Tips Menghadapi Biaya Pendidikan yang Semakin Mahal

Tahun 2021 sudah dilewati, tentunya banyak hal yang sudah menjadi pelajaran atas apa yang terjadi di tahun 2021 tersebut. Begitu pula saat ini bulan Januari 2022 hampir dilewati juga. Satu hal yang harus dicermati, apa lagi setelah pergantian tahun adalah kebutuhan akan biaya pendidikan, apalagi untuk Anda yang memiliki anak yang akan menyelesaikan tingkatan sekolah, mulai tingkat dasar, menengah, atas sampai yang akan masuk jenjang perguruan tinggi. Satu hal yang harus dipersiapkan tentunya adalah biaya pendidikan. Terlepas dari keadaan tersebut, maka di bawah ini akan disampaikan tips menghadapi biaya pendidikan yang semakin mahal.

Tips Menghadapi Biaya Pendidikan yang Semakin Mahal
Menghadapi biaya pendidikan yang semakin mahal (Foto: minnesotaconnected)

Tidak bisa disangkal, bahwa biaya pendidikan saat ini melonjak sangat drastis dibanding tahun-tahun lalu. Kenaikan biaya tersebut tidak hanya naik 1% sampai 5% saja, namun berkali-kali lipat. Maka tidak heran kalau diberbagai daerah jumlah anak putus sekolah menjadi semakin banyak. Tentunya banyak alasan tentang mengapa anak putus sekolah ini, mulai dari biaya hidup yang sudah pas-pasan, bahkan ada yang sampai mengatakan “kalau untuk biaya makan sehari-hari saja tidak cukup, bagaimana bisa menyekolahkan sampai ke perguruan tinggi?”.

Tips Menyiasati Biaya Pendidikan yang Semakin Mahal

Tidak dapat dipungkiri bahwa kenaikan biaya pendidikan tersebut menjadi hambatan bagi kebanyakan orang untuk bisa meraih mimpinya. Tidak hanya itu, banyak pengamat memperkirakan, apabila hal tersebut terus berlanjut, maka akan terjadi kesenjangan kesempatan untuk mendapat pendidikan akan menjadi semakin tajam. Biaya dalam hal ini menjadi kata kunci gagalnya proses pendidikan dan juga hilangnya impian indah bagi anak.

Maka dengan melihat hal tersebut, sudah seharusnya mulai merencanakan dengan matang tentang pos pengeluaran untuk pendidikan. Hal ini sama dengan yang disampaikan Harris P. Marpaung, seorang konsultan keuangan yang tulisannya pernah dimuat dalam Majalah Intisari Edisi No. 502, tentang mensiasati biaya pendidikan. Terdapat 4 (empat) cara mensiasati mahalnya biaya pendidikan, antara lain:

  1. Merencanakannya di muka.
  2. Mengalokasikan biaya pendidikan tersebut sejak dini.
  3. Menjadikan dana pendidikan terjamin dan bisa digandakan.
  4. Disiplin.

Baca juga: Tips Mendapatkan Pekerjaan dengan Gaji Tinggi.

1 | Merencanakannya di muka.

Biaya pendidikan seyogyanya harus direncanakan sejak awal dan harus dilakukan dengan cermat, hal ini bertujuan agar anak bisa meneruskan pendidikan sesuai yang diimpikan dan diharapkannya. Hal yang sama bila orang tua ingin anaknya bersekolah di luar ngeri, maka harus mempersiapkan anggaran yang lebih besar bila dibandingkan dengan yang ingin anaknya menuntut ilmu di dalam negeri.

Belajar di perguruan tinggi swasta juga sama, juga membutuhkan biaya pendidikan yang lebih besar bila dibandingkan dengan mereka yang masuk perguruan tinggi dalam negeri.

Maka yang sangat penting adalah mempersiapkan anak untuk terus belajar dengan giat dan terus berprestasi, agar bisa menikmati fasilitas pendidikan dengan baik, dengan biaya yang lebih murah, misalnya melalui fasilitas bea siswa yang banyak disediakan lembaga-lembaga donor atau lembaga pendidikan tertentu.

Orang tua pun harus rasional melihat kemampuan keuangan dalam jangka panjang. Langkah-langkah ini harus dimulai sejak anak duduk di bangku TK, SD, SMP, SMU dan sampai akhirny masuk ke perguruan tinggi. Setiap tingkatan pasti memiliki besaran biaya yang berbeda dan kebutuhan dana pendukung yang bertingkat.

2 | Mengalokasikan biaya pendidikan tersebut sejak dini.

Mengalokasikan biaya pendidikan sejak dini, saat ini menjadi sesuatu hal yang wajib dan harus, apalagi bagi orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya sampai jenjang pergurun tinggi. Oleh karena itu, penyediaan biaya pendidikan ini harus didukung komitmen dan kesediaan membuat alokasi untuk biaya pendidikan yang tetap.

Pengadaan dana untuk biaya pendidikan tentu saja bukanlah pekerjaan sesaat, karena jumlah biaya pendidikan yang cukup besar tersebut menuntut orang tua untuk berkomitmen dalam waktu yang lama.

Makin besar dana pendidikan yang dibutuhkan, maka makin lama waktu yang dibutuhkan untuk akumulasi dana pendidikan tersebut. Waktu akumulasi tersebut bisa menjadi lebih singkat, apabila orang tua bisa menggunakan instrumen investasi terbaik.

3 | Menjadikan dana pendidikan terjamin dan bisa digandakan.

Apabila dana pendidikan untuk anak sudah terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah memikirkan agar dana tersebut bisa terjamin dan kalau bisa, jumlah dana tersebut bisa bertambah.

Untuk bisa membuat dana tersebut bertambah, maka diperlukan strategi untuk mendapatkannya, antara lain:

  • Cara tradisional,cara ini dilakukan seperti dengan membeli aset dalam bentuk tanah, rumah atau emas. Pada orang tua, khususnya dipedesaan, biasanya dilakukan dengan membeli sapi dan menyimpannya agar nantinya bisa dijual untuk menambah kekurangan biaya pendidikan anak. Langkah tradisional tersebut dilakukan, saat instrumen investasi masih sangat terbatas dan dana yang dibutuhkan bisa dipenuhi dengan cara tradisional tersebut.
  • Cara masa kini, saat ini dengan berkembangnya model investasi, maka pengembangan dana bisa dilakukan melalui investasi jangka pendek yang umum dilakukan, seperti tabungan dan deposito.

Saat ini pun sudah ada alternatif baru yang dinilai efektif untuk mengembangkan dana tersebut, antara lain:

  • Tabungan pendidikan. Tabungan ini memberikan proteksi atas dana yang telah dikumpulkan.
  • Reksadana. Model investasi ini bertujuan untuk membiayai tahapan pendidikan dengan jumah dana yang berbeda-beda pada setiap tahapnya

4 | Disiplin.

Disiplin menjadi salah satu kunci utama kesuksesan mempersiapkan dana pendidikan tersebut. Prioritas menjadi salah satu hal yang akan memaksa orang tua untuk disiplin mempersiapkan mimpi anak . Oleh karena itu, diperlukan disiplin yang luar biasa, tidak hanya untuk hidup hemat, namun konsisten mengalokasikan dana untuk dana pendidikan yang saat ini menjadi pos pengeluaran terbesar keluarga.

Semuanya tidak mudah,  namun bisa dilakukan. Semoga informasi tentang tips menghadapi biaya pendidikan yang semakin mahal ini bermanfaat dan bisa menjadi referensi dalam mempersiapkan dana pendidikan anak.

Belum ada Komentar untuk "Tips Menghadapi Biaya Pendidikan yang Semakin Mahal"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel