Tips Meningkatkan Keterampilan Bicara Anak

Ada yang menarik kali ini dan sangat bermanfaat untuk Anda yang memiliki anak kecil, yaitu tips meningkatkan keterampilan bicara anak. Yang menarik adalah banyak orang yang yakin bahwa keterampilan bicara pada anak dengan sendirinya dimiliki oleh seorang anak. Anggapan ini tidak salah. Namun, kebanyakan orang sering lupa bahwa keterampilan bicara seorang anak pasti sangat tergantung dengan lingkungannya.

Tips Meningkatkan Keterampilan Bicara Anak
Ilustrasi (Gambar: nurseryresources.org)

Cepat lambatnya seorang anak sehingga terampil berbicara, selain dikarenakan karena kematangan fungsi bicara, juga tergantung apakah Anda atau pengasuhnya banyak bicara, menyanyi dan mendongeng.

Si Kecil Belajar karena Mendengar

Menurut Lisa Eliot, Ph.D, seorang penulis What’s Going on in There? How the Brain and Mind Develop in the First Five Years of Life, Bantam, 1999. Anak normal dan lingkungan yang mampu menciptakan emosi sehat akan belajar bicara.

Bagaimana cara mengajari bayi bicara? Menurut Eliot, santai sajalah. Saat mengasuh bayi, saat menyiapkan susu, memandikannya, katakan apa yang hendak Anda lakukan. Misalnya waktunya menyusu, katakan, “Ayo, waktunya makan.”, dan masih banyak cara lainnya.

Baca juga: Tips Memilih Dot untuk Bayi.

Jadi, orang tua harus banyak omong? Tentu saja! Mengapa begitu? Hal ini dikarenakan bicara dengan bayi dapat:

  • Membantu bicara. Bayi belajar bicara dengan cara mendengarkan suara-suara dan mencoba-coba bunyi-bunyi yang menghasilkan kata-kata. Semakin banyak dan sering orang tua bicara dengan bayinya, semakin besar kesempatan bayi terstimulai oleh kata-kata dan belajar bicara. Suara-suara yang ditimbulkan bayi merupakan awal dari kata-katanya.
  • Memberi kesempatan belajar. Bahasa merupakan kunci belajar. Penelitian membuktikan bahwa perkembangan berbahasa pada anak merupakan langkah awal sangat penting dalam keterampilan berpikir dan belajar, serta memberi dampak yang signifikan dalam keseluruhan proses pendidikannya kelak.
  • Membaca berawal dari bicara dan mendengarkan. Memabaca dan menulis dimulai dari banjir percakapan. Seorang pembicara dan pendengar yang baik akan menjadi pembaca dan penulis yang baik pula.

Bahasa Bayi dan Bentuk Rangsang

Usia 0 sampai 3 bulan:

  • Mengeluarkan suara-suara seperti “ah”, “ooh”.
  • Memberi reaksi bila ada suara-suara baru.
  • Merasa tenang saat mendengar Anda bicara dengan sura lembut.
  • Tersenyum pada Anda.

Usia 3 sampai 6 bulan:

  • Memperhatikan wajah Anda saat Anda berbicara.
  • Menangis dengan tangisan berbeda saat lapar.
  • Membuat keributan untuk mendapat perhatian.
  • Membalas percakpan Anda dengan suara-suaranya.
  • Tersenyum pada Anda dan anggota keluarga lain.

Rangsangan yang diperlukan:

  • Bicaralah terus dengan bayi saat memandikan, mengganti pakaian dan memberinya makan.
  • Sering-seringlah menyanyi.
  • Bermain sederhana seperti ciluk-ba.
  • Tunjukkan buku-buku bergambar dan buatlah cerita sederhana dari gambar yang Anda lihat.

Waspada!

  • Bila bayi tidak bereaksi terhadap suara Anda dan suara apa pun disekitarnya.
  • Bayi Anda tidak tersenyum atau bersuara saat terbangun.

Usia 6 sampai 12 bulan:

  • Paham namanya sendiri.
  • Mengerti kata-kata”bye-bye”, “kis bye”.
  • Mulai mengucap “baba” “dada” atau “papa”.
  • Tertawa dan mencoba mengucapkan kata-kata yang berarti.

Waspada!

  • Bila bayi Anda tidak menggunakan kata-kata dan suaranya.
  • Melainkan menggunakan gerak tubuh untuk meminta sesuatu.

Tips merangsang Otak Bayi

Bayi sangat senang menengar suara orang tuanya, dan menanggapi kehangatan serta cinta yang dirasakannya dalam kalimat-kalimat yang terucap, saat orang tua berbicra dengannya. Orang tua merasakan nikmatnya bicara dengan bayi, sementara bayi merasa dicintai dan merasa aman.

Seringnya anak mendengar orang tuanya berbicara, maka ia juga akan belajar memahami orang lain, belajar mengekspresikan pikiran dan perasaannya. Anak-anak yang dapat memahami orang lain dan mampu mengekspresikan pikiran dan perasaannya punya relasi dengan orang lain secara lebih baik dan memiliki harga diri yang kuat.

Selain memberikan sentuhan emosi, orang tua yang rajin berbicara mengembangkan otak bayi karena perkembangannya otak bayi terjadi sejak ia lahir sampai berusia 2 tahun. Saat bayi mendengar suara dan berbagai bunyi (kata) terjadilah hubungan dalam sel-sel otaknya yang semakin lama semakin kuat.

Bila hubungan antarsel tidak terjadi, sel-sel yang tak pernah digunakan itu hilang selamanya. Cara yang paling baik untuk merangsang dan memperkuat otak bayi dan merangsang keterampilan bicaranya adalah dengan mengajaknya berbicara.

Semoga sedikit informasi tentang “tips meningkatkan keterampilan bicara anak” yang pernah dibahas oleh Immanuella F. Rachmani dalam Majalah Ayah Bunda ini bermanfaat untuk tumbuh kembang si kecil.

Belum ada Komentar untuk "Tips Meningkatkan Keterampilan Bicara Anak"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel