Tips Menghadapi Situasi dan Pola Konsumsi Tidak Sehat ala dr Tan

Dunia semakin berubah, begitu pula dalam kondisi bisnis, dimana orang-orang banyak yang menghalalkan segala cara untuk bisa mendapatkan keuntungan besar, tanpa melihat efek yang ditimbulkannya. Bahkan era reformasi yang seharusnya dimaknai positif menjadi kebablasan, begitu pula dalam perkembangan makanan yang kita konsumsi secara harian juga mengalami hal yang sama. Kali ini ‘tips menghadapi situasi dan pola konsumsi tidak sehat ala dr Tan’ akan memberikan sedikit informasi menghadapi perubahan pola konsumsi tersebut.

Tips Menghadapi Situasi dan Pola Konsumsi Tidak Sehat ala dr Tan
Ilustrasi (Foto: elconfidencial.com)

Coba bayangkan apa yang terjadi kalau yang kita konsumsi adalah campuran bahan kimia, seperti temuan dan investigasi BPPOM baru-baru ini, beras dengan pemutih clorin dan tawas, tahu dan ikan dengan formalin, bahkan yang menyedihkan cendol ber-E coly, dan masih banyak temuan lainnya. Bahkan proses perlakuan awal semua jenis tanaman, buah dan lain-lain yaitu dengan pemupukan non organik (kimia). Efek jangka tertentu tersebut adalah timbulnya berbagai penyakit dan mungkin saja virus-virus baru mulai bermunculan.

Kiat dan Gagasan agar Terlaksana Pola Konsumsi yang Sehat

Ide bahasan ini memang sedikit berbeda, kalau biasanya yang dibahas dalam rubrik Konsultasi Nutrisi yang diasuh oleh dr Tan Shot Yen dalam Tabloid Nyata adalah tentang bagaimana bisa hidup sehat dengan makanan sehat, mulai dari bahan mentah sampai menghindari makanan dengan pengawet. Kali ini yang dibahas adalah gagasan untuk memulai hidup dengan nutrisi dan suplai makanan dengan sehat dan berimbang.

Menurut dr Tan, cita-cita awal menyehatkan masyarakat adalah dengan menjadikan para perempuan Indonesia menjadi insan-insan powerful, penuh informasi aktual yang dapat dipertanggungjawabkan. Perempuan-perempuan yang cerdas dan sehat akan menjadikan keluarga-keluarga yang cerdas dan sehat pula. Namun, begitu dunia kesehatan mulai disusupi dengan investasi dan kepentingan yang lain, maka manusia tidak lagi menjadi tujuan bagi dirinya, melainkan sebagai sarana untuk tujuan lain.

Baca juga: Antara Raw Food, Enzim & Umur Panjang.

Yang lebih tragis adalah iklan pun semakin liar dan tidak memiliki etika lagi. Iklan kesehatan bukan membimbing manusia menjadi penentu bagi kualitas hidupnya, namun malah membuat manusia bergantung pada produk tertentu.

Jadi menurut dr Tan, yang paling penting disini adalah tentang pemahaman. Semua bahan makanan yang masuk ke dalam mulut manusia tidak hanya berhenti di taste-buds, dan lidah yang menjanjikan kenikmatan. Tapi akan terus menimbulkan reaksi berantai yang menyebabkan reakai metabolisme.

Hal ini sama halnya “mencari uang bukan hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tapi ada nilai kerja yang membuat manusia menjadi makhluk luhur.”

Sama halnya dengan makanan tidak hanya mampir di mulut dan memberi kesenangan sesaat yang didapat dengan cara praktis, dengan memanjakan anak emas bernama lidah. Tapi kelanjutannya adalah malah merusak keseluruhan metabolisme tubuh.

Semoga informasi dan bahasan dengan judul “tips menghadapi situasi dan pola konsumsi tidak sehat ala dr Tan’ bermanfaat dan menjadi inspirasi untuk Anda dalam mulai melakukan hidup sehat.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Tips Menghadapi Situasi dan Pola Konsumsi Tidak Sehat ala dr Tan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel