Qwerty dan Asal-usulnya

Qwerty dan Asal-usulnya - Para pengguna handphone, komputer bahkan laptop saat ini pasti sangat terbantu dengan keberadaan keyboard untuk mengetik pada perangkat yang dimilikinya tersebut. Namun, tidak ada yang menyadari, bahwa di balik susunan huruf yang dibuat secara acak pada keyboard tersebut, ternyata bisa membuat hasil tulisan dengan cepat dan rapi. Kebanyakan para pengguna gadget tidak tahu, bahkan tidak mengerti siapa dan bagaimanan proses peciptaan qwerty tersebut. 

Qwerty Keyboard

Dengan berkembangnya teknologi tentunya semakin berkembang pula gadget yang bisa digunakan oleh para penggunanya. Tidak hanya itu, semua aktivitas saat ini pun bisa dilakukan hanya dengan menggunakan gadget. Namun, dibalik terciptanya gadget terdapat satu hal yang sering dilewatkan yaitu Qwerty.

Qwerty sendiri pada saat pertama kali ditemukan oleh Christoipher J. Sholes pada tahun 1874 dan sudah mendapatkan sudah paten tersebut, ternyata papan ketik yang memudahkan para pengguna gadget ini masih belum dinamakan dengan “QWERTY”. Nama susunan huruf pada papan ketik tersebut baru muncul setelah orang-orang memperhatikan susunan hurtuf  paling kiri pada baris pertama papan ketik di sebuah mesin ketik.

Qwerty dan Asal-usulnya; Qwerty Keyboard;
QWERTY pada papan ketik laptop

Pada saat generasi awal, bentuk mesin ketik tersebut masih sangatlah sederhana, susunan huruf papan ketiknya pun saling berlainan, bergantung pada jenis mesin dan pembuat mesin ketik tersebut. Sholes sendiri saat itu bukanlah seorang penemu, melainkan hanya seorang editor di surat kabar di Milwaukee, Amerika Serikat. Namun karena sehari-harinya Sholes bertugas menangani proses pengetikan, Sholes mengetahui bahwa tangkai-tangkai huruf pada mesin ketik ini seringkali saling menyangkut.

Tangkai huruf pada mesin ketik saat itu memang sedikit aneh karena terpasang secara terbalik, sehingga mengakibatkan huruf tersebut tercetak di balik kertas. Begitu pula saat pengetikan dilakukan dengan cepat, tangkai hurufnya pun masih saling menyangkut. Masalah ini kemudian bisa dipecahkan oleh Sholes dengan mengatur kembali huruf-hurufnya. Khususnya pada huruf yang sering berurutan penggunaannya dalam Bahasa Inggris seperti pada huruf “t” dan “h”, yang mengakibatkan proses pengetikan bisa dilakukan tanpa gangguan meskipun kecepatan dalam mengetik menjadi sedikit lebih lambat.

Baca juga: Asal Usul Kaos Kaki Nilon.

Pada akhirnya, Sholes menjual hasil rancangannya pada mesin ketik Remington, yang saat ini menjadi produsen mesin ketik ternama dunia. Saat diluncurkan pertama kali pada tahun 1874, kemunculan mesin ketik dengan tipe papan ketik yang dirancang Sholes ini tidak ada yang menganggapnya sebagai barang aneh, apalagi saat itu penjualannya tidak menggembirakan. Baru setelah peluncuran mesin ketik dengan jenis “Remington 2” yang juga menyediakan jenis huruf kecil, membuat penjualan mesin ketik bisa mengalami peningkatan.

Penggunaan QWERTY semakin meluas dan juga populer sampai saat ini. Hal yang menarik dari papan ketik QWERTY ini adalah terdapat ribuan kata yang harus ditulis dengan tangan kiri saja, sedangkan pada tangan kanan hanya sekitar dua ratusan kata. Hal ini tentu saja juga menguntungkan bagi mereka yang kidal.

Pada perkembangan selanjutnya papan ketik QWERTY ini tidak hanya digunakan pada mesin ketik manual saja, bahkan sejak semakin berkembangnya teknologi computer, QWERTY juga digunakan. Bahkan sejak tahun 2000-an sampai saat ini, semua papan ketik baik pada laptop, smartphone atau bahkan tablet semua kebanyakan menggunakan tombol QWERTY untuk bekerja. Bahkan tidak hanya itu  saja, dengan munculnya teknologi layar sentuh, kehadirannya menjadi sebuah alternatif dalam menggunakan teknologi berbasis computer.

Semoga informasi tentang “Qwerty dan Asal-usulnya” ini bermanfaat dan menjadi referensi untuk Anda yang mencari informasi yang berkaitan dengan QWERTY. (Dikutip dari berbagai sumber)

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Qwerty dan Asal-usulnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel