Batik Solo

Siapa yang tidak kenal batik? Sejak sekolah dasar kita semua sudah diperkenalkan batik sebagai seragam sekolah, bahkan saat ini banyak instansi dan perusahaan besar juga sudah menggunakan batik pada hari-hari tertentu. Tentunya hal ini membuat bangga kita semua. Di Indonesia sendiri, batik memiliki jenis dan motif yang berbeda-beda, mulai dari batik Madura, batik Pandalungan, batik Papua, batik Solo, batik Jogja dan masih banyak jenis batik di Indonesia yang bisa dibahas.

Kali ini yang akan dibahas adalah tentang batik Solo, tentu saja terlepas dari keberadaan pasar batik terbesar di Indonesia, yaitu Pasar Klewer, namun memang membahas batik memiliki daya tarik tersendiri. Bahkan tulisan tentang batik ini pun terinspirasi dari tulisan I Gede Agung Yudayana yang pernah dimuat dalam Majalah Intisari Edisi No. 551.

Batik Solo dan Penjelasannya, Sebuah Alternatif Wisata di Kota Solo

Di Solo, sampai saat ini terdapat dua perkampungan batik, meskipun sebelumnya pernah mengalami mati suri. Kampung tersebut adalah Laweyan dan Kauman. Kampung Laweyan sendiri dulunya adalah bagian dari Kerajaan Pajang (1546), yang berada di bagian barat daya Surakarta. Kampung dengan luas 24 hektar ini berada di Kecamatan Laweyan. Berdasarkan sejarah Surakarta, perkampungan tenun ini memiliki andil yang cukup besar terhadap perkembangan batik di Solo.

Batik Laweyan adalah batik yang berbasis pada masyarakat. Pada jaman dahulu, Kampung Laweyan, memang dipersiapkan sebagai kawasan industri. Maka tidak heran, rumahnya besar-besar, ada halamannya, dan juga ada pabrik sebagai tempat produksi.

Berdasarkan informasi, setelah tidak terdengar lagi namanya sejak tahun 1960-an, maka pada tahun 2004 Laweyan kembali hidup sebagai kampung batik. Dan yang menarik, perkampungannya pun ditata, bahkan di lima jalan masuknya dari Jln. Dr. Rajiman, dipasang papan nama “Kampoeng Batik Laweyan”.

Batik Solo
Kampoeng Batik Laweyan (Foto: video.tribunnews.com)

Jalan-jalan diperbaiki, dan dibuatkan juga penunjuk arah. Khusus di perempatan jalan di dekat bekas Pasar Laweyan, juga dibuatkan Tugu Batik, dan tidak lupa dibuatkan shelter becak wisata yang siap mengantarkan para pengunjung berkeliling Laweyan.

Gerai batik di Kampung Laweyan menyediakan produk batik dengan beragam jenis dan kelas. Ada batik cap, batik etsa, batik tolet, dan ada juga batik tulis. Jenis batik tersebut menentukan harga produk batik tersebut.

Selain bisa mendapatkan batik yang Anda inginkan, Anda bisa belajar membatik, mengetahui tentang perkembangan batik Laweyan, dan sejarah Kampung Laweyan. Yang unik, di Kampung Laweyan, Anda bisa menjumpai pembatik laki-laki.

Baca juga: Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Dalam rangka pengembangan Kampung Laweyan, maka pada setiap tanggal 25 diadakan kegiatan budaya dalam berbagai bentuk, mulai sarasehan, pagelaran seni tari dan pameran.

Kampung Kauman, Pilihan Wisata Batik di Solo

Selain Kampoeng Batik Laweyan, terdapat kampung batik lainnya, yaitu Kampung Kauman. Kampung Kauman secara administratif merupakan bagian dari Kecamatan Pasar Kliwon, Solo. Dengan batasnya, batas utara Jln Slamet Riyadi, batas barat Nonongan, batas selatan Soyudan, dan batas timurnya alun-alun.

Keberadaan Kampung Kauman ini juga tidak lepas dari Keraton Surakarta. Kampung ini dibangun bersamaan dengan berdirinya Masjid Agung, selain itu disini menjadi tempat bermukimnya para ulama pada masa lampau.

Bahkan karena letaknya yang strategis, dekat dengan keraton, terdapat pusat religinya, dekat dengan pasar, dan juga dikelilingi pusat bisnis yang sudah tertata sejak jaman lampau, maka wajar kalau warga Kauman tidak hanya menjadi ulama abdi dalem kraton, namun juga penghasil batik, kuluk (topi), samir dan makanan khas untuk keraton.

Sama halnya di Kampung Laweyan, di Kampung Kauman juga terdapat berbagai ragam produk bahan batik, selain itu Anda juga bisa belajar membatik.

Pasar Klewer Pasar Batik Terbesar di Indonesia

Masih penasaran dengan batik Solo, Anda bisa mengunjungi pasar Kkewer yang merupakan batik terbesar di Indoneaia yang dibangun tahun 1970-an. Lokasinya berada di sebelah barat Keraton Kasunanan Surakarta. Dari Kampung Kauman Anda bisa berjalan kaki atau naik becak.

Di Pasar Klewer ini dijual berbagai macam jenis batik, baik untuk anak-anak maupun dewasa, untuk pria dan wanita. Untuk jenis batiknya mulai dari batik cap sampai batik tulis.

Itu dia, sedikit informasi tentang “Batik Solo”. Semoga bermanfaat.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Batik Solo"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel