Batu Empedu dan Pengaruhnya Bagi Vegetarian

Tema kesehatan masih sangat menarik untuk dibahas, apalagi sejak merebaknya wabah pandemi Covid-19 yang belum kelihatan bisa terselesaikan. Begitu banyak tema kesehatan yang bisa dibahas, salah satunya adalah tema tentang batu empedu dan pengaruhnya bagi vegetarian.

Batu Empedu dan Pengaruhnya Bagi Vegetarian
Batu empedu (Foto: debuglies)

Ide untuk menuliskan masalah kesehatan dengan tema batu empedu ini terinspirasi dari berbagai jawaban yang disampaikan oleh dr. Tan Shot Yen, beberapa waktu lalu di Tabloid Nyata, yang membahas tentang tanya jawab masalah kesehatan masa kini.

Hasil Tanya Jawab Tentang Batu Empedu di Rubrik Kesehatan dr. Tan Shot Yen

Kali ini berbeda dengan pembahasan sebelumnya yang berupa artikel, kali ini pembahasan kesehatan langsung disampaikan dalam bentuk tanya jawab langsung antara penanya dan pemateri (dr Tan Shot Yen)

1. Mengonsumsi 1000 mg vitamin C tablet setiap hari, apakah berbahaya bagi ginjal, meskipun terdapat efek positif, yaitu hampir tidak pernah terkena flu meskipun sering kehujanan.

Menurut dr Tan, semua suplemen termasuk vitamin C, hanya akan terasa dampak maksimalnya apabila dikonsumsi dengan pola makan yang sehat, berimbang dan tidak saling meniadakan efeknya.

Begitu pula dengan menjadi vegetarian, tidak akan menjamin seseorang sehat 100%. Malah banyak vegetarian yang jatuh dalam paradigma mengonsumsi karbohidrat secara berlebihan sebagai kompensasi tidak makan protein hewani. Vegetarian namun masih menggoreng, masih cinta dengan nasi, kue, roti dan gula. Hal ini akan meningkatkan radikal bebas dan oxidative stress.

Apabila pola makan masih berpedoman pada karbohidrat buruk, maka konsumsi vitamin C merk apa pun, dengan dosis berapa pun akan percuma.

Maka untuk apa terhindar dari flu namun masih memproduksi batu ginjal? Batu ginjal (terbentuk dari persenyawaan oksalat) dan tidak terbukti karena pemberian vitamin C bahkan dalam dosis tinggi.

Batu ginjal justru terbentuk karena kadar gula dalam darah yang melonjak drastis meskipun belum terkena kencing manis. Gula bisa memperbesar ukuran ginjal dan juga menyebabkan perubahan tidak wajar (patologis) seperti pembentukan batu ginjal.

2. Mengapa bisa muncul batu empedu, padahal sudah melakukan gaya hidup vegetarian?

Cairan empedu merupakan produk dari hati (liver) yang sebagian besar dialirkan ke usus halus untuk mencerna lemak atau minyak dari apa yang kita makan dan sebagian ditampung dalam kandung empedu. Maka konsumsi harian yang terlalu banyak lemak termasuk gorengan atau tumisan akan memaksa produksi cairan empedu meningkat, yang mengakibatkan terjadinya pengendapan dalam kandung empedu yang mengarah pada pembentukan batu.

Baca juga: Temulawak, Cara Alami Menjaga Kesehatan Hati.

Yang menjadi masalah, apabila pengendapan ini mengakibatkan radang, yang bisa menjalar ke pankreas. Penyebab paling sering pembentukan batu empedu bukan hanya karena konsumsi minyak, namun juga gula yang berasal dari semua karbohidrat dengan glikemik indeks tinggi atau mudah diubah menjadi guka darah seperti disebutkan di atas.

Konsumsi cairan yang sangat dingin, produk susu yang terlalu dingin, mengalami stress, dan pola pikir yang mengarah pada timbulnya sifat cemas, akan memberikan kontribusi terhadap pembentukan batu empedu.

3. Apakah manusia bisa hidup normal tanpa adanya kantong empedu?

Terdapat risiko yang muncul apabila membuang salah satu organ yang dibutuhkan oleh tubuh, antara lain:

  1. Timbulnya gangguan pencernaan dan metabolisme lemak. Hal ini seperti mencuci piring yang sudah terkena lemak tanpa menggunakan sabun (dengan catatan sabun adalah cairan empedu), sehingga dalam hal ini menghentikan konsumsi lemak bukan menjadi jalan keluar. Maka well balanced diet ini seperti asupan karbohidrat yang baik, protein yang prima dan lemak. Ketiga zat ini merupakan makronutrien yang harus ada setiap kita makan. Kurangnya lemak dalam tubuh akan menyebabkan risiko gangguan hormon secaa keseluruhan dan kekurangan omega 3 yang muncul sebagai gangguan perilaku, kelemahan, gangguan penglihatan, masalah belajar dan konsenstrasi, hiperaktif, depresi, disleksia, koordinasi motorik yang parah dan gangguan pertumbuhan otot.
  2. Munculnya gangguan dalam bentuk terhambatnya proses kesembuhan luka, kesemutan pada kaki dan lengan, resisten terhadap insulin, trigliserida tinggi, pertumbuhan terhambat pada anak, tekanan darah tinggi, kekentalan darah juga meningkat. LiPoprotein (a) tinggi dengan risiko terbentuknya plak pembuluh darah, peradangan jaringan, dan kecepatan pembekuan darah jug meningkat.
  3. Bisa muncul gangguan dalam bentuk alergi, masalah auto imun, bengkak yang diakibatkan retensi cairan, kulit kering atau meradang, kecepatan metabolisme yang rendah, fungsi tiroid dan adrenal menurun, kadar hormon laki-laki (testosteron) rendah dan juga infertilitas.

4. Terdapat pertanyaan menarik, yaitu apakah benar sayuran yang kaya serat akan membantu usus melakukan gerakan peristalik dengan lebih baik?

Sayur sebenarnya bukan hanya berfungsi untuk memperlancar buang air besar. Semua sayur hijau kaya akan antioksidan, enzim dan sumber kalori (termasuk juga kalsium yang berfungsi untuk mencegah tulang keropos.

Keuntungan mengonsumsi sayur dalam keadaan segar tanpa dimasak atau yang biasa disebut dengan lalap adalah mudah dicerna, memberi lebih banyak energi, bisa menurunkan atau menaikkan berat badan menjadi stabil, menghilangkan bau badan dan juga nafas yang bau.

Selain itu, makanan yang tidak dimasak menyebabkan tidur yang nyenyak karena kandungan nutrisinya masih sempurna tidak rusak, yang mempengaruhi kerja kelenjar otak untuk memproduksi endorfin (zat yang menenangkan, memberi rasa nyaman dan juga relaks secara alami dalam tubuh)

Proses pemanasan akan merusak enzim sayur dan buah sampai 30% - 80%. Dengan dimasak unsur organis sayur dan buah kembali dimatikan menjadi an-organik, seperti di dalam tanah.

Terbukti bahwa protein (asam amino) dari sayur hijau menurunkan insiden terjadinya batu empedu daripada mengonsumsi protein dari hewan.

Yang harus dilakukan salah satunya adalah melakukan alkalizing (meningatkan kadar basa/alkali) dalam tubuh dengan mengonsumsi karbohidrat dari semua sayuran hijau, pir, rumput laut atau nori dan bukan yang digoreng, tambahkan lemon atau perasan dalam air minum, bumbu kunyit dalam campuran masakan dan usahakan 5 cangkir teh chamomile diminum tanpa mengurangi 2 liter air minum segar setiap hari. Hindarkan produk dari hewan, termasuk ikan.

Itu dia, informasi tentang batu empedu dan pengaruhnya bagi vegetarian, semoga bermanfaat dan menjadi informasi bagi Anda dalam menjaga kesehatan khususnya batu empedu.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Batu Empedu dan Pengaruhnya Bagi Vegetarian"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel