Bahan Pengawet

Beberapa tahun lalu Indonesia sempat dihebohkan dengan penggunaan bahan pengawet untuk mengawetkan makanan. Bahan pengawet ini sering digunakan untuk berbagai jenis makanan, seperti formalin untuk mengawetkan jenis ikan basah, begitu pula dengan borax yang digunakan untuk mengenyalkan baso atau pentol. Tentu kita semua sudah sepakat bahwa penggunaan formalin pada makanan berbahaya bagi kesehatan.

Jenis-jenis Bahan Pengawet

Tentu saja membicarakan tentang bahan pengawet berarti kita masih peduli dengan kesehatan, dalam arti kata makanan yang kita konsumsi pun sudah dipilih dan dipilah, sehingga tidak mengandung zat yang membahayakan kesehatan kita. Tertarik dengan isu pengawet, hal yang sama juga disampaikan M. Sholekhudin yang juga pernah dimuat dalam Majalah Intisari Edisi No. 523, bahwa pengawet, berfungsi untuk membuat makanan atau minuman bisa menjadi lebih awet sehingga memiliki daya simpan lebih lama. Pada dasarnya semua produk makanan atau minuman kemasan mengandung bahan pengawet.

Bahan Pengawet
Makanan dalam kaleng (Foto: miningwithprinciples)

Pengawet sendiri dibedakan menjadi dua kelas, yaitu:

  1. Food grade. Contohnya natrium benzoat dan kalium sorbat.
  2. Non-food grade. Contohnya formalin dan boraks.

Baca juga: Aluminium Foil dan Manfaatnya.

Selain keempat contoh pengawet tersebut terdapat banyak jenis pengawet lainnya, seperti dari golongan food grade, antara laian propionat, sulfurdioksida, bisulfit, metabisulfit, nitrat, nitrit, dan parahidroksi benzoat.

Sedangkan dari kelas non-food grade, terdapat nitrofurazon, salisilat, dietilpirokarbonat, klorat dan dulcin.

Dalam ilmu pangan, pengawet golongan pertama yang aman dipakai, biasa digolongkan sebagai generally recognized as safe (GRAS). Dalam bahasa sehari-hari, jenis pengawet ini disebut sebagai pengawet makanan yang diizinkan. Sedangkan golongan kedua disebut pengawet makanan yang tidak diizinkan.

Sesuai dengan kelompoknya, maka pengwet non-food grde sama sekali tidak boleh digunakan pada makanan dan minuman, seperti penggunaan formalin tentu saja tidak diperbolehkan digunakan pada tahu, begitu pula dengan boraks yang sering digunakan pada bakso. Yang boleh dipakai hanya pengawet food gtade dan itu pun harus mengikuti aturan tentang takaran maksimal.

Berbicara tentang aman atau tidaknya suatu makanan, maka di Indonesia terdapat Badan Pengawas Obat dan Makanan sebagai otoritas tertinggi yang berhak memutuskan aman atau tidaknya bahan pengawet tersebut.

Semoga informasi tentang bahan pengawet tersebut diatas bermanfaat dan menjadi referensi untuk Anda dalam menggunakan pengawet untuk makanan atau minuman.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Bahan Pengawet"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel