Anthurium, Antara Hobi atau Pencetak Uang?

Masih ingat beberapa tahun lalu, saat itu sedang demam dan booming-boomingnya bunga mahal. Bunga atau tumbuhan yang tidak pernah diperhitungkan tersebu, tiba-tiba bisa naik daun hingga mencetak rekor dengan harganya yang bisa mencapai puluhan juta. Hal ini membuat banyaknya silang pendapat, seperti adanya celetukan “Anthurium, antara hobi atau pencetak uang?”. Berbeda dahulu, berbeda sekarang. Saat ini sejak merebaknya wabah pandemi Covid-19 yang merebak sejak satu tahun lalu. Anthurium masih banyak yang membudidayakannya, kebanyakan hanya untuk mengisi waktu sebagai hobi, meskipun juga masih ada beberapa yang membudidayakannya untuk dijual kembali.

Dahulu memang Anthurium dianggap sebagai tumbuhan yang bisa menghasilkan uang, bahkan banyak orang yang rela dan berani mengeluarkan uang ratusan juta dengan hanya ditukar dengan tumbuhan berwarna hijau. Inilah yang dianggap tidak masuk akal, kalau mengeluarkan uang ratusan juta untuk membeli berlian, mobil atau rumah, tentu masih masuk akal.

Mengenal Anthurium

Banyak sekali informasi tentang asal usul dan seperti apakah Anthurium ini. Mengutip informasi yang ditulis Titik Kartitiani, seorang wartawan majalah Flona, yang pernah dipublikasikan di Tabloid Intisari Edisi No. 535, Anthurium secara etimologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu anthos (bunga) dan oura (ekor). Dan dalam bentuk fisiknya, bunga Anthurium ini memiliki bagian yang memanjang seperti ekor, sehingga tidak salah kalau tumbuhan ini juga disebut dengan si bunga ekor.

Anthurium, Antara Hobi atau Pencetak Uang?;Jenis-jenis Anthurium dan Ciri-cirinya
Foto: naturebring.

Bunga ekor ini sebenarnya adalah kumpulan kepala sari dan kepala putik yang berfungsi sebagai alat pembiak yang disebut  dengan tongkol atau spadix. Dan bagian lebar dan warna-warni tersebut disebut sebagai seludang atau spathe. Dua bagian bunga ini menjadi ciri khas keluarga Araceae.

Asal Usul Anthurium di Indonesia

Sebenarnya berbicara tentang Anthurium, sebelum boomingnya yang luar biasa. Tumbuhan ini sangat mudah ditemukan, dan bisa dikatakan bukanlah tanaman baru. Bahkan tanaman dari keluarga Araceae ini sudah sejak lama menghiasi rumah warga. Anthurium itu sendiri berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

Berdasarkan sejarahnya, pada era kolonial Belanda, yaitu sekitar abad 19, tanaman ini sempat menjadi tanaman bangsawan. Saat itu, Anthurium dengan jenis “Anthurium crystallinum” atau yang biasa kita kenal sebagai tumbuhan kuping gajah, menjadi tanaman eksklusif. 

Baca juga: Gamal, Tanaman Istimewa Penahan Erosi.

Mengapa kuping gajah menjadi tanaman eksklusif? Hal ini disebabkan keindahan kuping gajah tersebut hanya bisa dinikmati oleh orang Belanda dan para pribumi ningrat saja, selain itu karena harganya yang sangat mahal. Dari berbagai referensi, harga mahal saat itu menjadi harga yang wajar, karena keindahan tanaman kuping gajah saat itu tidak dapat disaingi oleh tanaman lainnya. Bentuk daun yang lebar dan kompak menjadikan tanaman ini sangat bagus. Bahkan tanaman ini memiliki sebutan yang manis yaitu elephant ear, karena ukuran daun dan bentuknya seperti telinga gajah, ditambah lagi dengan corak warna perak dari tulang-tulang daun dengan latar warna daun hijau gelap.

Pada perkembangannya, saat ini lambat laun tanaman kuping gajah tidak lagi menjadi tanaman mewah, karena saat ini semua orang bisa menanamnya, kesan eksklusif pun hilang, hingga tanaman ini menjadi tanaman sejuta umat.

Jenis-jenis Anthurium dan Ciri-cirinya

Masih ingat sekitar tahun 2006? Saat itu sedang booming-boomingnya tanaman hias, salah satunya Anthurium yang membuat banyak orang tergila-gila dengan tanaman hias ini. Menurut Ir. Nurdi Basuki, yang pernah menjabat sebagai Sekjen Perhimpunan Florikultura Indonesia, menurutnya semua tanaman bisa menjadi tren, apabila ada yang berhasil menunjukkan keindahannya. Begitu pula dengan Anthurium, pada setiap jenisnya menawarkan bentuk daun yang berbeda dan sangat indah, dengan permukaan daun yang mengkilap dan tebal. Urat-urat daun yang tegas, dengan warna yang menyala bila dibandingkan dengan warna daun. Perawatan yang benar akan membuat daun Anthurium bisa menyerupai plastik lho.

Menurut Deni Brown dalam bukunya Aroids, Anthurium memiliki anggota terbesar di keuarga Araceae, dengan spsies sebanyak 1.000 jenis, yang sebagian besar berhabitat asli di Amerika, termasuk dengan Anthurium bunga.

Terdapat beberapa jenis Anthurium yang menarik untuk dibahas, antara lain:

  • Anthurium jenmanii. Jenis Anthurium ini memiliki peringkat teratas, termasuk harganya. Habitat asli jenis ini berada di Benua Amerika, khususnya di kawasan Amazon, dengan penyebaran mulai Tobago, Trinidad sampai Brazil. Anthurium jenmanii ini masuk ke Indonesia sekitar tahun 1984. Jenmanii termasuk jenis tnaaman yang besar dengan panjang daun bisa mencapai 1 ½ meter, yang ditandai dengan urat daun yang tegas dan daunnya yang tebal. Bentuk daun yang beragam, membuat nama Anthurium jenmanii ini memiliki banyak sebutan berdasarkan bentuk daun, seperti jenmanii kobra, dengan bentuk daun yang bulat cekung seperti mangkok, atau ada pula jenmanii jaipong dengan bentuk daunnya yang berkelok. Selain itu, terdapat jenis jenmanii yang harganya mahal mulai rentang puluhan sampai ratusan juta, yaitu jenmanii gold, yaitu jenmanii dengan daun yang berwarna hijau kekuningan. Jenamnii gold bisa dikatakan sebagai masterpiece karena pertumbuhannya yang lama, dan untuk bisa rimbun dan bagus untuk dipajang membutuhkan waktu 7 sampai 10 tahun.
  • Anthurium hookeri. Bisa dikatakan jenis ini cepat tumbuh, dengan susunan daun berbentuk buat cekung, yang terkadang saling bertumpuk dan tumbuh menempel di batang pohon sepeti sarang burung. Anthurium ini disebut juga denga bird’s nest anthurium. Jenis anthurium ini memiliki ciri khas dengan bentuk daunnya yang lanset, dengan tulang daun pada bagian tengah lebih tebal dan menonjol. Warna tulang daun pada anthurium jenis hookeri ada yang berwana hijau dan ada yang berwarna merah dan ada yang merah marun. Anthurium asal Guyana ini bisa mencapai panjang sampai 50 cm dengan lebar 35 cm.
  • Gelombang cinta. Jenis anthurium ini pernah naik daun, dengan harganya yang naik, namun tidak berapa turun dengan cepat. Anthurium jenis ini ditandai dengan daunnya yang bergelombang pada bagian pinggirnya, inilah yang menyebabkan anthurium ini disebut dengan gelombang cinta atau “wave of love”. 
  • Anthurium radicans. Jenis anthurium ini juga dikenal dnegan nama anthurium sirih. Jenis ini memang tidak popular dengan jenis di atas, namun karena keberadaannya yang jarang, dengan bentuk daunnya yang unik membuat anthurium sirih harganya mahal. Jenis ini ditandai dengan tangkai daunnya yang panjang, namun ditutupi dengan susunan daun yang jatuh dan rapat sehingga tampak kompak, dengan daunnya berbentuk hati dengan permukaan daun yang bergelombang.
  • Anthurium veitchii. Jenis ini memiliki permukaan daun yang bergelombang namun panjang. Lekuk permukaan daun tersebut mengarah ke samping dengan tulang daun berwarna hijau muda.
  • Anthurium vitariifolium. Anthurium ini terkenal dengan nama “Anthurium dasi”, jenis ini berbentuk panjang dengan permukaan daun yang halus. Anthurium dasi ini sangat bagus bila digantung karena daunnya yang menjulur ke bawah melebihi tinggi pot.

Tentunya masih banyak jenis Anthurium yang bisa dibudidayakan. Semoga informasi tentang “Anthurium, antara hobi atau pencetak uang?” ini bermanfaat dan menjadi referensi untuk Anda.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Anthurium, Antara Hobi atau Pencetak Uang?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel