Gamal, Tanaman Istimewa Penahan Erosi

Gamal….? Pernah mendengar nama gamal? Jangan menganggap ini sebagai nama panggilan pada seseorang lho? Ternyata gamal adalah nama tumbuhan yang biasa digunakan sebagai pagar hidup atau digunakaan sebagai peneduh. Pada awalnya, tidak sengaja iseng karena ingin mencari referensi tanaman yang bisa menahan erosi atau menahan tanah agar tidak mudah longsor. Akhirnya menemukan sedikit informasi tentang gamal, tanaman istimewa penahan erosi dan juga berbagai tulisan tentang gamal, salah satunya dari dr. Dharmawan Lingga Artama dari Yogyakarta yang pernah dimuat dalam Tabloid Intisari Edisi No. 567, yang memberikan keterangan lengkap tentang apa itu gamal.

Gamal, Tanaman Istimewa Penahan Erosi
Foto: fazendaelldorado.blogspot.com.br

Menurut dr. Dharmawan yang tinggal di Yogyakarta, gamal ini disebut oleh para petani dengan nama ‘teresede’. Gamal sendiri adalah tanaman yang berasal dari wilayah kawasan Pantai Pasifik Amerika Tengah yang bermusim kering. Sebenarnya habitat asli gamal adalah hutan gugur daun tropika yang tumbuh mulai dari dataran rendah sampai dengan ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut. Yang menarik adalah gamal bisa beradapatasi pada berbagai jenis tanah, seperti tanah yang kurang subur, tahan kering dan juga tahan asam, sehingga gamal sangat cocok ditanam pada tanah asam dan marginal.

Gliricidia Maculata adalah Tanaman yang Memiliki Banyak Manfaat

Nma latin gamal adalah Gliricidia maculata, tanaman ini memiliki banyak manfaat seperti sebagai sumber pupuk dan juga sebagai penahan erosi pada lahan yang berkontur miring. Dan yang istimewa, tanaman ini bisa diperbanyak dengan berbagai cara, bisa melalui stek batang atau biji. Bibit gamal pun tidak perlu dibeli, cukup diambilkan dari polong tua yang dijemur kering. Setelah polong kering tersebut pecah, bijinya pun muncul, baru bisa ditanam.

Dalam perkembangannya, pertumbuhan gamal ini sangat cepat. Bahkan tingginya bisa mencapai 6 sampai 10 meter apabila tidak dipangkas. Menurut pengalaman dr. Dharmawan, yang melakukan penanaman gamal pada awal musim hujan, gamal cepat sekali rimbun.

Baca juga: Daun Katu dan Manfaatnya.

Daun gamal memiliki bentuk sirip ganda dan mudah lapuk, sehingga bisa digunakan sebagai sumber pupuk hijau, sehingga pada satu bulan sekali pohon gamal bisa dipangkas dengan menyisakan sedikit daun atau pada kurun 2 bulan sekali dengan pemangkasan berat tanpa sisa daun.

Daun gamal yang telah dipangkas bisa langsung ditanam di dalam tanah sebagai pupuk hijau yang akan terurai kurang lebih 3 minggu. Tanah dengan pupuk gamal ditunjukkan dengan warnanya yang hitam, lebih gembur, daya ikat airnya menjadi bertambah sehingga mudah menyerap. Selain digunakan sebagai pupuk hijau, daun gamal juga bisa digunakan untuk kompos.

Tanaman gamal yang didapatkan dari biji menghasilkan tanaman yang lebih kuat dengan akar yang dalam. Jenis gamal dari biji lebih tahan dalam kekeringan dan sangat baik untuk mencegah erosi. Kekurangannya bila dibanding gamal dari stek batang tentu saja pertumbuhannya kalah cepat.

Akar gamal memiik peran yang sangat penting untuk menambah unsur nitrogen dalam tanah, karena adanya bintil akar yang merupakan simbiosis antara tanaman dengan bakteri pengikat nitrogen di udara bebas. Akar gamal mengikat tanah dan juga mencegah tanah terbawa aliran air saat hujan.

Gamal dengan daun rimbun bisa mengurangi kecepatan air hujan yang jatuh menerpa tanah, sehingga lapisan yang subur tidak hanyut. Hal ini menjadikan para petani sering menggunakan gamal sebagai tanaman penutup tanah untuk menjaga kelembaban dan juga kesuburan tanah.

Itu dia sedikit informasi tentang “gamal, tanaman istimewa penahan erosi”. Semoga bermanfaat.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Gamal, Tanaman Istimewa Penahan Erosi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel