Resensi Buku “Metroseksual Korban Kapitalisme Global”

Apa yang bisa Anda bayangkan tentang kata metroseksual? Kata ini memang mulai populer beberapa tahun lalu, namun banyak yang tidak memahami tentang makna metroseksual tersebut. Resensi buku “Metroseksual Korban Kapitalisme Global” sengaja ingin mengetahui apa sebenarnya yang terjadi tentang metroseksual dalam hubungannya dengan kapitalisme global.

Metroseksual itu sendiri sejatinya adalah sebuah istilah baru, yang merupakan kata majemuk dari padu padan dua istilah, yaitu metropolitan dan heteroseksual. Dan yang menarik, sebenarnya istilah ini sudah lama dipopulerkan, yaitu sekitar tahun 1994, yang merujuk pada kaum pria, khususnya yang hidup pada masyarakat post industri, dengan budaya kapitalis.

Resensi Buku “Metroseksual Korban Kapitalisme Global”

Identitas Buku:
Judul buku: Metroseksual Korban Kapitalisme Global.
Penulis: Zenan Asharfillah.
Penerbit: Zikrul Hakim
Tahun terbit: Cetakan I, Februari 2010.
ISBN: 978-979-063-563.

Resensi Buku Non Fiksi “Metroseksual Korban Kapitalisme Global”

Membaca judul buku ini memang akan membuat Anda penasaran, apalagi yang belum tahu dengan jelas apa itu metroseksual. Pada umumnya, buku ini berisi tentang metroseksual mulai dari perilaku sampai pembuktian bahwa ternyata metroseksual adalah jargon kaum industri dan para pemasar untuk menjual produk-produk mereka.

Bahkan bahasan tentang metroseksual termasuk dampaknya tidak dapat dilepaskan dari industri yang berkembang. Pada akhirnya semua ini sampai pada sebuah kesimpulan, bahwa metroseksual merupakan bagian strategi pemasaran yang tanpa disadari banyak orang telah menjadi budaya yang mendunia.

Penemuan dalam proses pencarian data tentang metroseksual mengarah pada pembuktian: dampak budaya metroseksual tidak hanya berakibat pada kanker (kantong kering), namun juga budaya secara umum, sosial, lingkungan, kesehatan (khususnya pada penyebaran penyakit) dan kerusakan dunia pada umumnya.

Baca juga: Resensi Buku "BTS – To All Youngsters Without Dreams".

Dari sisi ilmiah, tinjauan patologi kenormalan Erich From menekankan, dampak dari konsumerisme ala metroseksual adalah terjadinya kerusakan jiwa secara peribadi dan masyarakat. Yang ternyata dari sisi Islam pun, Ibnu Khaldun telah lebih dulu menegaskan tentang hal tersebut.

Sehingga tujuan hadirnya buku ini adalah tidak bermaksud mengubah pola budaya global karena temanya yang terlalu besar.

Wacana metroseksual menempati posisi bergengsi pada kelompok sosial tertentu, yang mampu menghipnosis mereka untuk mengejar predikat “kaum metroseksual”. Namun, di balik hal tersebut sesungguhnya metroseksual adalah sebuah wacana yang dimunculkan dan dilambungkan kaum industri dan pemasar global untuk menjajakan produk mereka, karena wacana ini tidak lebih dari strategi pemasaran belaka.

Pada bagian akhir, buku ini menyodorkan Islam sebagai solusi karena keluwesannya melampaui ruang dan waktu yang belum pernah terbayangkan oleh manusia. Seperti kasus saat industri melakukan segalanya demi mendapatkan keuntungan, justru timbul dampak buruk bagi manusia. Misalnya pemotongan hewan yang didahului dengan sengatan listrik, awalnya hanya merupakan efisiensi, bahkan sering digembar-gemborkan sebagai cara modern yang tidak kejam dalam menyembelih hewan bila dibandingkan dengan cara Islam, ternyata cara ini justru menjadi awal mula tersebarnya penyakit. Pada saat itulah, tampak betapa syariat yang memerintahkan menumpahkan darah saat menyembelih hewan dan dengan pisau yang tajam terbukti kebenarannya.

Kelebihan Buku “Metroseksual Korban Kapitalisme Global”

Buku ini setidaknya memberikan gambaran dan perspektif yang baru tentang cara hidup kita yang salah dan juga dampaknya bagi dunia dan diri kita secara langsung atau tidak langsung.

Selain itu, buku ini juga memberikan hal positif untuk memberitahukan pada kita untuk tidak terlarut dalam konsep metroseksual. Hal ini disarankan pada berbagai penelitian tentang metroseksual yang membuktikan bahwa ekses wacana ini bukan hanya menguras kantong, tetapi juga merusak tatanan sosial, lingkungan, dan juga membawa dampak buruk pada kesehatan yang siap mengantarkan pada kematian. Karena pada titik ini sejatinya kaum metroseksual adalah korban, yaitu korban dari kapitalisme global.

Semoga sedikti resensi buku “Metroseksual Korban Kapitalisme Global” ini bermanfaat dan bisa memberikan informasi tentang apa itu metroseskual dan juga kita tidak terlarut dalam budaya kapitalis yang sudah menyebar sampai dalam kehidupan sehari-hari.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Resensi Buku “Metroseksual Korban Kapitalisme Global”"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel