Resensi Buku “Sosialisme Religius Suatu Jalan Keempat”

Ada apa dengan ideologi politik dunia sampai memunculkan paradigma baru yang berbeda, sampai terdapat ide dengan memunculkan sebuah ideologi ‘Sosialisme Religius’. Apakah ini menjadi suatu jalan tengah di antara ideologi yang sudah ada, yaitu kapitalis, sosialis, dan komunis. Bahkan ideologi tersebut sudah ada yang hancur dan bahkan membuat suatu negara tercerai berai. Resensi buku “Sosialisme Religius Suatu Jalan Keempat” ini sedikit banyak ingin memberikan suatu wacana tentang apa itu sosialisme religius.

Resensi Buku “Sosialisme Religius Suatu Jalan Keempat”
Buku “Sosialisme Religius Suatu Jalan Keempat”

Sejak terjadinya perubahan secara drastis mulai dari reformasi sampai dengan kondisi politik yang terjadi saat ini, wacana sosialisme religius dan Islam ‘kiri’ kembali menarik untuk diperbincangkan. Tema inilah yang menjadi ide utama dari buku dengan judul ‘Sosialisme Religius Suatu Jalan Keempat’ ini. Sebenarnya tulisan yang ada di buku ini adalah kumpulan tulisan dari para penulis yang merupakan para aktivis pergerakan mahasiswa.  

Identitas Buku:
Judul buku: Sosialisme Religius Suatu Jalan Keempat.
Editor: Muhidin M. Dahlan.
Penerbit: Kreasi Wacana
Tahun terbit: Cetakan I, Juli 2000.

Resensi Buku Non Fiksi “Sosialisme Religius Suatu Jalan Keempat”

Berbicara tentang ide, maka sebuah ide hanya kumpulan ide bila tidak dipraktekkan secara jelas. Hal yang sama juga terjadi dalam ide tentang sebuah topik sosialisme. Melalui telaah sosiohistoris, buku ini berusaha membuka tabir ‘secara radikal’ tentang segala asumsi teoritis dan opini umum, khususnya tentang perspektif ideologi sosialis–marxist atau secara Islami dengan mempresentasikannya dengan analisa yang konkrit.

Istilah sosialisme religius bukanlah hal baru dan asing, karena memang sosialisme religius sendiri inheren dalam agama itu sendiri. Dan paradigma ini yang dipakai Ali Syari’ati (1992) saat melakukan dekonstruksi atas bangunan falsafah kedua ‘kerajaan besar’ (sosialisme dan kapitalisme), yakni humanisme marxis dan humanisme liberal yang menurut Syari’ati kedua-duanya menyingkirkan filsafat kehidupan (batin) manusia.

Baca juga: Resensi Buku “Metroseksual Korban Kapitalisme Global”.

Buku ini adalah suatu bunga rampai yang sebagian besar isinya sudah disampaikan pada acara pesantren dengan tema “Sosialisme Religius dalam Sorotan Kaum Muda’ yang diselenggarakan Komunitas Jurnalistik Goresan HMI MPO Yogyakarta, pada tanggal 16 sampai 19 Februari 2000.

Ada yang menarik mengapa terdapat sub judul yang membuat penasaran tentang ‘Suatu Jalan Keempat’. Memang bisa dikatakan terlalu ambisius untuk menyatakan bahwa sosialisme religius nantinya akan menjadi ‘Jalan Alternatif’, sebagaimana telah ditorehkan pada tiga kanvas sejarah sebelumnya, yaitu “Jalan Ketiga” (sosial demokrasi ala Anthony Giddens), ‘Jalan Kedua’ (kapitalisme) dan ‘Jalan Pertama’ (Sosialisme).

Untuk itulah dalam kesempatan ini disampaikan sebagai paradigma yang sempat meredup dan hilang dari pergulatan wacana keagamaan, maka sosialisme religius patut untuk dipijarkan kembali saat melihat kondisi masyarakat yang sudah tidak memberikan makna secara menyeluruh.

Semoga sedikit resensi buku “Sosialisme Religius Suatu Jalan Keempat” ini bermanfaat dan bisa memberikan informasi tentang apa itu sosialisme religius dan mengerti apa yang dimaksud dalam buku ini. 

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Resensi Buku “Sosialisme Religius Suatu Jalan Keempat”"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel