Tips agar Kuliah Pascasarjana Tidak Putus di Tengah Jalan

Bisa melanjutkan jenjang pendidikan ke jenjang lebih tinggi menjadi sebuah kebanggaan bagi siapa saja yang bisa mendapatkannya. Termasuk jenjang yang lebih tinggi setelah S1, yaitu S2 atau S3. Namun diantara kebanggaan bisa melanjutkan pendidikan ke tingkat pascasarjana tersebut terkadang ada saja halangan yang menghadang, apalagi melanjutkan kuliah ke jenjang lebih tinggi membutuhkan banyak pengorbanan, baik waktu, biaya, tenaga dan pikiran. Bahkan banyak diantaranya yang terganjal  tesis atau disertasi molor yang mengharuskan mereka kehilangan waktu dan biaya. Tips agar kuliah pascasarjana tidak putus di tengah jalan  ini sengaja disampaikan untuk Anda, yang saat ini akan menempuh pendidikan pascasarjana atau yang sedang menjalani program perkuliahan agar proses kuliah bisa berjalan lancar dan bisa lulus tepat waktu.

Tips agar Kuliah Pascasarjana Tidak Putus di Tengah Jalan
Gambar ilustrasi (Foto: laroche.edu)

Banyak sekali informasi dan tips agar kuliah pascasarjana bisa berjalan lancar, kali ini tips yang akan disampaikan di bawah ini didasarkan atas berbagai referensi, salah satunya dari Panduan Memilih Program Magister yang diterbitkan oleh Tempo dalam rangka memberikan informasi tentang berbagai hal yang berhubungan dengan pendidikan magister.

Tips Kuliah S2 Cepat Selesai dan Tepat Waktu

Dapat diakui bahwa kuliah di jenjang pascasarjana sangat berbeda dengan belajar di jenjang sarjana. Kuliah pascasarjana sangat membutuhkan kemandirian dan ketahanan mental yang kuat. Untuk itulah dibutuhkan kiat-kiat khusus agar kuliah tidak putus di tengah jalan.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, sulitkah kuliah di program pascasarjana, khususnya S2? Katanya asal mau dan bersedia bekerja keras, sepertinya tidak terlampau sulit. Menurut Prof. Dr. Mulyadi, Apt, yang pernah menjabat Direktur Program Pascasarjana UGM, menyampaikan, jika di antara para mahasiswa program S2 ada yang baru lulus setelah dua tahun, hal ini lebih  disebabkan  karena persoalan di luar kampus. Bahkan ada pula yang dikeluarkan (drop out), namun umumnya bukan karena mereka tidak mampu, melainkan lebih karena kesibukan kerja.

Baca juga: Tips Sukses Bisnis Setelah Lulus Kuliah.

Menurut pengalaman lulusan program Magister Managemen Agrobisnis UGM, Tri Pramono Suko, “Kesulitan biasanya terjadi pada masa awal-awal perkuliahan. Persoalan pokoknya adalah mahasiswa baru harus mengubah pola belajar yang selama ini dijalani saat menemupuh program S1. Mahasiswa harus benar-benar aktif mencari bahan-bahan maupun literatur dalam waktu yang singkat.”

Bahan-bahan tersebut nantinya digunakan untuk presentasi paper individu atau untuk mengikuti diskusi di ruang kuliah. Apalagi saat metode bedah kasus menjadi model perkuliahan , seperti yang banyak dipraktekkan dalam program manajemen. Maka mahasiswa harus membaca banyak artikel yang berkaitan dengan kasus yang akan didiskusikan. Namun tenang saja, dengan kemauan keras mahasiswa baru akhirnya akan terbiasa dengan metode perkuliahan tersebut.

Selain kendala saat awal-awal perkuliahan, kendala yang sering terjadi adalah menyangkut kemampuan berbahasa Inggris, apalagi sebagian besar pengantar di kelas adalah Bahasa Inggris. Belum lagi tugas untuk membuat paper yang juga menggunakan Bahasa Inggris, mau tidak mau, mahasiswa harus terus meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris baik lisan maupun tulisan.

Selain hal di atas, masalah adaptasi dengan lingkungan juga perlu menjadi perhatian. Adaptasi dengan lingkungan tidak hanya berhubungan dengan cara belajar dan kemahiran berbahasa Inggris saja. Namun, adaptasi diperlukan pula bila kita akan mengambil program S2 di bidang yang berbeda dari yang kita pelajari di S1. Namun untuk masalah ini, Anda tidak perlu khawatir, karena sejumlah program pascasarjana telah menyelenggarakan kelas matrikulasi untuk mahasiswa baru yang bukan berasal dari jurusan yang sama. Kuliah ini dimaksudkan untuk memberikan dasar-dasar kuliah. Lama masa matrikulasi juga berbeda-beda.

Setelah mengikuti kuliah tatap muka yang biasanya ditempuh selama dua sampai tiga semester, mahasiswa berhak membuat tesis untuk program magister dan disertasi untuk program doktor. Dan untuk persiapan, beberapa universitas biasanya meminta mahasiswa mengikuti reading course tentang topik yang dijadikan tesis atau disertasi. Reading course yang dimaksudkan disini adalah membaca sejumlah artikel yang berhubungan dengan topik tesis  dan menganalisanya di sebuah paper yang dibimbing dosen. Setelah menyelesaikan reading course mahasiswa menyusun proposal tesis dari bahan-bahan tersebut. Selama penyusunan tesis, mahasiswa harus berkonsultasi dengan dosen pembimbing yang ditunjuk pimpinan program studi.

Bagaimana cara memilih topik tesis? Menurut Ferlyta Sari, seorang lulusan S2 Fakultas Psikologi UI, menyarankan agar mahasiswa S2 tidak memilih topik tesis dan lokasi penelitian yang terlalu sulit. Karena banyak mahasiswa pascasarjana yang menempuh kuliah sambil bekerja, sehingga Ferlyta menyarankan topik itu sebaiknya berkaitan dengan perusahaan atau instansi tempat kerja mahasiswa. Dari pengalaman teman-teman kuliahnya, penelitian yang dilakukan di perusahaan sendiri akan didukung pimpinan perusahaan tersebut.

Semoga informasi dan tips agar kuliah pascasarjana tidak putus di tengah jalan ini bermanfaat dan menjadi masukan untuk Anda dan kuliah yang sedang dijalani bisa berjalan lancar dan cepat lulus.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Tips agar Kuliah Pascasarjana Tidak Putus di Tengah Jalan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel