Mobil Matik, Santai Bisa, Agresif Apalagi

Dunia sudah semakin berubah, perubahan pola pikir dan kemajuan teknologi telah merubah segalanya, begitu pula dalam memilih mobil, juga mengalami perubahan. Kalau dahulu yang dicari adalah mobil yang irit dengan segala mitos didalamnya, sehingga lebih memilih mobil dengan transmisi manual, namun dengan perkembangan teknologi dan kecanggihan mobil didalamnya, mobil matik saat ini semakin dilirik. Bahkan slogan “mobil matik, santai bisa, agresif bisa” seolah menunjukkan bahwa untuk mendapatkan berkendara bisa didapatkan dengan memilih mobil matik atau mobil dengan tansmisi matik.

Begitu pula dengan saya, semenjak bisa memiliki mobil sendiri, mulai dari mobil dengan CC besar sampai dengan CC kecil, dulu yang dipilih selalu yang manual, karena banyak kekhawatiran saat akan memilih mobil dengan tranmisi matik, mulai alasan boros, kalau rusak susah untuk membetulkannya sampai dengan berbagai alassan, yang ujung-ujungnya lebih memilih mobil manual.

Mobil Matik atau Manual?

Beda dahulu, beda sekarang. Dengan semakin berkembangnya teknologi menjadikan penjualan mobil otomatik atau matik ini semakin meningkat. Banyak hal yang menyebabkan peningkatan penjualan mobil matik tersebut selain kecanggihan teknologi, seperti angka kemacetan, juga dibangunnya sarana jalan yang semakin banyak seperti banyaknya ruas jalan tol yang sudah beroperasi. 

Mobil Matik, Santai Bisa, Agresif Apalagi;Mobil Matik atau Manual?;
Ilustrasi mobil matik (Foto: istockphoto.com)

Terdapat 3 hal utama mengapa mobil matik lebih banyak dipilih oleh masyarakat yang menyebabkan terjadinya kenaikan penjualan.

  1. Konsumen yang semakin terdidik. Resale value mobil matik yang rendah dibanding mobil manual sudah bukan lagi menjadi ancaman yang menakutkan bagi para konsumen, apalagi mereka yang memburu kenyamanan saat berkendara. Masyarakat sudah sadar bahwa transmisi matik sekarang sudah sangat reliable dan juga memberikan banyak keuntungan.
  2. Kemacetan yang semakin parah. Jalan yang semakin macet menjadikan banyak orang sudah mulai melirik dan memilih mobil dengan transmisi matik.
  3. Transmisi otomatik yang semakin cerdas. Hal ini disebabkan teknologi memperkuat posisi transmisi otomatik terhadap manual. Akselerasi mobil transmisi otomatik tidak bisa lagi dibilang lambat, bahkan aplikasi teknologi terkini membuat daya dari mesin lebih cepat disalurkan ke roda dan power loss-nya menjadi lebih sedikit, dan perpindahan gigi di transimis otomatik modern lebih halus.

Jadi sudah tidak ragu lagi untuk memilih mobil matik, apalagi mobil matik yang sekarang teknologinya sudah beda banget dengan mobil matik jaman dulu.

Mobil Matik Bekas Murah, Bisa Menjadi Pilihan untuk Belajar Matik

Terbiasa menggunakan mobil manual, memang membuat kebanyakan orang enggan untuk beralih ke transmisi mobil matik. Banyak hal yang membuat keengganan ini, salah satunya adalah anggapan bahwa transmisi kopling basah akan memiliki riwayat mengesalkan apalagi yang berhubungan dengan perawatan maupun konsumsi bahan bakar salah satunya bensin. Padahal saat ini dengan memilih mobil matik memiliki nilai tambah bila dibandingkan dengan memilih mobil spek manual. Salah satunya saat berkendara di kota besar dan sedang terkena kemacetan, anda tinggal menekan pedal gas dan rem saja, dan hanya memindahkan tuas yang nyaris tanpa tenaga.

Baca juga : Tips hemat bahan bakar pada mobil.

Tentunya merubah kebiasaan menjadi hal yang sulit, begitu pula dengan kebiasaan menggunakan mobil dari mobil manual ke mobil matik. Cara mudah yang bisa dilakukan adalah dengan memilih mobil matik bekas dan murah, selain bisa sebagai ajang pengenalan mobil matik, juga akan membuat Anda terbiasa menggunakan mobil matik. Selain itu, cara ini bisa menjadi solusi agar Anda mulai terbiasa menggunakan mobil matik, karena merubah budaya berkendara tidak sulit hanya lakukan kebiasaan berkendara dan mulai menggunakan dan kontrol atas transmisi matik dan manfaat posisi transmisi, seperti:

  • P (Park).
  • D (Drive) yang bisa diikuti dengan angka 3-2-1.
  • N (Neutral)
  • R (Reverse)
  • L (Long)

Ketiga transmisi tersebut memiliki spek posisi gigi yang berbeda, meskipun secara prinsip semuanya tetap dan memiliki kegunaan yang sama.

Posisi P.  Transimisi ini dibutuhkan saat berhenti dan parkir. Pada umumnya kunci tidak bisa dicabut meskipun mesin sudah mati, dan tuas belum pada huruf P. Hal ini mencegah mobil loncat saat mobil distarter.

Posisi D. Posisi D atau Drive adalah posisi tuas untuk menjalankan mobil. Posisi gear yang lebih tinggi seiring dengan peningkatan kecepatan kendaraan. Begitu juga sebaliknya, akan turun ke gigi yang lebih rendah ketika terjadi deselerasi. 

Posisi N. Merupakan posisi neutral, dari posisi D (Drive), dimana posisi tinggal menginjak gas, rem sampai dengan posisi N (Neutral) saat berhenti di lampu merah atau saat mobil tidak bergerak dalam waktu yang lama.

Sekilas Tentang Mobil Matik

Mengetahui sekilas tentang mobil matik akan memberikan sedikit referensi, khususnya bagi Anda yang baru mengenal dan mencoba mobil matik. Terdapat 3 hal yang bisa Anda ketahui tentang mobil matik, dengan mengambil informasi dari Majalah “MOTOR” Gaya Hidup Otomotif, antara lain:

  • Mobil matik bisa secepat mobil manual.
  • Lakukan optimalisasi matik.
  • Manfaatkan Posisi N.

Baca juga: Tips memilih velg untuk mobil.

Bisa secepat manual. Tidak bnyak yang tahu, ternyata transmisi matik bisa seresponsif mobil manual. Misalnya, saat mobil melintasi jalanan atau trek yang menurun tajam, kemudian pindahkan tuas pada poisisi D1 atau L, maka gerakan engine brake akan langsung tercipta, karena hal ini sama saja dengan memasukkan gear ke gigi 1 atau gigi 2. Hal ini akan lebih menghemat kampas rem dan konsentrasi mengemudi dapat tetap terjaga.

Optimalisasi matik. Banyak orang yang sangsi atas kemampuan akselerasi mobil matik, namun hal ini dioptimalkan pada kemampuan matik .

Manfaatkan posisi N. Salah satu kesalahan yang membuat bahan bakar matik lebih mudah tersembur dan ditambah dengan cepatnya kampas rem aus adalah kebiasaan untuk tetap menjalan posisi D (Drive) train mobil, mekipun posisinya sudah berhenti total. Oleh karena itu, belajarlah merubah kebiasaan tersebut, contohnya saat berhenti di traffic light segera ganti tuas pada posisi N, transmisi akan segera cut off aliran daya dari mesin ke roda.

Semoga informasi tentang “mobil matik, santai bisa, agresif bisa” bermanfaat dan menjadi informasi untuk Anda yang baru mengenal mobil matik.


Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Mobil Matik, Santai Bisa, Agresif Apalagi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel