Nasi, antara Mitos dan Manfaatnya

Sebagai makanan pokok orang Asia, khususnya Indonesia, tentunya nasi menjadi makanan pokok dan wajib tersedia sebagai makanan sehari-hari. Bahkan banyak yang mengatakan, belum lengkap menikmati makanan tanpa sajian nasi, atau bahkan belum makan nasi berarti belum makan. Kali ini, terdapat bahasan menarik tentang sumber makanan pokok masyarakat Indonesia, yaitu nasi, antara mitos dan manfaatnya. Sebenarnya dengan kenikmatan nasi, membuat Anda yang pernah menikmati sajian nasi akan tersihir untuk selalu menikmati sumber karbohidrat ini.

Dengan berkembangnya waktu dan pemahaman tentang pola hidup sehat, posisi nasi memang sedikit mulai tergeser, namun tidak terlalu berpengaruh, karena meskipun banyak ahli yang menyarankan untuk beralih ke sumber karbohidrat lain, kebanyakan masyarakat Indonesia belum bisa move on dari nasi. Indonesia sendiri sebagai negara penghasil sumber pangan, juga memiliki produksi sumber karbohidrat selain nasi, seperti kentang, umbi-umbian, jagung, sagu dan berbagai sumber karbohidrat lainnya. Namun, meskipun banyak sekali alternatif pengganti nasi sebagai sumber pangan, Indonesia masih menjadi negara terbesar pengonsumsi beras di lingkungan ASEAN.

Nasi dan Mitos Didalamnya

Dibalik sebuah tanaman menjadi salah satu sumber makanan masyaraat, didalamnya juga terdapat mitos yang menggambarkan kesakralan tanaman tersebut untuk dijadikan sumber makanan masyarakat. Beras sendiri sebenarnya sudah dikenal sejak jaman prasejarah, bahkan sebelum manusia mengenal adanya tulisan, yaitu sekitar 4000 Sebelum Masehi. Namun berdasarkan catatan para sejarawan, beras baru menjadi sumber makanan penting di China saat Kaisar Sheng Nung berkuasa, yaitu sekitar 2400 Sebelum Masehi, saat itu dilakukan upacara padi tahunan sebagai peringatan Tahun Baru.

Nasi, antara Mitos dan Manfaatnya;Nasi dan Mitos Didalamnya;
Semangkok nasi (Sumber gambar: istockphoto.com)

Bahkan dengan berkembangnya berbagai mitos yang berkembang saat itu. Beras sudah menjadi lambang kemakmuran, khususnya di China. Berdasarkan legenda yang beredar, bahkan ada seekor anjing yang berlari di ladang dengan biji padi yang tergantung pada ekornya. Dan orang-orang yang menanam benih tersebut, pada akhirnya bisa memberantas kelaparan, dan pada akhirnya terdapat sebuah mitos, apabila terdapat seseorang yang menumpahkan beras di tanah akan dianggap sebagai sebuah penghinaan. Bahan terdapat pepatah yang beredar saat itu, bahwa apabila terdapat seseorang yang makan tanpa nasi, diibaratkan wanita cantik dengan satu mata.

Di India, beras juga memiliki cerita yang hampir sama, beras sudah menjaid mitos kesuburan, bahkan beras menjadi makanan pertama yang ditawarkan para pengantin baru untuk suami, untuk memastikan mereka akan memiliki anak. Hal yang sama, juga terjadi di Jepang, citra beras menjadi naik karena dihubungkan dengan para dewa dan dewi , bahkan sudah ada Inari, yang merupakan Dewi Kesuburan dan Kesuksesan.

Baca juga: Tips Diet “Menurunkan Berat Badan dengan Cepat”.

Dewi Sri, menjadi salah satu dewi yang terkenal di Indonesia, sebagai dewi pertanian, padi, sawah dan juga kesuburan di Jawa dan Bali. Tidak hanya dihormati, Dewi Sri juga dihormati dengan berbagai cara, seperti adanya tradisi Jawa yang melarang mengusir ular di dalam rumah karena ular mejadi pertana]da akan datangnya panen, bahkan tradisi Sunda dengan upacara Seren Tahun, yaitu bibit padi yang diberkati sebelum ditanam, juga tradisi Bali yang menyediakan kuil kecil sebagai sarana untuk melindungi sawah agar panen berlimpah.

Kandungan Nasi

Sebagai sumber pangan yang tumbuh di 89 negara dunia, khususnya negara berkembang yang mengonsumsinya setiap hari, baik di pagi, siang dan malam hari. Beras juga menjadi sangat populer karena beras memiliki sifat yang fleksibel, yang bisa tumbuh  di daerah tropis dan subtropis, dataran tinggi dan rendah, lahan basah, bahkan padang pasir. Yang menjadikan beras menjadi sumber pangan favorit adalah cara proses beras yang sangat mudah.

Beras mengandung berbagai nutrisi, antara lain:

  • Kalori 70% sampai dengan 80%.
  • Protein 40% sampai dengan 70%.

Selain kandungan nutrisi, beras juga memiliki banyak ragam, yang mencapai 90.000 jenis, saat ini bisa mencapai lebih dari jumlah yang disebutkan tersebut. 

Selain itu, beras juga menjadi sumber karbohidrat yang sangat penting untuk tubuh. Karbohidrat atau hidrat arang merupakan senyawa organik, yang mengadung:

  • Atom karbon.
  • Hidrogen 
  • Oksigen.

Didalam tubuh manusia, karbohidrat memiliki fungsi sebagai sumber energi dan juga serat makanan, menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh, metabolisme tubuh dan juga pembentuk struktur sel dengan mengikat protein dan lemak.

Selain mengandung karbohidrat, beras juga mengandung mineral, protein, air dan juga vitamin, bahkan sebanyak 85% sampai dengan 90% karbohidrat beras merupakan pati, dan 80% mengandung protein glutelin, yaitu protein yang tidak larut dalam air.

Nasi dan Dampak Penyakit yang Ditimbulkannya

Tentunya semua yang berlebihan juga tidak baik untuk tubuh dan kesehatan, begitu pula dengan nasi. Gaya hidup untuk selalu makan nasi atau adanya pandangan belum makan kalau belum makan nasi, mengakibatkan adanya kecenderungan berlebihnya asupan karbohidrat pada tubuh, yang mengakibatkan timbulnya penyakit gula dan jantung di dalam tubuh.

Baca juga: Makanan Untuk Meningkatkan Imun Tubuh.

Ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor, Dr. Ir. Ikeu Tanziha, MS  dalam Intisari Bulan Oktober 2010 yang ditulis oleh Olivia Lewi Parmesti, menegaskan, bahwa konsumsi beras secara terus menerus dan secara berlebihan (dengan mengesampingkan tanaman pangan lainnya) bisa mengakibatkan kekurangan vitamin dan mineral. 

Solusinya adalah jangan menjadikan beras sebagai sumber karbohidrat tertinggi. Karena hal ini bisa menimbulkan rendahnya keanekaragam pangan. Memang sumber protein dalam beras tinggi, namun tubuh membutuhkan kandungan gizi lain, seperti vitamin dan juga mineral yang tidak semuanya bisa diperoleh dari beras.

Itu sedikit informasi tentang beras sebagai sumber pangan. Semoga ide tulisan “nasi, antara mitos dan manfaatnya” bermanfaat dan menjadi referesni untuk Anda, yang ingin mencari sumber makanan alternatif selain nasi.


Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Nasi, antara Mitos dan Manfaatnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel