Emboli Paru-paru, Penyebab dan Pencegahannya

Baru-baru ini di sebuah media elektronik, diberitakan tentang seorang wanita muda yang sedang mengandung tiga bulan dan mendadak meninggal dunia, hanya beberapa menit setelah sesak napas. Tentu saja hal ini membuat siapa pun heran, termasuk kita yang awam. Apalagi wanita tersebut tidak pernah mengidap penyakit berat seperti kelainan jantung, asma atau bahkan tekanan darah tinggi. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, ternyata kematian ibu muda tersebut disebabkan oleh emboli paru-paru. Hal inilah yang membuat kita semua penasaran, apalagi yang awam, untuk itu pada kesempatan akan disampaikan sedikit informasi tentang emboli paru-paru penyebab dan pencegahannya.

Emboli Paru-paru, Penyebab dan Pencegahannya
Emboli Paru-paru (Foto: kminjurylawyers.com)

Rasa ingin tahu dan penasaran memang hal yang wajar, apalagi kesadaran masyarakat akan kesehatan sudah mulai tumbuh. Dari berbagai referensi yang ada, terdapat tulisan menarik tentang emboli paru-paru yang ditulis oleh dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), DTM & H, MARS dan dr. Ratnawati yang pernah dimuat juga dalam Kumpulan Artikel Kesehatan Intisari.

Apa itu Emboli Paru-paru

Emboli paru-paru adalah tersumbatnya sistem aliran darah ke paru-paru secara mendadak. Seperti kita ketahui bersama, paru-paru adalah salah satu organ tubuh yang menjadi tempat masuknya oksigen (O2) yang sangat berguna bagi tubuh, serta keluarnya karbondioksida (CO2) yang merupakan sampah yang bisa membahayakan. Hal ini berarti seluruh darah di dalam tubuh pasti melewati paru-paru untuk membuang CO2 yang tidak berguna dan menerima O2 yang segar.

Menurut dr Tjandra, pembuluh darah di paru-paru memiliki dua jenis, yaitu:

  • Arteri atau pembuluh darah yang membawa O2 keluar dari paru-paru.
  • Pembuluh vena (pembuluh balik) yang membawa CO2 dari seluruh tubuh ke paru-paru untuk kemudian dibuang.

Maka tidak heran kalau organ tubuh yang satu ini sangat kaya akan pembuluh darah. Di satu sisi hal ini menguntungkan karena sebagai tempat proses pertukaran gas, sedangkan di sisi lain paru-paru memiliki risiko terjadinya penyumbatan aliran darah.

Penyebab Emboli Paru-paru

Menurut dr Tjandra, terjadinya emboli paru-paru bisa hanya terjadi sebagian saja, namun bisa juga terjadi secara total, yang diakibatkan berpindah atau bergeraknya suatu gumpalan dari aliran darah. Bahan yang tidak larut dan masuk dalam aliran darah menuju paru-paru tersebut dikhawatirkan bisa menyangkut di paru-paru.

Emboli kecil sebenarnya sering terjadi, tetapi tidak diketahui oleh pasien maupun dokter yang memeriksanya karena tidak terasa. Sebagian besar kasus emboli disebabkan oleh terlepasnya serpihan pembuluh darah balik yang letaknya di tungkai bawah, daerah rongga panggul dan jantung kanan. Penyebab lainnya bisa juga terjadi yang disebabkan emboli lemak, udara dan juga cairan air ketuban serta emboli lain yang tidak diketahui penyebabnya.

Baca juga: Akupunktur untuk Anak Pengidap Asma.

Bahkan terdapat penyebab emboli lain, seseorang akan lebih mudah terkena emboli paru-paru saat sedang dalam kondisi berisiko tinggi, seperti dalam keadaan imobilisasi (pasien diminta tidur diam atau tidak bergerak untuk jangka waktu yang lama) sehabis operasi dan atau patah tulang.

Terdapat hal yang harus diketahui tentang pasien yang tidak diperkenankan makan setelah operasi sebelum mengeluarkan gas atau kentut yang ternyata tidak ada huhungannya langsung dengan  emboli paru-paru.

Puasa setelah operasi, diperlukan untuk menunggu kembalinya aktivitas usus yang ikut tertidur setelah tertekan oleh obat-obat anestesi. Bila usus yang belum berfungsi normal sudah diisi dengan makanan, pasien bisa mengalami sakit perut.

Yang memiliki risiko tinggi terkena emboli adalah mereka yang mengalami penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah balik, penyakit jantung kongesgif, shock akibat perdarahan hebat dan juga dehidrasi. Keadaan tersebut bisa semakin berat pada usia lanjut atau pada orang yang mengalami kegemukan.

Bahkan pada penakit polisitemia vera yaitu kelainan unsur sel sumsum tulang akibat terjadi penambahan jumlah total sel darah merah, penyakit sikel sel (sel darah merah abnormal berbentuk bulan sabit), penyakit keganasan, dan terkadang terjadi pada ibu hamil, bila terjadi peningkatan pembekuan darah dalam pembuluh darah secara abnormal, akan mudah terjadi emboli.

Selain itu, emboli paru-paru bisa terjadi dikarenakan kerusakan dinding pembuluh darah akibat trauma atau peradangan, sehingga bekuan darah mudah melekat pada dinding pembuluh darah.

Pencegahan Emboli Paru-paru

Sebenarnya gejala timbulnya emboli sangat bergantung pada besar kecilnya emboli serta kesehatan paru-paru dan jantung penderita sebelum terjadinya serangan. Pada emboli yang memiliki ukuran besar, gejalanya bisa berupa sesak napas diikuti nyeri dada, demam yang tidak terlalu tinggi, batuk dahak berdarah, berdebar-debar, tekanan darah menurun dan terjadi pelebaran pembuluh darah balik di leher. Sedangkan pada emboli kecil, akan terlihat dengan jelas saat berolahraga dengan gejala sesak napas.

Kematian mendadak yang sering terjadi pada penderita emboli paru-paru terjadi yang disebabkan tidak mengalirnya darah ke paru-paru karena adanya sumbatan. Seseorang yang terserang emboli paru-paru hendaknya tidak melakukan banyak gerakan, sehingga sumbatan tidak akan berjalan dan akan menyumbat pembuluh darah balik di paru-paru.

Dalam keadaan penderita mengalami gawat napas, pertolongan pertama yang bisa dilakukan, dengan cara pasien ditenangkan, tidak boleh bergerak, dan segera diantar ke instalasi gawat darurat untuk segera dibantu pernapasannya dengan oksigen.

Pencegahan emboli paru-paru, bisa dilakukan dengan:

  1. Hindari terjadinya penyakit pembuluh darah dengan mengonsumi makanan sehat, tidak merokok, olahraga secara teratur, dan rutin memeriksakan diri ke dokter dan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.
  2. Rawat dengan baik bila diketahui sudah menderita penyakit wasir, varises, dan juga yang harus diperhatikan adalah berhati-hati setelah melakukan tindakan operasi tungkai. Hal ini disebabkan penyakit ini erat hubungnnya dengan pembuluh darah balik yang memudahkan seseorang terkena emboli paru-paru.

Itu dia, sedikit informasi tentang emboli paru-paru penyebab dan pencegahannya. Semoga menjadi referensi dan bermanfaat untuk Anda.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Emboli Paru-paru, Penyebab dan Pencegahannya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel