Program Magister Manajemen, Jembatan Teori dan Praktek

Program Magister Manajemen, Jembatan Teori dan Praktek - Telah menyelesaikan pendidikan S1 tentunya menjadi kebanggaan tersendiri. Begitu pula saat sudah memiliki karier, harapan ingin melanjutkan lagi jenjang pendidikan yang bisa mendukung karier tentunya sangat diimpikan. Diantara berbagai program S2 atau program pascasarjana maka program Program Magister Manajemen tentunya menjadi sebuah pilihan menarik.

Program Magister Manajemen, Jembatan Teori dan Praktek
Program Magister Manajemen (Foto: feb.uho.ac.id)

Apakah Program MM itu? Program Magister Manajemen atau yang disingkat dengan MM adalah gelar magister di bidang manajemen. Dan gelar MM diberikan kepada mereka yang sudah menyelesaikan program studi pascasarjana/strata 2(9S2) yang telah menyelesaikan pendidikan pada fakultas manajemen.

Program MM: Menjembatani Teori dan Praktek Bisnis

Masih ingat dengan MBA (Magister Business Administration), program ini merupakan sebuah program yang populer sebelum tahun 1993, sebelum diganti namanya menjadi program magister management (MM). Ada banyak hal mengapa program MM masih menjadi program S2 yang diminati, antara lain:

  • Banyak hal yang dijanjikan bagi peserta program MM ini. Para Master of Managemen (MM) akan dididik  agar bisa menjadi penata dan pengelola  (manajer) bisnis yang handal dan dibentuk menjadi agen perubahan dan mampu mengantisipasi perubahan di dunia bisnis.
  • Melalui program magister manajemen, mahasiswa bisa memilih kompetensi manajerial yang diinginkannya, apakah pemasaran, keuangan atau sumber daya manusia. Tentunya masing-masing lembaga penyelenggara program akan menawarkan pendekatan yang berbeda dalam menjalankan programnya.

Tentunya mencetak manajer yang siap pakai bukanlah pekerjaan yang mudah. Dalam proram pascasarjana tim pengajar harus merancang perkuliahan yang mendasari terbentuknyaa kompetensi terbaik bagi calon manajer yang sebagian besar dilakukan berupa diskusi dan studi kasus. Termasuk mata kuliah harus lengkap, mulai dari teknik presentasi, kemampuan menulis laporan, bernegosiasi, dan memfasilitasi rapat, serta teknik wawancara, etika bisnis sampai hal yang rumit misalnya Sistem Informasi Manajemen.

Baca juga: Tips agar Kuliah Pascasarjana Tidak Putus di Tengah Jalan.

Biasanya dalam praktek program pascasarjana dibedakan menjadi dua kelas, yaitu:

  • Kelas reguler, yang diperuntukan untuk mahasiswa yang belum berpengalaman kerja, dengan bidang studi Manajemen Pemasaran dan Manajeme Keuangan. Biasanya perkulahan diikuti 70 - SKS (Satuan Kredit Semester) yang harus ditempuh dalam 16 bulan.
  • Kelas eksekutif, yang diperuntukkan bagi meeka yang sudah berpengalaman kerja. Bahkan dalam kelas eksekutif pun dibagi menjadi dua kelas, yaitu Eksekutif Muda dan Eksekutif bagi yang berpengalaman kerja masing-masing dua dan lima tahun.

Ada yang mengatakan perkuliahan di MM sangat berat, seperti di Prasetiya Mulya Business School, beberapa mengatakan beratnya perkuliahan sudah sangat terasa sejak mengikuti tes masuk, yang harus dilalui melalui tes GMAT, bahasa Inggris, wawancara dengan persaingan yang cukup ketat. Perbandingan calon peserta dengan yang lulus tes masuk adalah 4:1 dan untuk kelas eksekutif 2:1.

Tentunya setelah lulus tes masuk, maka tingkat pendidikan juga berbeda dengan mengikuti pendidikan S1, di Prasetya Mulya para peserta akan dipaksa untuk memotivasi diri melakukan hal-hal penting secara mandiri atau dirinya akan tertinggal karena proses belajarnya sangat cepat. Sebelum memulai kelas setiap mahasiswa harus mempelajari terlebih dahulu bahan yang akan diajarkan dan didiskusikan bersama dosen. Kalau tidak pasti nggak ngerti apa yang dibicarakan dosen.

Selain pola pendidikan yang begitu ketat, seperti di Prasetya Mulya, kultur kompetisi sangat besar pengaruhnya, mulai dari tes, matrikulasi, saat trisemester, sampai bisa menerima kultur kompetisi dan bisa sukses bersaing di dunia kerja. Apabila mahasiswa lulusan MM tertempa oleh semangat kompetisi, maka mereka akan mudah mencari jalan memajukan perusahaan yang dikelolanya.

Semoga sedikit informasi tentang “Program Magister Manajemen, Jembatan Teori dan Praktek” ini sedikit banyak bisa memberikan gambaran tentang program pascasarjana khususnya Magister Manajemen.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Program Magister Manajemen, Jembatan Teori dan Praktek"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel