Tips Merawat Anjing

Memiliki hewan peliharaan yang lucu dan menggemaskan bisa menjadi hiburan di rumah. Banyak sekali jenis hewan yang bisa dipelihara di rumah, salah satu yang bisa menjadi peliharaan adalah anjing. Anjing selain dikenal sebagai hewan peliharaan yang setia, ternyata juga bisa menjadi penjaga rumah yang baik. Tidak sedikit orang yang senang memelihara anjing, bahkan selain bisa meredakan stress, banyak juga anjing yang dipelihara sebagai anjing penjaga di peternakan atau bahkan perkebunan. Untuk itu terdapat tips merawat anjing, yang bisa Anda gunakan sebagai referensi untuk merawat anjing kesayangan.

Tips Merawat Anjing
Foto: piscolife.

Anjing sebagai hewan peliharaan, ternyata memiliki jenis dan ragam yang beraneka macam, mulai dari bentuk tubuhnya, dari yang kecil sampai dengan ukuran yang paling besar. Tentunya untuk Anda yang baru memulai memelihara anjing pasti bingung, bagaimana cara merawat anjing dengan baik dan benar.

Cara Merawat Anjing untuk Pemula

Sebagai pemilik hewan piaraan, khususnya anjing, kita harus merawat dan memberikan yang terbaik untuk anjing kesayangan, jangan sampai kita melakukan hal yang tidak disengaja sehingga menjadikan anjing menjadi stres bahkan pada akhirnya bisa berdampak pada kesehatan anjing.

Dengan mengambil ide dari Singky Soewadji, seorang pemerhati satwa dan juga bersumber dari Tabloid Nyata, terdapat beberapa perawatan yang harus dilakukan pada anjing, sebagai berikut:

  • Melakukan vaksinasi sesuai jadwal.
  • Ketahuilah ciri anjing yang sakit.
  • Tahu kapan anjing diletakkan di kandang atau di rantai.
  • Pahami latar belakang anjing.
  • Pilihlah pakan anjing yang tepat.
  • Lakukan pendekatan dari hati ke hati.

Baca juga: Tips Memelihara Kucing di Rumah.

  • Melakukan vaksinasi sesuai jadwal.

Vaksinasi pada anjing sebaiknya diberikan saat anjing berumur 6 minggu. Hal ini disebabkan pada umur 6 minggu ini kekebalan anak anjing yang diperoleh dari susu induk mulai berkurang, sehingga terdapat risiko terserang penyakit yang disebabkan virus menjadi sangat tinggi pada umur-umur ini. Baru kemudian dilakukan vaksinasi kedua  yang dilakukan pada saat anjing berumur 8 minggu atau paling lambat dilakukan pada umur 10 minggu. Baru setelah itu dilakukan lagi vaksinasi pada saat anak anjing berumur 14 minggu atau paling lambat 18 minggu.

Terdapat beberapa jenis vaksin yang harus diberikan, antara lain:

  1. Vaksin pertama, yaitu sekitar umur 6 sampai 8 minggu untuk penyakit distemper, parvovirus, hepatitis, dan juga parainfluenza 2.
  2. Vaksin yang kedua sekitar umur 10 sampai 12 minggu, untuk penyakit distemper, parvovirus, hepatitis,  parainfluenza 2 dan juga leptospirosis.
  3. Vaksi ketiga, diberikan sekitar umur 14 sampai 16 minggu, untuk penyakit distemper, parvovirus, hepatitis, parainfluenza 2, leptospirosis dan juga rabies.
  4. Vaksin keempat  atau sebagai boster untuk penyakit yang sama dengan vaksin yang ketiga, hanya dilakukan setiap tahun sekali setelah tanggal vaksin yang terakhir dilakukan.

  • Ketahuilah ciri anjing yang sakit.

Sebagai pemilik anjing, Anda harus mengetahui pula ciri anjing yang sakit, agar bisa cepat ditangani dengan baik. Anjing yang sakit, bisa ditandai dengan perubahan fisik namun juga perilakunya.

Penyakit yang paling sering menyerang anjing adalah penyakit rabies, anjing yang terkena rabies akan mendadak berubah menjadi lebih agresif dan lebih galak, mengalami ketakutan dengan suara gemericik air dan selalu mengeluarkan air liur. Anjing yang terkena rabies akan sulit untuk diobati, dan hanya akan bertahan hidup sekitar 2 minggu, dan apabila manusia yang terkena rabies, maka dalam 3 bulan akan meninggal.

Namun yang perlu menjadi perhatian adalah tidak semua anjing yang sering mengeluarkan air liur terkena rabies, beberapa jenis anjing memang memiliki kebiasaan mengeluarkan air liur.

  • Tahu kapan anjing diletakkan di kandang atau di rantai.

Kandang bagi anjing memang sangat perlu, hal ini dimaksudkan untuk menghindari anjing kesayangan hilang atau malah membahayakan orang lain, namun tidak dimaksudkan untuk dimasukan kandang selama seharian, namun harus dikenalkan dengan kandangnya.

Kandang bagi anjing sangat perlu, agar anjing tersebut tahu rumahnya, meskipun dalam beberapa kasus terdapat beberapa orang yang membolehkan anjing piaraannya tidur sekamar dengan anjing. Namun sebagai saran hal ini tidak bagus untuk  sirkulasi udara kamar. Meskipun dibuatkan kamar sendiri tetap harus ada sirkulasi udara yang baik.

Menurut Singky, alangkah sebaiknya apabila pemilik tidak ada di rumah, maka anjing sebaiknya diletakkan dalam kandang, dan sebaliknya apabila pemilik sudah ada di rumah, anjing bisa dikeluarkan dari dalam kandang. Hal ini berlaku pula, apabila mengajak anjing jalan-jalan keluar, selama bisa mengendalikannya anjing tidak prelu dirantai. Namun, apabila masih belum bisa mengendalikan, lebih baik dirantai agar tidak membahayakan orang lain disekitarnya.

  • Pahami latar belakang anjing.

Apabila Anda memilih anjing dewasa yang akan diadopsi, maka hal yang penting untuk dilakukan adalah mengetahui kondisi tempat anjing tersebut dibesarkan sebelumnya. Karena anjing yang dibesarkan pada lingkungan kekeluargaan dan banyak manusia, biasanya cenderung ramah dan bersahabat.

Namun, apabila Anda merasa kasihan saat melihat anjing di jalan dan ingin mengadopsinya, maka anda harus bersiap dengan karakter yang akan menimbulkan maalah dikemudian hari. Dan apabila Anda mengadopsinya dari orang yang sudah dikenal baik, cara ini menjadi cara yang bagus, karena Anda akan tahu dengan jelas bagaimana kesehatan anjing, perawatan dan watak dari anjing tersebut.

Begitu pula apabila Anda memilih bayi anjing untk diadopsi, alangkah sebaiknya bila Anda mencari tahu latar belakang induknya, apakah induk anjing tersebut  memiliki kelainan atau masalah kesehatan tertentu. Karena anak anjing akan menurunkan sifat, perilaku, dan juga kesehatan dari induknya. 

Selain itu, yang harus diperhatikan adalah jenis kelamin anjing juga mempengaruhi perilaku anjing tersebut. Anjing betina biasanya lebih mudah diatur, berbeda dengan anjing jantan yang lebih agresif dan lebih aktif.

Baca juga: Budi daya kroto dengan sarana toples.

  • Pilihlah pakan anjing yang tepat.

Anjing memiliki jenis pakan yang berbeda, pakan ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu  pakan jadi (dogfood) dan pakan hasil racikan sendiri. Secara umum, dogfood dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu dogfood untuk anak anjing, anjing dewasa dan anjing untuk keperluan khusus. Perbedaan dalam hal ini dibedakan berdasarkan kandungan nutrisi yang ada didalamnya.

Dogfood untuk anak anjing, biasanya mengandung protein dan lemak yang cukup tinggi, hal ini untuk memacu pertumbuhan anak anjing.

Dogfood untuk anjing dewasa, protein dan lemaknya memiliki kandungan yang lebih sedikit. Sedangkan dogfood untuk keperluan khusus, biasanya diberikan pada anjing yang menyusui, bunting atau bahkan untuk persiapan lomba.

Sedangkan pakan anjing yang berasal dari hasil racikan sendiri, biasaya lebih murah dibandingkan dengan dogfood, namun secara gizi sedikit kalah dengan dogfood.

  • Lakukan pendekatan dari hati ke hati.

Cara merawat anjing dari hati ke hati, bisa dikategorikan sebagai cara untuk memasukkan ikatan emosional pada anjing. Anak anjing biasanya lebih mudah untuk dilatih bila dibandingkan dengan anjing dewasa. Yang perlu diperhatikan adalah saat membesarkan anak anjing Anda harus lebih sabar, sedangkan anjing dewasa lebih susah untnk dididik dan diubah perilakunya, karena telah memiliki kebiasaan  yang sudah terbentuk  di tempat anjing tersebut dibesarkan sebelumnya. Namun, apabila Anda sudah memilih anjing dewasa yang tepat, juga memiliki keuntungan. Anjing dewasa biasanya sudah memiliki pengetahuan yang cukup untuk berhubungan dengan orang lain.

Atau sekedar tips dalam memelihara anjing agar menjadi jinak dan penurut adalah kalau bisa menyediakan waktu lebih lama dengan anjing kesayangan, maka pilihlah anak anjing. Namun kalau sulit mengatur waktu, maka piihlah anjing dewasa yang sudah terdidik.

Namun, apabila membutuhkan anjing untuk keperlan menjaga dengan sesegera mungkin, maka pilihlah anjing dewasa. Agar anjing peliharaan mengenal pemiliknya, maka tidak perlu dilatih, cukup Anda sebagai pemilknya benar-benar suka dengan anjing peliharaan, dari sini akan muncul ikatan batin yang kuat.

Itu dia sedikit tips merawat anjing, semoga bermanfaat dan menjadi referensi untuk Anda yang ingin merawat dan memelihara anjing kesayangan di rumah.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Tips Merawat Anjing"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel