Kisah Sukses Larry Page dan Sergey Brin dengan Mesin Pencari “Google”

Era digital, begitulah orang menyebut masa kini dengan segala sesuatunya yang berhubungan dengan internet dan teknologi. Di balik kemajuan teknologi yang sangat pesat saat ini, kebutuhan informasi menjadi hal utama. Dan dalam kehidupan sehari-hari, diantara berbagai pilihan mesin pencari informasi, Google masih menjadi urutan pertama yang digunakan masyarakat. Apalagi semenjak merebaknya wabah pandemi Covid-19, pengguna Google naik drastis sebagai efek work from home. Tertarik dengan kemajuan Google, maka di bawah ini akan disampaikan kisah sukses Larry Page dan Sergey Brin dengan mesin pencari “Google” yang mendunia ini.

Berbicara tentang Google yang sudah mendunia, banyak orang yang terheran-heran, bagaimana bisa situs Google yang bersahaja ini bisa menjadi mesin uang. Padahal dulunya Google hanya hasil penelitian yang sempat ditawarkan ke portal-potal besar dan ditolak.

Kisah Sukses di Balik Google

Menarik sekali membicarakan kisah sukses Larry Page dan Sergey Brin ini. Kisah sukses ini diawali dari kondisi di tahun 1900-an, saat itu web seperti wild west-nya dunia nyata. Dan jutaan orang mulai berkomunikasi melalui e-mail, sedangkan jumlah situs semakin bertambah. Namun, sayangnya kinerja mesin pencari atau search engine saat itu sangat jauh dari harapan. Hasil pencariannya pun tidak beraturan.

Situs pencari yang dianggap sukses saat itu, yaitu Yahoo! dan Alta Vista sudah lumayan, namun Yahoo! hanya mengurutkan informasi berdasarkan abjad sehingga tidak mampu memberikan kepuasan untuk kepentingan data. Begitu pula dengan Alta Vista yang hanya menawarkan banyaknya link, yang belum fokus. Untuk mendapatkan informasi yang diinginkan, pencari data bisa menghabiskan waktu berjam-jam.

kisah sukses Larry Page dan Sergey Brin dengan mesin pencari “Google”
Larry Page dan Sergey Brin (Foto: thehawkletter)

Kemunculan Google diawali dari keinginan Larry Page yang ingin menyelesaikan gelar doktornya. Larry Page memiliki tekad untuk menyempurnakan sistem pencarian informasi dengan menyortir urutan data, sehingga berawal dari urutan data yang paling penting. Page saat itu berani mengklaim  sanggup mendownload seluruh website  yang ada di dunia maya ke dalam komputernya dalam waktu singkat. Saat itu banyak orang yang meremehkan apa yang disampaikan Larry Page.

Bahkan sampai saat ini setelah Google menjadi nomor satu dan merajai, dengan hasil puluhan juta pencarian setiap harinya, dengan menggunakan berbagai bahasa di dunia, masih banyak orang yang bertanya-tanya kok bisa Google menghasilkan data dengan lengkap dan cepat.

Tahun 1996 sepertinya menjadi tahun semangat bagi Larry Page, karena saat itu dia mendapatkan suntikan semangat dengan bergabungnya Sergey Brin, yang merupakan jago matematika.

Saat itu, Page menyadari bahwa pekerjaan yang dianggapnya mudah, ternyata sangat rumit dan sulit, sehingga butuh waktu yang lama untuk mewujudkannya. Selain itu, Page juga mengalami masalah keuangan, karena saat menjalankan program ‘laba-laba’ untuk menjaring informasi dari web, Page butuh dana sebesar $20.000,-.

Pantang menyerah menjadi semangat dua orang ini untuk meraih mimpinya. Page sendiri sangat yakin pada teorinya bahwa menghitung jumlah link yang menunjuk ke sebuah situs web adalah salah satu cara untuk memeringkat popularitas sebuah situs. Dengan kata lain, situs yang lebih banyak dirujuk dianggap lebih penting dari pada situs yang memiliki sedikit rujukan. Cara memeringkat ini kemudian dikembangkan menjadi sistem Pagerank.

Nama “Google“ sendiri berawal dari ide Page, saat itu sekitar tahun 1997 Page sedang meluncurkan mesin pencari primitif dengan nama BackRub, yang mulai mencari dan mengumpulkan informasi di internet, dalam bentuk link-link yang disusun berdasarkan prioritas keterkaitan. Dan saat itu, untuk pertama kalinya terdapat cara untuk mencari sesuatu di internet dan bisa menemukan jawaban yang berguna dengan cepat. Nah disinilah awal penggunaan nama Google sampai sekarang. Briin dan Page merasa kurang cocok dengan nama BackRub. Dan tiba-tiba muncul gagasan dari Page dengan nama ‘Gooolplex’ Larry pun menyukainya , dan diketikkaanlah nama g-o-o-g-l-e pada komputer dan tanpa menyadari bahwa terjadi salah eja. Malam itu juga Larry mendaftarkannya dan menuliskan dengan nama Google.com.

Jatuh Bangun dalam Membangun Google

Penolakan demi penolakan diterima founder Google, mulai dari Alta Vista - Digital Equipment Corp, sampai menawarkan PageRank pada Excite namun berujung pada penolakan. Sampai akhirnya penolakan juga diterima dari Yahoo!. Bahkan pendiri Yahoo! David Filo menyarankan Page dan Brin untuk mendirikan perusahaan sendiri.

Ditengah keputusasaan karena penolakan, dan terinspirasi dari David Villo akhirnya PageRank tidak dijual pada pihak ketiga, dan berupaya menyempurnkan PageRank.

Baca juga: Kisah Sukses Steve Jobs.

Ditengah kebimbangan, angin segar muncul, dibantu dosen mereka di Stanford, yaitu David Cheriton, Page dan Brin kemudian dipertemukan dengan Andy Bechtolsheim, yaitu seorang raja komputer dan inventor legendaris yang sukses membantu para pengusaha baru. Pertemuan dengan raja komputer sepertinya menjadi takdir baik, tanpa berpanjang lebar, Bechtolsheim langsung menulis cek sebesar AS $100.000 untuk Google Inc. Bechtolshiem bahkan tidak tahu kalau Google saat itu belum ada. Baru pada 7 September 1998, Page dan Brin mendirikan Google Inc, membuka rekening pertama dan mendepositokan AS $ 100.000 cek Bechtolsheim. Dengan berkembangnya waktu modal Google Inc bertambah menjadi AS $ 1 juta hasil patungan keluarga dan teman-teman Page dan Brin. 

Berbicara tentang tempat usaha, pada awalnya tempat Google hanya sebuah rumah di kawasan Menlo Park yang disewa sebesar AS $1.500 per bulan, namun lima bulan kemudian mereka pindah ke area perkantoran di University Avenue di kawasan bisnis Palo Alto.

Siapa yang mengira promosinya dari mulut ke mulut, e-mail dan instant messaging, namun bisa menyebar dengan cepat seperti virus. Bahkan Google yang saat itu masih berstempel beta (uji coba), dengan jumlah karyawan hanya 8 orang bisa menembus daftar “Top 100 Websites and Search Engines” versi PC Magazine tahun 1998.

Unik, hanya dengan menggunakan komponen PC yang murah yang dipadu dengan perangkat lunak buatan sendiri sampai bisa menjadi superkomputer kecil, memungkinkan mereka menangani, baik permintaan pencarian yang semakin banyak dan juga download web yang semakin besar. Dan pada akhir tahun 1999, order pencarian yang diterima Google sudah mencapai 500.000 per hari.

Tidak Tergoda dengan Laba yang Besar

Dengan berkembangnya bisnis yang dijalankan Page dan Brin ditambah iklim usaha di Silicon Valley yang mulai booming, saat itu kedua founder Google ini tidak tertarik untuk mencetak laba yang besar. Hal utama yang dipikirkannya adalah peluang untuk mengembangkan mesin pncari. Meskipun di balik itu semua mereka menyadari bahwa mereka membutuhkan kucuran dana tambahan yang lumayan besar.

Di balik usaha yang dilakukan Larry Page dan Sergey Brin, terdapat dua orang yang membuat banyak orang terkaget-kaget dengan keberaniannya mengucurkan dana untuk Googe, yaitu John Doerr dari Kleiner Perkins dan Michael Moritz dari Sequoia Capital yang mengucurkan dananya masing-msing sebesar AS $ 12,5 juta, terdapat alasan mengapa dua pemilik modal ini berani mengucurkan dananya, antara lain:

  • Mereka telah menjalankan versi betanya, maka mudah sekali mendeteksi perbedaan mutu antara hasil pencarian mereka dengan mesin pencari lain. Mutu layanan mereka lebih bagus.
  • Faktor Brin dan Page. Moritz melihat terdapat kecenderungan perusahaan yang didirikan sepasang entrepreneur dengan visi yang sama mempunyai peluang untuk sukses. Hal ini terbukti pada Microsoft (Bill Gates dan Paul Allen), Apple (Steve Jobs dan Steve Wozniak) dan juga Yahoo!. Moritz melihat kemungkinan tersebut terdapat pada Google. “Mereka sosok yang muda yang luar biasa cerdas.”
  • Menurut Doerr yang juga sukses mengembangkan Compaq, Sun Microsystems dan Amazon.com lebih tertarik pada dinamika jangka panjang internet dan janji bahwa Google akan menjadi salah satu yang berperan dalam evolusi itu.

Dengan adanya bantuan dana dari dua pemilik modal tersebut, Moritz dan Doerr setuju, Brin dan Page akan tetap memegang kendali dalam Google Inc, meskipun nantinya Google Inc diwajibkan mengangkat CEO berpengalaman untuk mengelola perusahaan.

Pada akhir 1999, meskipun Google sudah melayani tujuh juta pencarian dalam sehari, namun pendapatan dari kontrak lisensi masih tetap kecil. Hal ini membuat Page dan Brin segera mencari solusi untuk memecahkan kondisi ini, dan setelah melakukan riset, Page dan Brin menemukan ide cemerlang, yaitu membuat sponsore link, agar terdapat batasan tegas antra hasil pencarian dan iklan. Menurut Page, “Google dibayar untuk setiap pencarian yang terjadi. Kami beruntung sekali karena kami memilih menampilkan iklan yang dikaitkan dengan pencarian, ketimbang menampilkan flash banner ads. Kami juga dibayar oleh perushaan-perushaan yang menggunakan mesin pencari kami.”

Pelan tapi pasti, penyempurnaan demi penyempurnaan (khussusnya keberhasilan memisahkan aspek pelayanan publik dan keutuhan finansal) menjadikan Google semakin terkenal, bahkan perusahaan ini tidak terpengaruh, saat booming saham internet berantakan pada tahun 2000. Bahkan saat banyak bisnis dotcom hampir mati, Google malah menawarkan pencarian dalam berbagai bahasa termasuk Bahasa Indoensia. Google juga memperkenalkan pencarian yang bisa diakses dengan telepon seluler.

Perubahan Manajemen Google

Pada akhirnya, Brin dan Page menunjuk Erick Schmidt sebagai CEO, dengan tujuan untuk mengembangkan potensi bisnis dan Schmidt tidak hanya berpengalaman sebagi CEO tetapi juga seorang ilmuwan. Yang unik dalam penunjukan Schmidt sebagai CEO, adalah baru saat itu kali pertama Brin dan Page memilih pejabat berdasarkan akal sehat. Sebelumnya, ketika Google Inc. didirikan tahun 1998, pembagian kekuasaan (Page sebagai CEO, Brin sebagai president dan chairman) yang dilakukan hanya lewat lemparan koin.

Baca juga: Sukses Bisnis Mark Zuckerberg.

Berdasarkan struktur baru tersebut, Erick sebagai CEO bertugas untuk mengawasi operasional perusahaan, termasuk sistem akuntansi, keuangan dan sistem internal lainnya. Page sendiri sebagai presiden ‘Products’, berbagi dengan Brin yang menjadi presiden ‘Technology’. 

Dalam aktivitas sehari-hari, Page bertugas menangani hal rinci dan teknis, sedangkan Brin lebih banyak menangani kultur perusahaan, karyawan dan memantau proyek-proyek potensial. Tiga pilar Google Inc ini, yaitu Brin, Page dan Schmidt makin memantapkan kinerja Google menjadi mesin pencari tercepat, termudah dan juga terstruktur.

Berbagai ujian pasti dialami sebuah bisnis, begitu pula dengan Googe Inc, saat memutuskan go public di awal tahun 2004. Saat itu, meskipun sukses meraup dana milyaran dolar dari para investor baru, namun berbagai perjuangan harus dihadapi mereka, dan beruntung dengan berbagai ujian dan cobaan yang datang beruntun saat itu tidak sampai terjatuh

Semoga kisah sukses Larry Page dan Sergey Brin dengan mesin pencari “Google” yang mendunia tersebut bermanfaat dan menjadi motivasi bagi kita untuk selalu bersemangat dan memiliki sikap positif untuk maju atau bisa memanfaatkan Google untuk bisa mengumpulkan pundi-pundi rupih Anda.

Belum ada Komentar untuk "Kisah Sukses Larry Page dan Sergey Brin dengan Mesin Pencari “Google”"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel