KULINER PROBOLINGGO: “PECEL POCONG PROBOLINGGO”

Kuliner, kata ini memang ampuh bagi para pecinta kuliner, tidak hanya di Indonesia, namun di mancanegara. Banyak sekali kuliner unik dan kuliner legendaris yang masih ada sampai sekarang, bahkan banyak yang masih mempertahankan suasana lampau untuk dinikmati di masa sekarang. Salah satu kota yang memiliki kuliner unik ini adalah Probolinggo. Probolinggo, adalah sebuah kota yang memiliki kulturasi budaya dengan berbagai macam budaya, yang saat ini masyarakatnya didominasi oleh Suku Jawa dan Suku Madura.

Berkaitan dengan budaya tersebut, maka hal ini tidak bisa dilepaskan dengan perkembangan kuliner yang semakin berkembang di Kota Probolinggo ini. Salah satu kuliner yang selalu ada di setiap kota di Jawa Timur dan menjadi bagian dari Kuliner Probolinggo adalah menu sajian yang disebut dengan “pecel”.

Kuliner Malam Probolinggo 

Salah satu kuliner malam di Kota Probolinggo yang masih tetap ada, dan menjadi bagian dari kekayaan kuliner di Probolinggo adalah “Pecel Pocong”. Kuliner ini berada di Jalan Panglima Sudirman, di pertigaan Siaman, tepatnya berada di sudut Jalan Panglima Sudirman, di depan Toko Semeru Probolinggo. Dan buka mulai pukul 22.00 sampai dengan pukul 03.00 pagi.

KULINER PROBOLINGGO: “PECEL POCONG PROBOLINGGO”
Pecel pocong didepan Toko Semeru Probolinggo
Begitu juga dengan kuliner di Probolinggo, makanan pecel ini juga menjadi tren makanan lokal dan menjadi makanan pilihan di kota ini. Dengan tempat yang sederhana, di atas trotoar di depan Toko Semeru, Pecel pocong ini siap untuk dijajakan, buka malam hari dan tutup menjelang subuh. Karena berada dekat dengan Pasar Baru Kota Probolinggo, maka target pasar yang dituju adalah orang-orang, pedagang dan pembeli di Pasar Baru yang mulai menjajakan dagangannya di malam hari. Selain itu pengunjungnya adalah orang-orang yang baru pulang kerja di malam hari.

Baca Juga:

Kuliner Unik Di Probolinggo

Kuliner pecel ini bisa dikatakan unik, karena sebutannya yang agak seram yaitu “Pecel Pocong”. Disebut demikian karena hanya buka di malam hari. Sehingga disebut dengan pecel pocong. Selain itu ada yang mengatakan, sebutan pecel pocong disebabkan, pemilik pecel ini yaitu Ibu Toyani, selalu mengikat tiang tempat bendera dengan karung plastik yang berwaran putih, untuk melindungi pelanggannya agar tidak tersandung tiang. Nah, tiang tempat bendera yang diikat dengan karung plastik berwarna putih ini yang mirip dengan hantu pocong inilah yang menyebabkan masyarakat menyebut nama kuliner ini dengan sebutan “pecel pocong”.

Kuliner Unik Di Probolinggo
Satu porsi pecel pocong (Sumber gambar: Facebook Andri Wahyudi)

Kuliner Murah Di Probolinggo

Pecel, merupakan kuliner yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di Indonesia. Awalnya makanan yang biasanya dinikmati dengan aneka macam sayuran ini, “pecel” diartikan sebagai makanan yang dihancurkan, makanan ini biasanya disajikan dengan sayur yang direbus dan lauk yang dihidangkan dengan alas yang berbeda, bisa menggunakan dengan alas daun pisang yang biasa disebut dengan pincuk.

Untuk harga, sangat terjangkau dan bisa disebut sebagai kuliner murah di Kota Probolinggo, sehinmgga tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh pengunjung. Karena pecel ini hanya ada di malam hari, pengunjung pun tidak perlu khawatir akan sulitnya parkir kendaraan, karena kondisi malam jalanan pun juga sepi, sehingga memungkinkan para pengujung untuk parkir disebelah kanan dan kiri jalan.

Kuliner Murah Di Probolinggo
Pecel pocong (Sumber gambar: Facebook - Didik Kuq)
Untuk pecel yang dijajakan, sayurnya pun sama seperti pecel pada umumnya, antara lain daun singkong, taoge, mentimun, daun kemangi dan kaacang panjang, baru disiram dengan bumbu sambal kacang yang juga disebut dengan sambal pecel.

Selain nasi pecel, juga disediakan nasi jagung sebagai alternatif pilihan makanan selain nasi putih. Lauknya juga beraneka ragam ada tempe, tahu, telur, sayur bumbu merah tahu telur, ayam kare, dan sayur gulai nangka.

Sebagai pelengkap nasi pecel, juga disediakan peyek atau pengganti makanan yang terbuat dari terigu yang digoreng. Para pengunjung pun bisa membeli secara terpisah peyek ini.
Firman Seorang blogger dan juga pemilik angkringan, yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis. Semoga blog ini bermanfaat untuk kita semua. Salam sukses.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel