Antiseptik di Masa Pandemi Covid-19

Wabah pandemi Covid-19 telah merubah segalanya, wabah yang mengancam kehidupan umat manusia di dunia, bahkan di Indonesia ini, telah membuat kebiasaan baru bagi kita semua, khususnya yang berkaitan dengan hidup bersih. Selain harus menjaga prokes (protokol kesehatan), selalu menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan, hal tersebut harus dilakukan yang menjadi cara untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona ini. Meskipun tampak sederhana, melakukan kebiasaan mencuci tangan dengan air bersih dan menggunakan sabun yang mengandung antiseptik di masa pendemi Covid-19 ini dipercaya menjadi langkah efektif untuk bisa menangkal dan memutus mata rantai penyebaran virus ini.

Dengan sadarnya masyarakat untuk hidup sehat dan juga agar terhindar dari terjangkitnya virus corona ini membuat masyarakat dituntut untuk hidup bersih dan steril. Tidak hanya itu, bahkan saat ini produk-produk antiseptik kian banyak jenis dan ragamnya.

Antiseptik Adalah Penghambat Pertumbuhan Kuman

Masih ingatkah Anda dengan penyanyi legendaris Michael Jackson? Saat itu Jacko (nama panggilan Michael Jackson) selalu menggunakan sarung tangan putih, yang dianggap para penonton dan penggemarnya sebagai gaya pakaian penyanyi top tersebut. Namun, setelah ditelusuri sebenarnya sarung tangan putih yang dipakai Jacko ternyata bukan untuk gaya, namun sengaja dipakai untuk menangkal bakteri, virus, parasit dan juga kuman lainnya yang dikhawatirkan menempel pada tubuhnya melalui pegangan tangan. Tidak hanya menggunakan sarung tangan saja, namun perilaku agak berbeda ini juga dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti memakai masker dan menyemprotkan cairan anti kuman.

Antiseptik di Masa Pandemi Covid-19
Foto: modernhealthcare.

Sepertinya apa yang dilakukan Jacko saat itu, terjadi pula dalam kehidupan sehari-hari kita saat ini, apalagi ditambah kekhawatiran penyebaran virus corona yang tidak tahu kapan berakhirnya. Dengan adanya kesadaran masyarakat yang mulai harus menjaga kebersihan diri dan lingkungan, membuat produsen pembersih menambahkan kandungan antiseptik dalam berbagai produknya, hal ini bisa terlihat dari label “antiseptik” yang ditambahkan pada produk pembersih, seperti sabun mandi, shampoo, sabun pencuci tangan, deodorant, bahkan sabun untuk mencuci piring.

Terdapat makna tersirat atas label “antiseptik” yang disematkan pada produk tersebut, yaitu “Sekarang sudah jamannya menggunakan yang anti kuman agar keluarga selalu terlindungi”. Kalau dahulu makna ini dianggap terlalu berlebihan, bahkan dikhawatirkan timbulnya Jacko-jacko baru yang maunya serba steril, namun di era saat ini dimana wabah pandemi Covid-19 ini yang belum terselesaikan ditambah menjadi semakin parah, menjadikan kebutuhan akan produk pembersih yang ditambah dengan kandungan antiseptik sudah menjadi sebuah kebutuhan.

Baca juga: Virus Corona Bermutasi dan Langkah Pencegahannya.

Antiseptik dilansir dari kompas.com merupakan zat yang digunakan untuk membasmi atau menghambat pertumbuhan kuman, seperti bakteri, virus atau bahkan jamur. Bahkan menurut WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) antiseptik ini bisa digunakan diseluruh jaringan tubuh, tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya. Hal inilah yang membedakannya antara antiseptik dan disinfektan, apabila antiseptik digunakan untuk jaringan tubuh, namun disinfektan digunakan untuk membasmi kuman pada benda mati.

Antiseptik Cair dan Hand Sanitizer

Menurut Kalisvar Marimuthu yang merupakan seorang dokter dan konsultan kesehatan senior dalam penyakit menular di National Center for Infectius Diseases (NCID) yang dikutip dari youngparents.com, menurutnya cara terbaik untuk menghindarkan diri dari virus adalah dengan mencuci tangan dengan sabun yang mengandung antiseptik. 

Saat ini juga telah tersedia antiseptik cair yang merupakan produk pembunuh kuman yang bermanfaat, selain bisa digunakan untuk kebersihan tubuh, cairan antiseptik juga berguna untuk membersihkan lingkungan rumah dan juga untuk tujuan medis. 

Namun, hal yang harus diperhatikan, apalagi dalam masa pandemi adalah timbulnya rasa aman yang semu. Hal ini senada dengan yang disampaikan dr. Erdina HD. Pusponegoro, Sp. KK, spesialis kulit dan kelamin dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, yang menyampaikan “Jangan sampai mentang-mentang sudah memakai cairan antiseptik, kemudian lupa mencuci tangan.”

Baca juga: Cara Meningkatkan Imun Tubuh Dari Ancaman Virus Corona Ala Tung Desem Waringin.

Namun bagaimana apabila mengalami kondisi darurat, misalnya tidak adanya akses air dan juga tidak ada sabun yang mengandung antiseptik? Terdapat alternatif apabila sampai hal ini benar-benar terjadi, yaitu bisa menggunakan hand sanitizer atau cairan pencuci tangan dengan syarat harus mengandung alkohol dengan kadar minimal 60%. Tentu saja agar upaya ini efektif, Anda harus membalurkannya pada seluruh tangan, menggosoknya di seputar tangan dan sela jari selama 20 detik, dan membiarkannya kering secara alami.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), hand sanitizer yang memiliki kandungan alkohol 60% sampai dengan 95% memang ampuh menghalau virus dibanding dengan kadar alkoholnya lebih sedikit atau bahkan tanpa alkohol. Namun menurut (CDC), menggunakan air bersih dan sabun yang mengandung antiseptik merupakan langkah ampuh dan sakti untuk menghalau virus. 

Namun, terdapat hal utama selain menggunakan antiseptik tersebut, yaitu melakukan pencegahan terbaik dengan cara selalu menjaga daya tahan tubuh dan membiasakan pola hidup bersih dan sehat, yang salah satunya bisa dilakukan dengan selalu mencuci tangan dengan air bersih dan sabun yang mengandung antiseptik. Semoga informasi tentang antiseptik di masa pandemi Covid-19 ini bermanfaat dan bisa menjadi referensi untuk Anda.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Antiseptik di Masa Pandemi Covid-19"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel