ASI yang Tak Tergantikan

Siapa yang tidak tahu dengan ASI? Yang pasti siapa pun pasti tahu apa itu ASI. ASI atau air susu ibu adalah air susu dari ibu yang sangat sehat dan bergizi. Banyak pertanyaan tentang ASI yang tak tergantikan oleh apa pun, meskipun itu susu kaleng. Bahkan pertanyaan yang berhubungan dengan ASI juga dibahas dalam Rubrik Konsultasi Kesehatan yang diasuh oleh dr Tan Shot Yen, yang pernah dimuat juga dalam Tabloid Nyata.

Terdapat satu pertanyaan menarik tentang ASI yang bisa disampaikan disini yaitu tentang keresahan karena adanya bakteri dalam susu formula. Mengapa banyak ibu resah? Hal ini disebabkan karena kebanyakan para ibu ini masih bekerja, maka tidak setiap saat bisa memberinya ASI. Namun kekhawatiran juga masih terjadi, yaitu tentang kandungan gizi susu setelah dipanaskan lebih dari 70 derajat.

ASI Eksklusif adalah Air Susu Ibu yang Tidak Tergantikan

Seperti kita ketahui bersama bahwa tidak ada sesuatu apa pun yang bisa menggantikan ASI. Menurut dr Tan, faktor kepepet sering dijadikan alasan untuk mengganti ASI dengan susu formula. Bahkan ibu yang bekerja bukan alasan yang tepat untuk mengganti ASI dengan zat gizi lainnya. Seseorang ibu yang sambil bekerja seharusnya masih bisa memeras susunya, kemudian dimasukkan ke dalam botol steril untuk diberikan pada bayi ketika ibu bekerja. Semakin ASI dirangsang pengeluarannya, maka akan semakin deras ASI yang dihasilkan.

ASI yang Tak Tergantikan
Ibu dan bayi (Foto: stillkissen-bezug)

Menurut dr Tan, tentang kontroversi susu, bukan hanya adanya bakteri yang membuat kita tidak lagi memberikan susu pada anak selain ASI. Seandainya bakteri sudah bisa diatasi, susu kaleng atau cair mengalami proses sterilisasi atau pasteurisasi (supaya anti hama) di pabrik yang justru menghilangkan kandungan gizi susu yang sebenarnya.

Maka agar kandungan gizi kembali masuk dalam susu, maka pabrik dengan sengaja menambahkannya dan hal ini bukan proses alam. Contohnya, kandungan lemak kolestrol susu sudah berubah menjadi rancid (bahasa awamnya tengik, tapi tidak berbau) akibat proses pabrik, dan hal ini menjadi pemicu kanker di kemudian hari dan juga kerusakan pembuluh darah.

Baca juga: Tips Mengatasi ASI Tidak Keluar.

Begitu pula kalsium yang sudah melalui proses pabrik akan menjadi zat kapur yang mudah melapisi dinding pembuluh darah manusia sehingga penebalan dan pengkakuan pembuluh darah di usia selanjutnya menjadi lebih mungkin.

Menurut dr Tan, sudah terlalu banyak informasi (yang sayangnya tidak pernah sampai ke publik) tentang kerugian mengonsumsi susu dari pada kebaikannya yang sudah menjadi sekadar mitos.

Sapi-sapi di peternakan pun saat ini tidak lagi mengonsumsi rumput seperti zaman dahulu. Pakan sapi sudah buatan manusia, yang menimbulkan masalah bagi sapi itu sendiri. Belum lagi suntikan hormon pertumbuhan sapi (bovine growth hormone) yang membuat sapi tumbuh kebih cepat besar dan hal ini masih terkandung dalam air susunya. Hormon ini berakibat buruk bagi pertumbuhan anak kita (yang bukan anak sapi).

Belum lagi protein susu (kasein) 300 kali lebih tinggi dari ASI yang mengakibatkan kotoran bayi menjadi keras dan menderita sembelit.

Pada umur 1 tahun merupakan saat dimana anak sudah mengenal makanan padat. Pada umur ini anak bisa diajari untuk mencintai sayur, buah, protein ikan, telur dan tempe.

Itu dia, sedikit informasi tentang ASI dengan judul “ASI yang tak tergantikan”. Semoga bermanfaat dan menjadi referensi untuk Anda agar selalu memberikan ASI eksklusif pada bayi yang Anda sayangi.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "ASI yang Tak Tergantikan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel