Resensi Novel “Pekat”

Ini dia novel terbaru RA Amalia yang sudah ditunggu-tunggu yang terbit di penghujung tahun 2020. Sama halnya dengan berbagai novel yang ditulis Amalia sebelumnya, novel ini begitu menarik dan sangat menghibur, ditambah dengan filosofi didalamnya yang tidak saja menceritakan dua anak manusia yang penuh liku-liku, namun juga terdapat banyak filosofi luar biasa yang bisa menjadi pelajaran bagi para pembacanya. Pekat menjadi salah satu judul novel yang ditulis RA Amalia dengan kisah abu-abu didalamnya, bahwa pernikahan adalah hal misterius yang tidak bisa kita ketahui kemana ujungnya, begitu pula dengan resensi novel “Pekat” ini akan memberikan sedikit ulasan dan rangkuman isi novel pekat.

Pekat” menjadi sebuah judul novel yang digambarkan dengan warna hitam, sama seperti bentuk bukunya yang berwarna abu-abu agak kehitaman. Bagi Anda yang belum membaca novel, pasti hanya bisa menebak dan menerka isi novel ini, bahwa novel ini mungkin hanya seperti novel biasa, namun jangan salah, begitu Anda membaca kata demi kata, kalimat demi kalimat, dan lembar demi lembar, Anda akan terkesima dengan kelihaian RA Amalia dalam menyajikan kata yang membius para pembaca novel “Pekat” ini. 

Identitas Buku:

  • Judul buku: Pekat
  • Nama pengarang: RA Amalia
  • Penerbit: Sena Books.
  • Tahun terbit: 2021 
  • Tebal Halaman: 323 halaman.
  • Nomor edisi buku: 978-623-7495-40-6

Resensi Buku – Sinopsis “Pekat”

Sebagai penggambaran kehidupan keluarga muda, Faira Damaiya Rahmatulloh dan Raksa Dewangga menjadi sebuah penggambaran kecil keluarga muda saat ini, yang tentunya dipenuhi bumbu manis dalam berkeluarga ditambah sedikit hadirnya orang ketiga menjadi warna dalam hidup mereka. Bahkan di awal cerita sudah dibumbui dengan pertemuan Faira dengan Alivia, yang dianggap Faira sebagai penyebab rusaknya rumah tangga Faira dan Raksa. Alivia Haidijakusma sudah dianggap Faira sebagi  pelakor perebut Raksa dari sisinya, apalagi posisi Alivia yang menjadi rekan kerja Raksa. Pertemuan Faira dan Alivia di toko roti milik tantenya, ditambah bara api yang dihembuskan Alivia untuk membelikan kue ulang tahun Tante Erni, mantan ibu mertua Faira menjadi bara tersebut semakin berkobar.

Novel “Pekat” karya RA Amalia;Resensi Novel “Pekat”;Resensi Buku – Sinopsis “Pekat”
Novel “Pekat” karya RA Amalia

Kehidupan Faira dan Raksa sendiri diceritakan sebagai keluarga muda yang sudah menikah hampir lima tahun lamanya dan belum dikaruniai keturunan, menjadikan hal ini sebagai salah satu isu penyebab retaknya biduk rumah tangga mereka. Dengan berjalannya waktu, tentunya terdapat cerita mengejutkan saat Faira sudah dalam keadaan lapar dan hendak turun menuju dapur dan ternyata disitu sudah berkumpul Ayah Faira, Kak Aziz dan Raksa. Ditambah lagi dengan kondisi Faira yag mual-mual sebagai tanda kehamilan Faira yang menyebabkan Ayah Faira Mengundang Pak RT dan Pak Tommy (Tetangga Ayah Faira) sebagai saksi bersatunya kembali Faira dan Raksa dalam ikatan pernikahan, hal ini juga diperkuat dengan ucapan Raksa untuk mempertegas jalinan ikatan yang pernah putus tersebut, dengan mengatakan “Aku ingin kembali padamu dan dengan ini kita syah”.

Siapa yang menyangka dibalik sosok Raksa yang dingin, Raksa adalah lelaki penyayang dan selalu menolerir sikap Faira yang absurd dan kekanakan. Sedangkan Faira adalah sosok wanita pencemburu yng mengerikan. Raksa dalam novel tersebut diceritakan sebagai lelaki pintar yang merupakan lulusan konsentrasi Ilmu Discource and Civil Communication, Groningen Universiteit Belanda, saat mengambil program Doktor dan hal yang sama dengan Alivia, yang sama-sama lulusan Monash University untuk konsentrasi Dialectology.

Baca juga:

Membaca kisah ini , Anda akan tersenyum sendiri dan tertawa terbahak-bahak melihat Aziz sebagai kakak Faira saat meberika pertanyaan jebakan tentang main bola di malam Jumat atau sekedar tentang ungkapan olahraga malam, pada Faira dan Raksa. 

Kisah Faira dan Raksa juga dibumbui dengan turut campurnya Ibu Tiri Raksa, yang lebih memilih Alivia menjadi pendamping pengganti Faira, meskipun pada detik-detik selanjutnya terjadi pergulatan dengan memuncaknya kemarahan Raksa pada ibu tirinya (Istri Pak Tanto, Ayah Raksa).

Ditengah cerita cinta Faira dan Raksa yang bergelombang tersebut juga diselipi dengan sedkit kisah cinta Aziz (kakak kandung Faira) dan Mimi (sahabat Faira), apalagi dengan sedikit kisah drama yang dibuat Aziz untuk menarik perhatian Mimi, apalagi setelah drama Aziz kecelakaan dan menabrak tukang cilok. 

Kelebihan Novel “Pekat”

Terdapat pelajaran bagus yang ditampilkan penulis RA Amalia, seperti yang disampaikan pada halaman 99, yaitu:

  • “Salah satu tugas seorang istri yang utama adalah mendampingi suaminya, dimana pun, kapan pun dan dalam keadaan apa pun. Karena pengabdian dan keteguhan seorang istri diuji dengan cara seperti itu.”
  • “… ketika istri dalam keadaan sakit dan tidak mampu, tugas suamilah untuk membantunya, hubungan suami istri itu bukan hubungan tuan dan pelayan.”

Selain itu yang menarik, terdapat filosofi tentang keluarga yaitu tentang sebuah hubungan, “bahwa inti dari hubungan adalah komunikasi, keterbukaan dan kejujuran”

Dan inti kehidupan pernikahan seperti yang disampaikan Faira pada Mimi, bawah pernikahan adalah sesuatu yang “PEKAT”, yang gelap, karena kamu tidak perah bisa tahu atau melihat apa yang akan terjadi didalamnya dan bagaimana akhirnya, meski Kamu memulainya dengan atau tanpa cinta, meski Kamu merencanakannya sematang mungkin. Sholat dan minta petunjuk pada Allah, ambil keputusan yang paing tepat. Terlepas akan berakhir dengan kakakku atau tidak, aku ingin yang terbaik buat kamu.

Kekurangan Novel “Pekat”

Sebagai pembaca novel karya RA Amalia, tentunya diantara kelebihan pasti ada kekurangan. Kalau berbicara secara keseluruhan, tidak ada yang kurang dengan isi cerita novel ini, ditambah dengan banyaknya pelajaran hidup yang bisa diambil dari kisah cerita novel ini. Yang menjadi perhatian adalah kelanjutan tentang kisah hidup Alivia setelah kejadian tertolaknya Alivia oleh Raksa saat menghadiri undangan pernikahan yang dihadiri juga oleh keluarga Raksa. Dan juga kisah lanjutan dari Azis dan Mimi yang akan membuat penasaran pembaca novel ini.

Semoga resensi novel “Pekat” memberikan informasi untuk anda, yang ingin mendapatkan novel menarik karya RA Amalia.


Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Resensi Novel “Pekat”"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel