Madu Menurut dr Tan

Saat ini hidup sehat sudah menjadi kata wajib, apalagi sejak merebaknya wabah pandemi Covid-19 ini, setiap orang wajib tanpa ada pandang bulu sudah seharusnya mengikuti protokol kesehatan. Termasuk juga selalu menjaga pola makan dan pola hidup menjadi salah satu kunci untuk sehat. Nah, pada edisi rubrik kesehatan yang di ada di Tabloid Nyata akan membahas tentang madu menurut dr Tan. Kenapa harus dr Tan? Kaena dr Tan-lah yang mengasuh rubrik kesehatan tersebut, sekaligus beliau adalah seorang dokter yang ahli dalam masalah gizi dan kesehatan.

Madu Menurut dr Tan
Madu "Manuka Honey" (Foto: biohoneynz.co.nz)

Bisa diakui kalau kita semua sangat menyukai makanan manis. Bahkan banyak jajanan dan cemilan manis yang selalu menarik perhatian untuk segera dicoba. Diantara banyak penanya, maka madu menjadi perhatian khusus, apalagi banyak yang berusaha mengganti gula dengan madu, entah karena alasan madu adalah pemanis alami atau memang memilih madu karena tidak ada pilihan lagi selain madu.

Madu untuk Asam Lambung dan Berbagai Manfaat Lainnya

Kali ini bahasan tentang gizi dan kesehatan sedikit menarik. Selama ini di berbagai media atau buku menganggap madu sebagai bahan alami yang pas dikonsumsi dan aman. Namun yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana penggunaan madu sebagai pengganti gula menurut dr Tan Shot Yen.

Meskipun dari bahan alami, dr Tan, tetap mengatakan ‘TIDAK’ untuk konsumsi madu. Terdapat alasan lain menurut dr Tan, yaitu di Indonesia sangat sulit menemukan madu yang sungguh bermanfaat untuk dikonsumsi (bukan atas dasar kepercayaan saja).

Yang pasti, madu adalah karbohidrat, yang berarti mengandung gula. Gula dalam madu berupa susunan kompleks yang disebut disaccharida dan oligosaccharida yang bermolekul besar.

Yang membedakan madu dengan gula biasa, yaitu madu yang benar-benar asli, raw (belum diproses) dan tidak melalui proses pemanasan maupun pasteurisasi bersifat alkalis (artinya memenuhi salah satu persyaratan karbohidrat baik, karena bukan acid-forming. Tubuh manusia membutuhkan suasana alkalis).

Baca juga: Bahan Pemanis Pengganti Gula.

Sedangkan gula, terigu, beras dan turunannya merupakan karbohidrat yang bersifat sebagai pembentuk asam. Begitu pula dengan madu yang telah diproses dan tidak bermutu lagi, selain hanya memberi rasa manis dan memberi rasa nyaman karena kepercayaan dari yang mengonsumsi.

Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana mengetahui madu yang asli, raw dan tidak diproses tersebut? Bisa dilihat dari bentuknya. Madu yang disukai orang-orang biasanya berwarna kuning emas, jernih, mengkilap (sparkling and clear) justru bukan madu yang bagus. Proses pemanasan yang menyebabkan madu berwarna keemasan dan terlihat jernih indah dan mempesona.

Sedangkan madu asli, masih raw, dan belum kehilangan gizinya akibat pemanasan, berwarna kuning kusam, pekat seperti pasta, lengket, tanpa endapan dan tidak mengkilap. Madu seperti ini mempunyai enzim yang hidup, antioksidan yang terdiri dari flavonoid (sebagai balanced energy), pinocembrin, dan pinostrobin yang meningkatkan aktivitas enzim.

Kandungan asam amino (sebagai pembentuk protein) tinggi, vitamin dan mineral termasuk selenium yang meningkatkan imunitas.

Dan segala kandungan madu di atas, yang dipaparkan dr Tan “hanya sekedar mitos dan kenangan terhadap madu” bila madu yang Anda konsumsi telah melalui proses pabrik, apalagi proses pemanasan.

Madu yang direkomendasikan dr Tan adalah madu yng berasal dari new Zealand yang dikenal dengan ‘Manuka Honey’, madu ini menurut dr Tan bukan hanya sekedar raw dan organik, namun memiliki kadar potensi tinggi dan memiliki nilai UMF (Unique Manuka Factor) yang berkisar dari +10 hingga +40 dengan beragam kegunaan termasuk untuk efek antibakteri.

Manuka Honey tidak untuk dikonsumsi dengan air panas atau diseduh karena bila diseduh enzimnya akan rusak dan antioksidannya akan hilang. Bahkan untuk mengambil madunya pun (menciduknya dari botol madu) tidak boleh menggunakan sendok metal, melainkan sendok plastik (dengan kualitas plastik tinggi) atau sendok dari bahan kaca atau keramik.

Bahkan FDA (Food and Drugs Administration) Amerika Serikat telah meloloskan pemakaian Manuka Honey untuk kepentingan merawat luka dan luka bakar di Amerika. Begitu pula di Inggris Raya, Australia, New Zealand dan Kanada, madu dengan kualitas tinggi tersebut digunakan sebagai antimicrobial dressing.

Dilihat dari harga, Manuka Honey dengan aktivitas +15 yang dijual kurang lebih USD 50 dalam ukuran botol 250cc.

Jadi sudah jelaskan, pilihlah madu yang benar-benar asli sesuai saran dari  dr Tan. Semoga informasi “Madu Menurut dr Tan” bisa menjadi referensi untuk Anda yang mencari benar-benar madu.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Madu Menurut dr Tan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel