah sikat gigi yang sesuai ukuran, dan jangan lupa untuk mengganti sikat gigi 2 sampai 3 bulan  atau bila bulu sikat gigi sudah mekar.

10. Selalu menjaga kebersihan gigi, karena hal ini berkorelasi antara penyakit gigi dan mulut, khususnya antara periodontitis yang kronis dengan terjadinya penyakit jantung. Infeksi pada gigi dan gusi adalah infeksi yang bisa meningkatkan risiko terhadap terjadinya kelainan sistemik pada organ lain dalam tubuh kita.

11. Untuk mendapatkan gigi putih dan bersih, yang harus dilakukan adalah dengan rajin menyikat gigi dengan pasta gigi ber-fluor dan saat ini hampir semua pasta gigi sudah mengandung fluor.

Hal ini jelas mematahkan anggapan bahwa, “menggosokkan lemon ke gigi akan membuat gigi lebih putih namun merusak email”.

Baca juga: Tips Menghaluskan Bibir dengan Bahan Alami.

Selain berbagai hal yang disampiakan di atas, cara menyikat gigi yang benar, antara lain:

  • Posisi kepala sikat gigi membentuk sudut 45 derajat di daerah yang berbatasan antara gigi dengan gusi.
  • Lakukan menggosok gigi dengan gerakan lembut dan memutar.
  • Gosoklah permukaan setiap gigi atas dan bawah dengan posisi bulu sikat 45 derajat yang berlawanan dengan garis gusi.
  • Gunakan hanya ujung bulu sikat gigi untuk membersihkan gigi dengan tekanan ringan sehingga bulu sikat tidak bengkok.
  • Untuk membersihkan gigi depan bagian dalam, gosoklah gigi dengan posisi tegak dan gerakkan secara perlahan ke atas dan bawah melewati garis gusi.
  • Perhatikanlah celah di antara dua gigi, daerah gigi yang berbatasan dengan gusi dan permukaan kunyah gigh. Jangan lupa gigi-gigi belakang dan bagian dalam gigi yang menghadap belakang.

Itu dia sedikit informasi tentang “Tips menggosok gigi dengan benar”. Semoga bermanfaaat


Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Tips Menggosok Gigi dengan Benar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel