Kisah Sukses Mulia ala Jamil Azzaini

Siapa yang tidak kenal dengan sosok motivator sukses ini? Sejak merebaknya wabah pandemi Covid-19, cuplikan motivasinya ramai mencuat di berbagai media sosial dan yang menarik adalah kata-katanya menjadi pegangan dan bisa memotivasi setiap orang yang melihat videonya. Dialah Jamil Azzaini dengan proposal sukses mulia yang dicanangkannya bisa memberikan nilai positif setiap orang untuk maju. Begitu pula dengan kisah sukses mulia ala Jamil Azzaini sengaja ingin menunjukkan sekelumit kisah hidup Jamil Azzaini yang menginspirasi kita semua.

Kisah Sukses Mulia ala Jamil Azzaini
Jamil Azzaini (Foto: senangberbagi.id)

Begitu banyak informasi tentang kisah hidup orang sukses, begitu pula dengan kehidupan Jamil yang dimulai dari titik terbawah, dari keluarga yang tidak punya, dengan sedikit tekad kuat dan keberanian dan berani menikmati proses membuat Jamil menjadi sosok yang kuat dalam mengarungi kehidupan. Diantara berbagai kisah tentang Jamil Azzaini, tulisan dari Dharnoto yang pernah dimuat dalam Majalah Intisari Edisi No. 551 ini bisa memberikan informasi bagaimana sosok Jamil Azzaini ini.

Kisah Sukses Jamil Azzaini dengan Proposal Sukses Mulia

Siapa menyangka sosok Jamil Azzaini seorang motivator sukses pernah mengalami hidup yang kelam. Bahkan saat itu, Jamil dan keluarganya meninggalkan tanah leluhurnya di Purworejo menuju kawasan Metro Lampung Tengah dan menetap di sebuah gubuk beratapkan rumbia di tengah hutan wilayah Desa Sindang Sari, Lampung Selatan. Bapaknya yang dulu seorang kepala desa bekerja sebagai satpam dan guru mengaji di Perkebunan PTPN X (Saat ini PT Perkebunan Nusantara VII).

Hubungan pertemanan antara Jamil dengan anak asisten kebun tersebut membuat Jamil bisa menikmati fasilitas yang ada, seperti bisa nonton televisi, dan tahu tentang fasilitas yang ada disana, yaitu ada rumah dinas, televisi, mobil dinas dan sebulan sekali bisa jalan-jalan ke kota untuk belanja dan menikmati plesir.

Jamil iri? Tentu, tapi iri yang positif, meskipun menjadi anak keluarga termiskin, namun keinginannya melambung jauh. Setiap kali membeli buku tulis, dilembar pertama ia menulis; Nama saya Jamil, cita-cita insinyur pertanian. Seperti Pak Asisten! Itulah proposal hidup-nya.

Proposal hidup Jamil tidak hanya itu, “Proposal” bocah kecil kelahiran Purworejo tahun 1968 tersebut kemudian berlanjut: Rumahku besar. Ada mobil Jeep. Istriku cantik berambut panjng. Aku masuk tv dan bersalaman dengan Pak Harto. Aku juga menulis di koran. Uangku banyak, bisa pergi haji bersama Bapak dan Mamak. Aku tak mau miskin lagi, gak enak karena sering dihina.

Baca juga: Kisah Sukses Bukhari Usman.

Selesai menutup buku, Jamil pun hanyut pada aktivitas keseharian, bangun pukul 05.00 shalat Subuh, belajar sampai berangkat sekolah, pulang sekolah pun ngangon bebek sambil bermain di rumah pak asisten. Setelah Magrib, ia belajar dan mengaji.

Pernah suatu ketika, saat sang guru menanyakan cita-citanya, Jamil pun berteriak dengan lantang, “Insinyur Petanian”. Dan seisi kelas menertawakannya, termasuk gurunya. Karena tidak tahan diejek, ia pun menonjok anak yang mengejeknya. Dan karuan saja yang lain pun mengeroyok, bahkan kepala Jamil sampai berdarah karena dipukul dengan bambu.

Setelah tamat SD, Jamil masuk SMP, yaitu SMP Tri Bhakti Utama, namun Jmail harus membiayai sendiri sekolahnya. Tentu saja setelah shalat Subuh, Jamil harus menderas karet beku (latex) sampai puku 07.00 dan sebulan ia hanya digaji Rp. 4.000,-. Saat itu SPP disekolahnya sebesar Rp. 1.500,- kemudian ia pun pergi ke pasar untuk membeli makanan ringan dan dijual di SD dekat rumahnya.

Yang luar biasa, Jamil sering ditunjuk menggantikan guru yang absen, karena Jamil selalu rangking pertama. Kunci motivasinya terletak pada mantra ajaib (magic world) di setiap lembar pertama buku yang ditulisnya, seperti memberi kekuatan ketika harus mengayuh sepeda ke SMA Way Halim, Bandar Lampung, meskipun jaraknya 23 km dari gubuknya, berarti dalam sehari pulang pergi ia harus mengayuh sepanjang 46 km sehari.

Satu yang terus menyemangatinya, yaitu kata-kata bapaaknya, “Kamu harus terus belajar. Kalau kamu punya ilmu, nanti kamu akan dijaga oleh ilmu itu. Kalau punya harta, malah sibuk menjaga harta.”

Jamil pun menjawab dengan prestasi, dengan juara di berbagai lomba, baik di tingkat sekolah maupun antar sekolah.

Lulus SMA tahun 1987, Jamil diterima di Institut Pertanian Bogor tanpa tes. Tapi Ia tak punya uang sepeser pun. Berdua bersama Bapaknya, Jamil mendatangi orang terkaya di desa itu, untuk pinjam uang. Namun malah dihina, “Kalau miskin tak usah panjang angan-angan. Baru mau kuliah sudah pinjam uang, apa bertahun-tahun selanjutnya mau pinjam uang terus?”

Jamil menangis, dalam perjalanan pulang Bapak menghentikan sepedanya dan memeluknya, “Kamu harus jadi insinyur pertanian, biar tak dihina.” Jamil pun termotivasi, untuk mengganjal biaya hidup dan kuliah Jamil harus berjuaalan koran, buku dan kurma dari pitu ke pintu. Ia juga membuka usaha rental komputer, katering dan kerja serabutan lainnya.

Pada tahun 1992, Jamil akhirnya lulus dan menjadi Insinyur Pertanian. Mimpi dihalaman pertama buku tulisnya telah terwujud. Impan mengejar gelar S2 di IPB juga tercapai. Saat S1 IPK-nya tidak lebih dari 3, maka saat lulus S2 semua nilainya A, hanya satu yang B. Jamil pun masuk tv, menulis di koran, terkenal bahkan naik haji.

Kata Jamil:

Hidup seperti main film. Butuh skenario alias proposal, Andalah pemain utamanya.”

Tips Sukses Jamil Azzaini

Apa yang menjadi rahasia Jamil mewujudkan semua mimpinya? Terdapat tiga hal, yaitu:

  • Bintang terang.
  • Lingkungan positif.
  • Berani ambil risiko.

Bintang terang dalam hal ini adalah cita-cita yang harus dicapai. Target harus ditulis, terus menerus, untuk membakar semangat. Sedangkan lingkungan positif memberi kekuatan, jadi hindari lingkungan negatif yang setiap hari malah melemahkan semangat mencapai ‘bintang terang’. Sedangkan berani mengambil risiko akan mengajarkan kita tahu banyak cara untuk berkelit dari kegagalan.

Baca juga: Kisah Sukses A. Khoerussalim Ikhs, Pemilik Brand Country Donuts.

Proposal Hidup, menurut Jamil Azzaini, antara lain:\

  1. Sadari, setiap manusia itu mahakarya Allah dan amat spesial, tidak ada yang sama, baik fisik, karakter maupun tantangan yang dihadapi. Buatlah sesuatu yang spesial, agar hidup jadi bermakna.
  2. Tetapkan prestasi terbaik yang ingin diraih. Milikilah cita-cita luhur, yang didukung tekad kuat dan tindakan positif, suatu saat pasti terwujud.
  3. Jadilah ahli dibidangnya, dengan jalan menyukai dan menekuni profesi. Kehlian akan menghasilkan sesuatu termasuk kesejahteraan.
  4. Berusahalah sempurnakan hidup mulai dari sekarang. Dan biasakan membuat target dan laksanakan secara konsisten.
  5. Sempurnakan lingkungan Anda. Tetapkan guru expert, guru spiritual dan juga guru kehidupan.

Masih ada lagi resep untuk mencapai sukses ala Jamil Azzaini, yakni “rumus motivasi” dalam mengeber ketiga langkah optimalisasi diri, yaitu “Motivasi adalah TB (To Be) dikalikan TH (To Have) dikalikan V (Valensi)”.

TB adalah keinginan menjadi, TH adalah keinginan memiliki (materi), dan V adalah kemampuan menggerakkan potensi intelektual, emosional dan spiritual. Mereka yang mementingkan TH menurut Jamil adalah seorang profesional, sedangkan yang mementingkan TB dan V pasti seorang expert (ahli) yang meyakini TH akan datang dengan sendirinya bila TB dan V dilipatgandakan.

Menarik sekali motivasi yang didapatkan dari Jamil Azzaini. Semoga kisah sukses mulia ala Jamil Azzaini ini bermanfaat dan menginspirasi kita semua untuk hidup mulia dan sukses.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Kisah Sukses Mulia ala Jamil Azzaini"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel