Berani Sukses

Tidak ada kesuksesan yang datangnya tiba-tiba, semua memerlukan proses. Namun pada kenyataannya hanya orang-orang tertentu saja yang berani memilih untuk memulai dan membangun mimpinya, sedangkan kebanyakan yang lain hanya berani meneruskan mimpinya. Banyak sekali contoh orang-orang sukses yang memulai dari nol, dari berulang kali kegagalan, namun tidak pantang menyerah, yang dimilikinya hanya keyakinan bahwa apa yang dilakukannya saat ini akan membuahkan hasil meskipun nanti. Mimpi untuk sukses dan berani sukses dalam menggapai harapan menjadi kata kunci untuk berhasil.

Banyak sekali contoh-contoh orang sukses, yang sebenarnya harus menginspirasi kita, ambil contoh misalnya Jeff Bezos pendiri Amazon, Bill Gates dengan Microsoftnya, atau yang dari Indonesia, Chairul Tanjung dengan CT Corp, dan banyak lagi kesuksesan lainnya yang seharusnya bisa membuka mata hati dan mata sukses kita agar mau untuk melangkah menuju sebuah kesukseaan. Semua tidak mudah dan hanya perlu keberanian dan tekad saja. Belenggu ketakutan, zona nyaman dan juga takut gagal menjadi hal yang harus dilepaskan untuk bisa berani melangkah.

Berani Sukses
Sumber gambar: pixabay.com

Berani Berubah Untuk Sukses

Sukses hanyalah milik orang-orang yang berani gagal. Bayak sekali catatan bisnis yang mengulas berbagai pengalaman orang sukses, yang tentunya tidak didapat hanya dalam waktu yang sekejap. Begitu pula dengan apa yang dilakukan orang-orang sukses ini. Kita memang diberikan banyak pilihan oleh Tuhan dalam menggapai sukses, namun kebanyakan yang terjadi hanya keingian untuk menjadi seperti orang lain, tanpa ada keberanian untuk merubah nasibnya.
  • Jika Thomas Edison menyerah saat gagal pada percobaan yang ke 9999 kali, kita akan hidup tanpa lampu.
  • Jika Howard Schultz menyerah saat ditolak bank 242 kali, saat ini kita tidak akan pernah minum kopi Starbucks.
  • Jika Walt Disney membuang semua konsep taman bermainnya setelah ditolak 302 kali. Kita tidak bisa bermimpi dan liburan ke Disney land.
  • Jika Colonel Sanders tidak memasuki restoran ke 1009 untuk menawarkan resepnya, saat ini tidak akan ada KFC.
Bahkan terdapat cerita, saat seseorang menginginkan sukses bisnis, dan bertanya bisnis apa yang mudah dijalankan, diberikan solusi untuk menjadi seorang reseller, tidak mau dengan alasan tidak puya modal, diberi solusi jadi dropshipper, takut kena tipu supplier. Terus apa saran untuk orang dengan tipe orang seperti ini. Diberikan saran jadi dukun aja biar tidak ada lagi orang dengan model seperti ini.

Baca juga: Success is Never Instant.

Memang pola pikir, lingkungan, termasuk juga komunitas yang diikutinya menjadi suatu hal yang sangat berpengaruh dalam seseorang mengambil kepoutusan. Orang yang memiliki jiwa dan sikap sukses akan berupaya bagaimana caranya agar apa yang dimilikinya bisa menghasilkan dengan nilai lebih, hal berbeda dengan orang yang memiliki jiwa gagal, dia akan menghasilkan barang atau sesuatu yang disukainya saja yang malah merugikan dirinya. Contohnya berikan orang sukses $1000, maka dia akan mengembalikannya dengan $100.000. Dan berikan orang gagal $1000, maka dia akan kembali dengan iPhone baru.

Banyak sekali hal yang bisa menghambatmu untuk merintis usaha, antara lain:
  • Tidak punya modal. 
  • Tidak punya pengalaman.
  • Takut gagal.
  • Merasa belum waktunya.
  • Sudah mersa nyaman.
  • Tidak didukung orang tua.
  • Memiliki hobi yang hanya menghabiskan waktu.
  • Terlalu mendengarkan pandangan negatif orang lain.
Hambatan pasti ada, tidak ada sebuah kesuksesan pun yang datang dengan sesuatu yang mulus dan lancar-lancar saja, yang utama adalah berani untuk bangkit dan terus mencoba.

Berani Melangkah Untuk Sukses

Terkadang hambatan untuk menuju sukses berasal dari keraguan yang muncul dari dalam diri sendiri. Tidak ada yang bisa merubahnya selain diri kita sendiri. Keinginan untuk berubah menjadi lebih baik, baik dari sisi ekonomi, kehidupan dan memberikan sesuatu untuk kelurga bisa menjadi motivasi terbaik. Yang membatasi seseorang dengan kesuksesan hanya sebatas kata “TAPI” dan “NANTI”.

Tidak ada sesuatu yang sempurna dan semua pasti bisa diraih, hanya keyakinan yang bisa memberi motivasi dalam meraih sukses.
  • Jika kamu mencari investasi yang sempurna, kamu tidak akan pernah berinvestasi.
  • Jika kamu mencari pasangan yang sempurna, kamu tidak akan pernah menikah.
  • Jika kamu mencari pekerjaan yang sempurna, maka kamu akan tetap menganggur.
  • Jika kamu mencari kehidupan yang sempurna, kamu tidak akan pernah menikmati hidup.
Dan mengapa banyak newbie  atau pendatang baru dalam bisnis yang gagal?.
  • Karena tidak memiliki rencana.
  • Karena mudah merasa puas dengan apa yang didapat.
  • Karena banyak alasan.
  • Karena tidak mau berinvestasi di bisnis yang digeluti.
Dan yang lucu pernah ada quote menarik, “Kerja ogah, bisnis nggak mau, main HP rajin, kemudian bikin status, AKAN INDAH PADA WAKTUNYA. Bangun, ayo kerja...jangan kebanyakan mimpi.”

Baca juga: Menciptakan Kesuksesan dengan Optimisme.

Hanya ada dua pilihan untuk menggapai mimpi dan meraih sukses, yaitu melakukan  F-E-A-R:
  • Forget Everything and Run. Lupakan segalanya dan lari.
  • Face Everything and Rise. Hadapi semuanya dan bangkit.
Pilihan ada di tangan kita untuk meraih sukses tersebut, maka milikilah mentalitas kaya untuk meraih sukses. Apa beda orang dengan mentalitas kaya dan orang dengan mentalitas miskin?

Orang dengan mentalitas kaya, memiliki ciri sebagai berikut:
  • Hidup berorientasi ke depan.
  • Memiliki pendirian yang teguh.
  • Tidak iri pada kesuksesan orang lain.
  • Semangat dalam menghadapi tantangan.
  • Mau untuk terus belajar.
  • Berani mengeluarkan uang untuk sesuatu yang perlu.
  • Berusaha berhenti dari kebiasan buruk dan juga mau berubah.
  • Berani untuk mengambil keputusan.
  • Mandiri.
  • Bisa membantu orang lain untuk sukses.
Sedangkan orang dengan mentalitas miskin, memiliki ciri sebagai berikut:
  • Berputar-putar di masa lalu.
  • Takut tertinggal.
  • Merasa bahwa orang kaya itu memiliki sifat yang jahat.
  • Terus protes dan tidak puas.
  • Tidak mau belajar.
  • Takut berinvestasi.
  • Takut mengeluarkan uang.
  • Menunggu untuk dibantu.
  • Tidak mandiri.
  • Takut pada perubahan.
  • Takut jika orang lain lebih baik.
Menjadi berbeda memang sulit, banyak hal yang harus dikorbankan, termasuk mengorbankan perasaan untuk sukses, seperti apa yang disampaikan seorang motivator, yaitu Bong Chandra:
Mimpi Anda belum besar, sampai orang-orang mulai menertawakannya.”
Untuk itu menjauhlah dari orang-orang yang masih saja:
  • Masih saja suka mengeluh.
  • Masih saja malas-malasan. 
  • Masih saja suka nyinyir
  • Masih saja tidak punya tujuan.
Oleh karena itu, kelilingilah dirimu dengan orang-orang yang memiliki mindset positif dan memiliki visi dan misi yang sama. Dan jangan karena kamu kesepian, membuatmu berhubungan kembali dengan orang-orang toxic. Kamu tidak seharusnya minum racun hanya karena kamu kehausan.

Kembali lagi bahwa semua itu pilihan, kamulah yang bisa memilih, tinggal mau atau tidak, untuk berani sukses dan berani gagal. Selama mau memulai, memiliki keyakinan, tekad dan berani membangun mimpi, yakin saja bahwa impianmu akan tercapai.

Firman Seorang blogger dan juga pemilik angkringan, yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis. Semoga blog ini bermanfaat untuk kita semua. Salam sukses.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel