Resensi Novel “Langit Merah Muda”

Satu lagi karya menarik dari Ra_Amalia yang harus Anda miliki, yaitu sebuah novel terkini yang mengisahkan hubungan antara dua orang anak manusia yang sedikit rumit. Sama halnya dengan berbagai kisah novel yang ditulis oleh Ra_Amalia, tentunya efek romantis dengan sedikit kejutan dan berbagai intrik didalamnya sengaja disajikan penulis yang membuat Anda sebagai pembaca akan semakin penasaran. Begitu pula dengan resensi novel “Langit Merah Muda” ini sengaja ingin memberikan gambaran sekilas tentang isi novel tersebut, namun membeli dan membaca novel karya Ra_Amalia akan membuat Anda memiliki energi untuk mengabiskan novel terbaik karya Ra_Amalia ini.

Setiap penulis pasti memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dengan penulis yang lain. Hal ini akan mempengaruhi bentuk dan alur tulisan yang disajikan para penulis tersebut. Begitu pula dengan karya Ra_Amalia yang memiliki ciri khas tersendiri dan disetiap novel yang ditulisnya selalu memberikan kejutan-kejutan yang tidak dibayangkan oleh para pembacanya.

Identitas Buku:

  • Judul buku: Langit Merah Muda 
  • Nama pengarang: Ra Amalia
  • Penerbit: Percetakan Madani - CV. Madani Berkah Abadi.
  • Tahun terbit: Desember 2020 (Cetakan I)
  • Ketebalan: vi + 518 halaman.
  • Nomor edisi buku: 978-623-6606-94-0

Resensi Buku “Langit Merah Muda” Karya Ra_Amalia

Langit Merah Muda, menjadi sebuah judul novel menarik, kisah dua orang anak manusia Asira dan Elhasiq yang harus bertemu dan bersatu setelah berbagai liku-liku hidup yang tidak tahu ujungnya, dipisahkan waktu, ego, meskipun masih dalam satu keluarga dekat. Bahkan di bab awal sebuah kisah patah hati diantara dua anak manusia ini yang tidak tahu sebab, antara prasangka yang berkecamuk di hati Asira membuat Zaalfasha Asira seorang penulis novel, pintar dan cerdas, patah hati, mengapa ditinggal menikah oleh Tsabit Elhasiq Hadyan, seorang abang yang masih saudara sepupu, lulusan S3 Monash University.

novel “Langit Merah Muda”;Resensi Novel “Langit Merah Muda”;;
Novel “Langit Merah Muda”

“Kata ibunya, saat jatuh cinta, bahkan langitpun, bisa berubah menjadi merah muda. Namun, tentu saja itu tetap menjadi bualan bagi Asira. Karena saat ia menyadari telah jatuh cinta pada Elhasiq –kerabat sekaligus mantan kekasihnya—mengapa langit masih begitu suram?

Ya.. ya.. orang banyak mengatakan bahwa penyesalan selalu datang belakangan, karena jika di awal, namanya pendaftaran. Namun sialan… itu akan terdengar lucu jika tidak terjadi pada dirinya, Zaalfasha Asira yang tidak suka mengaku ditinggalkan.” – Ra_Amalia

Kehidupan keluarga Asira yang harmonis, tentu saja kedekatannya dengan Kanjeng Papi Riyadi dan Kanjeng Mami Anitasari menjadi sebuah prolog menarik bahwa seorang anak, meskipun dengan segala masalah dan keruwetan tetap akan menjadi seorang pribadi sukses, bila berada dalam keluarga harmonis, ditambah penulis memberikan gambaran bahwa keluarga ini merupakan keluarga berpendidikan yang memberikan kebebsanan pada Asira sebagai putrinya untuk mengembangkan dirinya, baik secara karir maupun percintaan

Begitu membaca pada bab awal, Anda akan terasa takjub dengan alur yang dibawakan sang penulis, bagaimana tidak, di awal dan di tengah cerita alurnya masih belum bisa ditebak, penuh dengan banyak pertanyaan, meskipun pada akhirnya cerita “Langit Merah Muda” adalah happy ending, sama halnya dengan cerita dan novel yang ditulis Ra_Amalia lainnya.

Baca juga: Resensi Novel “Ruang”.

Asira seorang penulis novel yang sedikit introvert, namun juga sosok yang menyenangkan, adalah wanita muda yang sangat menyukai drama Krorea, dan berbagai pria ganteng yang menjadi inspirasi atas novel yang ditulisny,a seperti Michelle Morrone, Don Massimo atau Mr Greg, menjadi sosok halu yang disampaikan dalam novel yang ditulisnya.

Kehebatan Ra_Amalia sebagai penulis terlihat dari bagaimana cerita ini bisa dihubungkan dengan novel lain yang pernah ditulisnya, seperti saat Asira harus mencari informasi tentang rencana tulisan selanjutnya, dengan harus mencari data dan interview pada Pak Sabihis Adinata seorang Ketua KPU (Untuk mengetahui siapa Sabihis Adinata, Anda bisa membaca novel karya Ra_Amalia dengan judul “Our Wedding).

Liku-liku kisah cinta Asira dan Elhasiq menjadi sedikit menarik, apalagi dengan hadirnya sosok Faatin yang harus dinikahi Elhasiq 6 tahun lalu, begitu pula dengan Asira yang sangat menyukai dan mencintai Elhasiq yang ditinggalkan tanpa tahu alasanya. Liku-liku cerita yang menarik penuh pertanyaan, akan membuat emosi dan perasaan Anda terbawa, sampai pada suatu titik masuknya sosok Akbar dalam cerita yang juga masih saudara Elhasiq, yang membuka tabir mengapa 6 tahun lalu harus menikah dengan Faatin yang ternyata pernikahan tersebut karena kehamilan Faatin yang bukan karena Elhasiq yang melakukannya, namun karena jebakan Faatin yang mengirim foto pada keluarga Elhasiq agar ada yag bertanggungjawab atas bayi yang dikandungnya. 

Menarik… Penasaran? Cepat beli dan baca novel Ra_Amalia ini ya… 

Kelebihan Novel “Langit Merah Muda”

Langit Merah Muda menjadi sebuah novel yang misterius, asyik dengan alur yang tidak bisa ditebak pada awal dan di tengah cerita, yang memberikan sebuah kisah seorang wanita muda yang berprofesi sebagai seorang penulis novel yang jatuh cinta pada saudara sepupu yang akan membuat Anda penasaran untuk menghabiskan novel ini.

Baca juga: Resensi Novel “Pekat”.

Sebuah tulisan akan begitu menarik, begitu pula dengan Ra_Amalia yang piawai dan mampu menggabungkan segala unsur menjadi sebuah tulisan yang menghibur, mendidik dan menginformasikan hal yang menarik, seperti pada novel “Langit Merah Muda” ini. Terdapat beberapa hal positif mengapa Anda harus membeli dan membaca novel ini, antara lain:

  1. Menceritakan kedekatan sebuah keluarga antara anak dan ibu ayah yang membuat anak merasa terlindungi dan terbantu apalagi kebebasan dalam berekspresi dalam artian yag positif. (Salah satunya terlihat pada halaman 178, tentang kedekatan Asira dengan Kanjeng Papi Riyadi yang sangat melindungi Asira, apapun yang terjadi pada Asira).
  2. Dimasukkannya sosok Pak Riyadi sebagai sosok ayah, apalagi keterlibatan Pak Riyadi dalam menyelesaikan masalah yang terjadi antara Asira dan Elhasiq menjadi sebuah contoh bagaimana menghadapi seorang anak yang sudah dewasa dan sudah mulai mengenal hubungan lawan jenis yang sudah menginjak pada hubungan yang serius. Bahkan kata-kata Pak Riyadi pada Asira menjadi penegasan utama dalam cerita “Apapun yang terjadi, kamu harus selalu ingat. Ayah mencintaimu dan tidak akan meninggalkanmu.”
  3. Pelajaran untuk para ibu yang memiliki anak gadis untuk mulai membiasakan anak gadisnya di dapur, seperti pada halaman 309, bagaimana ibu Anitasari yang menyesal tidak membiasakan anak gadisnya di dapur dan juga terlalu memanjakan anak (Asira).

Dan berbagai hal positif yang terlihat dari kebaikan dan cara berpikir yang dewasa dalam novel ini akan memberikan sedikit pelajaran bagaimana menghadapi hidup dan masalah yang terjadi.

Kekurangan Novel “Langit Merah Muda”

Berbiacara tentang kekurangan, tentunya semua hal pasti terdapat kekurangan, namun dalam novel “Langit Merah Muda” semuanya terasa tidak terlihat, hanya akhir cerita yang selalu menjadi ciri khas novel Indonesia yang happy ending menjadi akhir ceita yang bisa ditebak.

Itu dia sedikit resensi novel “Langit Merah Muda”, semoga memberikan informasi untuk Anda, yang ingin mendapatkan novel menarik karya Ra_Amalia.



Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Resensi Novel “Langit Merah Muda”"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel