Tips Menghadapi Kekalahan

Tips Menghadapi Kekalahan - Dua hari ini daerah kami sedang dilanda pesta demokrasi yang begitu meriah, dalam satu kabupaten diadakan pemilihan kepada desa secara serentak. Tentu saja segala daya upaya dikeluarkan untuk bisa menjadi pemenang dalam pemilihan untuk menjadi orang nomor satu di masing-masing desa. Yang menarik adalah pemilihan kades (kepala desa) di desa kami yang hanya diikuti dua orang saja, namun yang menarik dua orang tersebut adalah suami istri. Sebenarnya calon tersebut adalah calon tunggal, tetapi menurut kabar berita karena tidak boleh ada calon melawan gambar kosong akhirnya si istri menjadi calon penantang petahana. Ada lagi yang menyedihkan ada calon yang baku hantam karena nilai suaranya kecil dan menganggap calon lainnya curang.

Tips Menghadapi Kekalahan
Ilustrasi pemilihan calon kepala desa (Foto: antarafoto.com)

Sebenarnya di setiap pertandingan atau perlombaan pasti ada menang dan ada kalah. Bagi yang menang pasti meluapkan kegembiraan karena yang diharapkan terwujud, namun yang kalah harus memiliki sikap legowo atau dengan hati besar menerima kekalahan tersebut. Dan yang menyedihkan adalah bagi yang kalah dan tidak menerima kekalahan tersebut, apalagi untuk bisa menang harus berhutang sedemikian besarnya, tentu hal ini akan jadi masalah.

Cara Bijak Menghadapi Kekalahan

Kisah yang disampaikan di atas hanya sebagian cerita yang terjadi di masyarakat. Masih ingatkah Anda beberapa tahun saat dilaksanakannya pemilu tahun 2019 yang lalu, dibalik riuhnya pesta demokrasi ada kisah sedih dan pilu saat para caleg tersebut gagal.

Kondisi tersebut menunjukkan betapa rapuhnya kondisi mental para caleg dan para calon kandidat pemilihan tersebut. Sejuta harapan di benak mereka, ambisi yang menjulang tinggi, namun tidak bisa menakar kemampuan sendiri. Dan yang lebih parah adalah ketidaksiapannya dengan berbagai kemungkinan terburuk, yang akibatnya tatkala harapan tidak tercapai, banyak yang shock dan tidak bisa menerima kenyataan.

Baca juga: Menciptakan Kesuksesan dengan Optimisme.

Menurut Anthony Dio Martin, seorang personal inspirator, penulis dan trainer yang tulisannya pernah dimuat dalam Majalah Intisari Edisi No. 552, yang menyampaikan bahwa terdapat 5 (lima) alasan mengapa mereka terguncang jiwanya, bahkan ada yang meninggal saat mengalami kekalahan, antara lain:

  1. Alasan finansial. Dengan biaya yang begitu besar yang sudah dikeluarkan, hal ini menjadi pukulan berat apalagi semua uang tersebut melayang tanpa hasil. Ditambah lagi uang yang digunakan tersebut dari hutang, apalagi hutang bank. Membayangkan bagaimana harus membayarnya saja sudah cukup membuat seseorang menjadi gila.
  2. Alasan mental. Hal ini berhubungan dengan ketidakmampuan dalam mengelola stress dan mental yang rapuh. Ada yang dengan mudah menerima kekalahan, namun ada juga yang malah shock. Seharusnya mereka sudah mempersiapkan mental sebelum bertarung. Jangan hanya siap menang, tapi juga siap kalah.
  3. Harapan yang berlebihan. Mereka seperti yang disampaikan di atas, sudah membuat prediksi terlalu berlebihan, namun tidak membuat skenario terburuk seandainya terjadi kekalahan.
  4. Merasa malu. Biasanya mereka sudah terlanjur obral janji dan sok menjadi orang penting. Sebelum dilaksanakan pemilihan, rumah mereka mendadak ramai, banyak orang berdatangan. Namun ketika kalah, mereka ditinggalkan dan ditertawakan.
  5. Alasan kepahitan. Di beberapa daerah, terdapat para calon yang kalah dan marah pada tim suksesnya. Mereka ini menuduh, kinerja tim sukses yang menjadi sumber kekalahan.

Terlepas dari apa pun yang terjadi, hal ini menjadi pelajaran berharga. Para calon yang mencalonkan diri pada kedudukan apa pun, harus dibekali kemampuan mengelola emosi yang baik, khususnya dalam menghadapi situasi menang-kalah. Keduanya adalah ujian bagi kematangan karakter peserta dan juga para pendukungnya.

Bahkan pepatah lama ‘Menang dan kalah adalah hal yang wajar’ perlu menjadi bahan refeksi. Bahkan Abraham Lincoln sebelum menjadi Presiden Amerika Serikat pernah gagal berkali-kali, dan Lincoln tidak menyerah. Maka dalam sebuah kompetisi, jangan hanya bersiap untuk menang, namun juga menyiapkan skenario terburuk. Itu sebabnya sangat penting memiliki Plan B, yaitu ‘Apa yang akan Saya lakukan seandainya tidak terpilih?’

Maka jadikan kekalahan sebagai pelajaran dikemudian hari agar bisa menang. Kekalahan merupakan message untuk memperbaiki. Ada pepatah, ‘Kekalahan tidak sama dengan kegagalan. Kegagalan yang sesungguhnya adalah tatkala kita kalah, dan tidak pernah bangkit kembali!’

Daripada meratapi kegagalan, lebih baik cepat-cepat sadar, bangun, dan melangkah ke depan untuk menata kehidupan menjadi lebih baik”

Percayalah, kemenangan utama tidaklah didapat dengan cara-cara instan. Banyak caleg yang membeli kursi. Hal ini sebenarnya sangat memalukan. “Jauh lebih baik kalah dengan terhormat dan tetap memiliki integritas, daripada menjadi caleg dengan menggunakan secala cara”.

Semoga tips menghadapi kekalahan yang terinspirasi dari kehidupan nyata dan tulisan Anthony Dio Martin, seorang personal inspirator, penulis dan trainer bermanfaat dan menjadi referensi bagi Anda untuk bangkit dari kekalahan.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Tips Menghadapi Kekalahan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel