Pre-Eclampsia dan Gejalanya

Apa yang terjadi bila secara tidak sengaja Anda mengetahui ada anggota keluarga yang mengalami sakit tekanan darah tinggi? Tentu ada rasa khawatir dan berusaha agar anggota keluarga tersebut bisa sembuh. Begitu pula kalau ternyata ada kakak atau ibu yang sedang hamil namun juga mengalami sakit tekanan darah tinggi, tentunya terdapat kekhawatiran yang luar biasa, apalagi di Indonesia penyakit ini menjadi pembunuh tertinggi nomor 3 pada wanita hamil. Untuk itu, Anda semua harus mengetahui tentang penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi pada wanita hamil yang disebut dengan pre-eclampsia dan gejalanya.

Pre-eclampsia ternyata sangat berbahaya dan bisa mengancam nyawa ibu hamil dan juga mengancam nyawa bayi yang sedag dikandung ibu hamil tersebut. Selain di Indonesia, fakta mengejutkan, ternyata pre-eclampsia menyumbang hampir 10% kematian ibu di Asia dan Afrika. Hal ini menjadi sangat penting, untuk mengetahui dan juga menemukan tanda dan juga gejala sejak dini, juga mengetahui faktor yang berisiko bagi seorang ibu hingga mengalami pre-eclampsia.

Eclampsia dan Fakta Tentang Pre-Eclampsia

Sebenarnya apakah eclampsia itu? Eclampsia merupakan suatu kondisi kesehatan yang sangat jarang terjadi pada seorang ibu hamil, hal ini bisa terjadi setelah sang ibu mengalami pre-eclampsia, atau bisa saja terjadi begitu saja secara tiba-tiba. 

Pre-Eclampsia dan Gejalanya;Eclampsia dan Fakta Tentang Pre-Eclampsia;
Foto: medlifeweb.com

Eclampsia merupakan serangan darah tinggi yang terjadi secara tiba-tiba pada masa mengandung, serangan ini mengakibatkan bayi dan sang ibu bisa meninggal lemas karena kekurangan napas. Berdasarkan beberapa referensi, apabila hal ini terjadi, seorang ibu akan diberikan suntikan berupa suntikan magnesium sulphate untuk menghentikan serangan tersebut.

Pre-eclampsia menjadi penyakit komplikasi yang cukup serius yang sering terjadi pada masa kehamilan, apabila hal ini tidak terdeteksi dan tidak segera diobati, akan mengakibatkan ibu hamil bisa mengalami masalah pada kinerja hati, ginjal, dan juga masalah pada pembekuan darah, bahkan tidak hanya itu, ibu dan bayi bisa terancam jiwanya.

Baca juga: Diet DASH, Dietnya Penderita Hipertensi.

Tanda seorang ibu mengalami pre-eclampsia adalah terjadi tekanan darah tinggi dan kandungan protein dalam air seni. Yang membedakan antara kehamilan normal dan kehamilan penderita pre-eclampsia adalah pada kehamilan normal, pembuluh darah akan mengendur, sedangkanpada penderita pre-eclampsia, pembuluh darah akan menegang hingga aliran darah berkurang.

Pembuluh darah yang tegang, tenyata bisa mengancam jiwa sang bayi, karena mengakibatkan bayi kekurangan pasokan darah dari sang ibu, hingga membuat pertumbuhan terganggu. 

Gejala Terkena Pre-Eclampsia

Terdapat beberapa gejala atau tanda-tanda seorang ibu terkena pre-eclampsia, antara lain:

  • Tekanan darah yang tinggi yaitu 140/90 atau bisa lebih.
  • Terdapat kandungan protein di dalam air seni mulai dari 1+ sampai 4++++.
  • Terjadi pembengkakan pada tangan, wajah dan kaki.
  • Mengalami sakit kepala yang sangat dan tidak bisa hilang.
  • Pandangan kabur, seperti melihat cahaya lampu yang terang atau bisa juga seperti melihat bercak-bercak cahaya tepat di depan mata.
  • Mengalami rasa sakit di bawah tulang rusuk, terutama pada sebelah kanan.
  • Pusing-pusing.

Seseorang bisa saja menderita pre-eclampsia, jika:

  • Hamil pada pertama kalinya.
  • Memiliki riwayat penderita pre-eclampsia dalam keluarga.
  • Mengalami kelebihan berat badan.
  • Mengandung saat usia di atas umur 40 tahun atau dibawah 20 tahun.
  • Jarak kehamilan 10 tahun dari kehamilan sebelumnya.
  • Mengalami tekanan darah tinggi, penderita diabetes atau ginjal yang bermasalah.
  • Mengandung bayi kembar atau lebih.

Tekanan darah yang tinggi dan terdapatnya kandungan protein dalam air seni sudah pasti menjadi gejala seseorang ibu hamil mengalami pre-eclampsia. Tanda-tanda ini umumnya akan mulai tampak pada usia kandungan umur 30 minggu.

Cara Mencegah dan Menyembuhkan Pre-Eclampsia

Dari beberapa yang diuraikan di atas, maka cara mencegah pre-eclampsia sebagai berikut:

  1. Selalu waspada, terutama jika pernah memiliki masalah dengan tekanan darah tinggi.
  2. Selalu menjaga tekanan darah tinggi selalu stabil, karena penderita hipertensi memiliki kemungkinan yang besar terkena pre-eclampsia.
  3. Selalu menjaga berat badan.
  4. Mengonsumsi anti oksidan seperti vitamin C dan E yang bisa membantu pencegahan terkena pre-eclamsia.
  5. Selalu rajin mengontrol kandungan menjadi hal utama untuk bisa mendeteksi pre-eclampsia. Setiap kali kontrol tekanan darah, ibu hamil akan diperiksa, apabila terjadi peningkatan segara akan dilakukan uji kandungan protein dalam urin, apabila kandungan protein 1+ merupakan pre-eclampsia ringan, 2++ sampai dengan 4++++ sudah termasuk pre-eclampsia berat yang harus segera diobati. 

Baca juga: Tips Sehat dengan “Teknik Baru untuk Menurunkan Kadar Kolesterol”.

Berdasarkan referensi, satu-satunya cara untuk menghentikan pre-eclampsia adalah dengan melahirkan calon bayi.

HELLP Sindrom 

Nama sindrom yang satu ini terlihat sangat keren, namun justru menjadi sangat ditakuti khususnya bagi ibu hamil. Sindrom HELLP adalah jenis pre-eclampsia yang paling serius, sindrom ini mengakibatkan masalah yang sangat serius dan berpengaruh pada cara kerja hati dan menyebabkan pembekuan darah.

HELLP sendiri merupakan singkatan dari:

  • H merupakan Hemolysis yaitu putusnya sel-sel darah merah.
  • EL adalah Elevated liver enzyme atau meningkatknya enzim hati dalam darah yang menandakan kerusakan pada fungsi hati. 
  • LP adalah Low blood levels of Platelets atau rendahnya kadar Platelets dalam darah yang merupakan sel-sel penting dalam proses pembekuan darah.

Sindrom HELLP ini muncul saat usia kehamilan 20 minggu sampai waktu melahirkan tiba, dengan tanda timbulnya rasa nyeri di bawah tulang rusuk, sakit kepala dan muntah-muntah. Apabila hal ini terjadi maka satu-satunya jalan adalah dengan melahirka segera bayi yang ada dalam kandungan.

Itu dia sedikit informasi tentang pre-eclampsia dan gejalanya. Semoga bermanfaat dan berguna untuk Anda.


Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Pre-Eclampsia dan Gejalanya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel