Tips Bisnis "Mengatasi Calon Pembeli yang Selalu Meminta Harga Murah"

Ada yang menarik dengan artikel kali ini, kalau biasanya topik yang dibahas lebih membahas tentang tips umum yang sering dihadapi di sekitar kita, kali ini yang dibahas adalah serangkain kejadian yang terjadi yang berhubungan dengan usaha atau bisnis. Bisa jadi hal ini sering anda hadapi di bisnis yang anda kelola, apalagi kalau anda masih terjun langsung menghadapi calon pembeli, salah satunya adalah cibiran calon pembeli saat mengetahui harga yang anda tawarkan dirasakan oleh meraka agak kemahalan. Nah tips bisnis mengatasi calon pembeli yang selalu meminta harga murah, akan membahas sedikit tentang hal tersebut.

Bisa dipahami bahwa calon pembeli dan pembeli yang datang ke tempat usaha atau toko kita pasti memiliki karakter dan psikologi yang berbeda-beda. Ada yang sudah terbiasa membeli suatu barang dengan harga mahal sehingga tidak pernah mempermasalahkan harga, namun ada pula yang meributkan harga karena calon pembeli ini merasa kemahalan dengan harga yang anda tawarkan, bisa saja karena calon pembeli ini pembeli yang tidak mampu untuk membeli atau bisa juga calon pembeli tersebut adalah calon pembeli yang perhitungan atau bisa disebut dengan calon pembeli yang logis dan irit.

Sebagai seseorang yang saat ini berkecimpung dalam dunia on-line dan off-line, menghadapi berbagai karakter orang yang berbeda-beda sudah menjadi hal yang biasa. Hal ini yang sering dibicarakan teman pebisnis lainnya, memang sebagai penjual atau pemilik bisnis banyak cara yang bisa dilakukan, mulai dari memberikan sedikit diskon, memberikan hadiah, atau dengan berbagai trik marketing yang tentunya tidak sampai menyinggung para calon pembeli ini.

Tips Bisnis Sukses dan Solusi Menghadapi Calon Pembeli yang Meminta Harga Murah

Berbicara tentang sebuah bisnis, tentunya banyak sekali faktor yang anda pertimbangkan dalam menentukan harga jual dari suatu produk, yang tentunya hal ini menjadi harga final yang anda sampaikan kepada calon pembeli dan pembeli. Sering sekali saya mendapatkan keluhan dari sesama pebisnis tentang harga, mereka khawatir harga yang disampaikan lebih mahal dibandingkan harga produk dari para pesaing  yang dikhawatirkan produk mereka tidak laku.

Baca juga: Kata Motivasi Sukses CEO Dunia.

Sebelum masuk pada hal yang lebih serius tentang strategi marketing bagaimana menjual sebuah produk, terdapat beberapa cuplikan gambar yang bisa menggelitik imajinasi anda tentang psikologis produk dan seorang pembeli, antara lain:

Istilah ini sangat sering anda dengar kalau terjadi perdebatan antara seorang pembeli dan penjual, bahkan senjata yang dipakai seorang calon pembeli yang berusah ingin mendapatkan barang dengan harga sesuai keinginannya, yang ujung-ujungnya pasti mengatakan, “Pembeli adalah Raja”. Hal ini pasti membuat penjual juga agak bingung antara menyerahkan atau tetap bertahan dengan harga yang telah ditentukannya.

Marketing Genius;Tips Bisnis "Mengatasi Calon Pembeli yang Selalu Meminta Harga Murah";Tips Bisnis Sukses dan Solusi Menghadapi Calon Pembeli yang Meminta Harga Murah;
Marketing Genius (Sumber gambar: Instagram.com)
Strategi yang bisa dilakukan seperti gambar di atas, yaitu:
Customer is King, but King never Bargains”

Kata-kata tersebut menjadi hal yang unik, yang membuat calon pembeli merasa tidak berkutik, tentunya saat mengatakan hal ini pun usahakan tidak menyinggung hatinya, karena marketing yang sukses adalah bisa menyentuh hati seorang calon pembeli.

  • Target Pasar.
Berbicara tentang target pasar, tentunya hal ini berlaku untuk semua. Sering sekali kita melihat bahwa suatu bisnis yang harganya lebih mahal namun selalu ramai dan dikunjungi para pembeli. Hal ini pasti membuat rasa penasaran, dan yang mengagetkan meskipun yang dijual hampir sama dengan produk sejenis, namun harganya bisa lebih mahal dan selalu ramai.

Target Pasar;Tips Bisnis "Mengatasi Calon Pembeli yang Selalu Meminta Harga Murah";Tips Bisnis Sukses dan Solusi Menghadapi Calon Pembeli yang Meminta Harga Murah;
Sumber gambar: Instagram.com/entrepreneurindonesia
Dan gambar di atas sepertinya mewakili apa yang terjadi saat ini, antara calon pembeli dan seorang penjual. Bila ingin membeli sesuatu, namun di benak kita masih timbul bisikkan, “Kok harganya mahal ya”, berarti target pasar yang dituju bukan anda, kita, saya atau anda yang masih mempermasalahkan harga.


Marketing sebagai Kunci dan Teknik Menjual Produk

Dari berbagai referensi yang saya ambil di internet dan buku-buku marketing, banyak hal yang bisa dilakukan dengan marketing. Hal inilah yang membedakan antara penjualan dan marketing. Marketing menjadi sebuah strategi yang harus dimiliki seseorang agar produk yang dimilikinya bisa laku terjual.

Sumber gambar: Instagram.com/galaupreneur

Sebagai sebuah strategi, maka marketing menjadi sebuah strategi untuk menjual suatu produk agar selalu laku meskipun produk yang anda jual harganya mahal. Banyak cara yang dilakukan (mengutip dari www.trikbisnisonline.com), yaitu:

  • Memberikan sebuah value atau nilai atas produk yang dijual.
Tanpa adanya sebuah nilai atas produk tersebut, maka meskipun anda sudah menawarkan produk tersebut, maka ujung-ujungnya anda akan banting-bantingan harga yang membuat bisnis anda semakin hancur. Bahkan semakin merugi.

  • Cara anda dalam menjual.
Banyak sekali para penjual yang seperti tidak membutuhkan para pembeli, sehingga seperti terlihat angkuh, hal ini yang membuat para calon pembeli enggan untuk datang. Mungkin anda sering mendengar, ungkapan, “Sudah mahal, yang jual cemberut terus”. So, kalau sudah seperti ini, siapa yang rugi.
  • Sesekali memberikan bonus.
Ini menjadi cara unik yang sering terjadi, saya sering melihat pada beberapa tempat penjual makanan seperti nasi bungkus atau warung makan, yang sering memberikan kelebihan berupa produk barang atas barang yang dibelinya bagi mereka yang membeli dalam jumlah banyak, daripada memberikan hadiah.

Jadi setelah calon membeli dalam jumlah banyak, akan ditambahkan satu atau dua bungkus nasi. Alasan yang sangat masuk akal adalah para calon pembeli akan selalu mengingat bahwa kalau ingin membeli makanan akan teringat tempat si A. Hal ini menjadi sebuah promosi gratis, daripada harus membayar biaya iklan yang sangat mahal.
  • Menggunakan media social untuk menawarkan produk.
Banyak cara agar pembeli tertarik untuk datang dan mengetahui produk yang anda jual, yaitu dengan menggunakan kecanggihan teknologi. Karena saat ini adalah era smartphone, dimana setiap orang akan serasa tidak hidup bila tidak memegang smartphone yang dimilikinya. Hal ini menjadi sebuah peluang bisnis untuk anda yang berkecimpung didalamnya. Memberikan informasi tentang produk menjadi salah satu cara untuk menarik mereka untuk datang ke tempat usaha atau toko yang anda miliki.
  • Mendaftarkan ke Google Bisnisku dan sedikit membuat blog tentang usaha dan produk Anda.
Saat ini dengan kecanggihan teknologi dan mudahnya untuk mengenalkan produk, anda bisa mendaftarkan usaha anda ke Google Bisnisku atau Google My Business yang akan membantu anda dalam mengenalkan produk. Yakin saja bahwa tidak semua calon pembeli meributkan harga yang mahal. Selain itu cara yang sangat mudah adalah membuat blog website tentang usaha anda, dan hal ini sudah sangat mudah, anda bisa mengunakan fasilitas gratis atau yang berbayar. Hal ini akan memudahkan para calon pembeli mengenal usaha dan produk yang anda jual.

Tentunya banyak sekali strategi marketing yang bisa anda gunakan agar para calon pembeli mau dan rela datang ke tempat usaha anda dan membeli produk unggulan yang anda jual. Tentunya setiap usaha memiliki karakteristik yang berbeda, dan hanya Anda sendirilah yang bisa melakukan strategi tersebut. Semoga tips bisnis mengatasi calon pembeli yang selalu meminta harga murah bisa memberi masukan untuk anda, dan usaha yang anda jalankan tetap lebih maju, meskipun saat ini masih terdampak pandemic Covid-19. Salam sukses.


Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Tips Bisnis "Mengatasi Calon Pembeli yang Selalu Meminta Harga Murah""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel