Asal Usul Kaos Kaki Nilon

Siapa yang menyangka kaos kaki yang dulunya hanya digunakan untuk menutupi dan melindungi kaki, saat ini sudah menjadi salah satu bagian dari fashion yang terus mengalami perkembangan. Bahkan saat ini model dan jenis kaos kaki semakin beragam dan semakin menarik, coba kalau dilihat di berbagai marketplace favorit, disitu banyak sekali ditemukan berbagai jenis kaos kaki yang imut dan lucu yang akan membuat Anda tertarik untuk segera membeli dan memakianya. Namun, dibalik bentuknya yang lucu, satu hal yang harus diketahui adalah tentang asal usul kaos kaki nilon yang saat ini selalu menjadi pertanyaaan khususnya anak-anak yang sangat tertarik dengan jenis fashion yang satu ini.

Masih ingat dengan salah satu kalimat yang mungkin Anda pernah mendengarnya, yaitu “Kaos kaki penyelamat fashionmu!”. Kalau pernah berarti memang fashion sudah menjadi salah satu gaya hidup yang perlu menjadi pertimbangan dan tidak bisa ditinggalkan. Begitu pula dengan saat ini, tertarik dengan asal kaos kaki yang juga disampaikan dalam Intisari Edisi No. 543, akan disampaikan pula bahasan yang terinspirasi dengan ide tersebut.

Sejarah Kaos Kaki

Pada awalnya, kaos kaki sudah menjadi bagian hidup manusia, yaitu menjadi gaya busana dan pelindung kaki agar terasa nyaman, bersih, hangat dan juga bebas lecet. Bahkan bentuk dan bahan dari kaos kaki ini juga mengalami perkembangan. Dari yang hanya lembaran kulit hewan yang kemudian diikatkan di sekeliling pergelangan kaki, sampai dengan kaos kaki rajut dari bahan katun, sutera, wol bahkan serat buatan seperti dari nilon.

Asal Usul Kaos Kaki Nilon
Produksi kaos kaki pada jaman dahulu (Foto: legwearinternational)

Kaos kaki paling tua diketahui dipakai oleh bangsa Yunani Kuno pada abad ke-8 SM dengan bahan dari bulu hewan kusut sebagai penghangat. Sedangkan Bangsa Romawi membungkus kakinya dengan kulit atau dari bahan tenun. Dan orang Inggris menyebut kaos kaki sebagai socks yang berasal dari bahasa Latin, soccus. Saat itu, soccus merupakan jenis sepatu yang dikenakan comedian Romawi, dengan bentuk yang mirip kaos kaki yang sangat pas digunakan di kaki dan mudah dilepas. Bangsa Romawi terkadang menggunakan soccus dengan sandal. Dan pada saat memasuki ruangan, sandal ini akan dilepas, dan hanya kaos kakinya yang masih tetap digunakan.

Pada abad ke – 12, kaos kaki memiliki makna sebagai sepatu bawah, sandal atau rajutan sebagai penutup kaki yang kadang digunakan memanjang sampai ke lutut. Pada tahun 1940-an, kaos kaki dibuat dengan bentuk menyatu dengan celana pendek yang membentuk celana panjang yang ketat dari bahan sutra berwarna, beludru dan wol yang digemari. Baru kemudian muncul istilah stocking  yang menggambarkan penutup kaki dan tungkai sekitar tahun 1583. Yang menarik, sekitar abad ke-18 sudah biasa para pria dan wanita menggunakan stocking putih dari wol atau dari bahan sutra.

Baca juga: Mutiara Si Permata dari Laut.

Sekitar tahun 1589, Yang Terhormat William Lee of Nottinghamshire dari Inggris menemukan mesin rajut untuk kaos kaki. Pembuatan kaos kaki dari katun, wol dan sutra menjadi lebih mudah, murah dan sangat digemari. Kaos kaki yang menutup seluruh telapak kaki dengan rajutan pergelangan kaki menjadi lebih pas.

Perkembangan Kaos Kaki

Dengan berkembangnya temuan dan juga teknologi yang semakin canggih menjadikan mesin rajut kaos kaki menjadi semakin canggih. Tahun 1930 menjadi tonggak dimulainya babak baru dimulainya produksi kaos kaki denganmesin rajut kaos kaki tersebut. Begitu pula tahun 1935, terdapat pengembangan yang luar biasa dengan ditemukannya bahan polimer khusus yang kuat seperti sutra oleh Julian Hill, seorang peneliti di Du Pont Company. Polimer ini terbuat dari campuran air, alcohol dan tearang yang dipanaskan dan telah dipatenkan pada tahun 1937.

Pada tahun 1939 serat buatan ini diperkenalkan di Worlds Fair, New York, dan terinspirasi dari singkatan Kota New York, yaitu Ny, akhirnya serat buatan tersebut dinamakan nylon (nilon). Bahkan stocking nilon yang pertama ditawarkan di berbagai pertokoan  mulai tanggal 15 Mei 1940 yang terjual sebanyak 72.000 pasang pada hari pertama, hal ini menyebabkan pasar sutra Jepang jatuh dalam semalam.

Itu dia sedikit informasi tentang asal usul kaos kaki nilon, semoga bermanfaat dan menjadi referensi untuk Anda dalam fashion khususnya kaos kaki.


Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Asal Usul Kaos Kaki Nilon"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel