Tips Langsing Sehat dengan Puasa

Beberapa hari lagi sudah akan masuk bulan Ramadhan, hal ini berarti umat Muslim di seluruh dunia akan menjalankan kewajiban berpuasa di Bulan Ramdhan selama satu bulan penuh. Ada yang menarik dengan puasa yang dilakukan selama satu bulan penuh, ternyata dari berbagai referensi, puasa ini sangat baik untuk kesehatan. Untuk itulah, sangat pas kalau pada kesempatan kali ini disampaikan tentang tips langsing sehat dengan puasa.

tips-langsing-sehat-dengan-puasa
Ilustrasi (Gambar: headsuphealth.com)

Ternyata berpuasa selama satu bulan di Bulan Ramadhan tidak hanya baik untuk kesehatan saja, namun juga baik dan sangat bermanfaat untuk menurunkan berat badan. Bahkan pakar kesehatan banyak yang mengatakan bahwa penurunan berat badan dikarenakan berpuasa disebut-sebut sebagai cara untuk menurunkan berat badan yang menyehatkan.

Cara Langsing Sehat dengan Menjalankan Puasa

Ada banyak catatan menarik tentang cara agar bisa langsing namun tetap sehat. Salah satu catatan yang bisa dengan  mudah didapatkan adalah catatan yang ditulis oleh Chistantiowati yang pernah dimuat di Majalan Intisari Edisi No. 518, yang mengatakan bahwa sampai saat ini belum terdapat jawaban yang pasti, manakah cara menurunkan berat badan terbaik, teraman, dan bisa dipertahankan dalam jangka lama.

Bahkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), Satgas Obesitas Internasional  (IOTF – International Obesity Task Force), dan Institut Jantung , Paru-paru, Darah Nasional (NHLBI) Amerika Serikat sepakat bahwa penurunan berat badan adalah terapi jangka panjang dengan disertai olahraga dan perubahan perilaku.

Pada dasarnya faktor utama penyebab kegemukan yang bisa diubah adalah asupan kalori yang berlebihan. Dengan mengurangi 500 sampai 1000 kalori per hari dari asupan rata-rata harian, maka berat badan akan turun 0,5 sampai 1 kg/hari.

Baca juga: Puasa dan Racun Dalam Tubuh.

Dengan asupan makanan rendah kalori, 1.250 kalori per hari, maka bisa untuk menurunkan berat badan 0,5 sampai 0,6 kg/minggu.

Sedangkan pola makan yang sehat itu terdiri atas makanan rendah lemak, rendah kalori atau karbohidrat dan juga tinggi serat. Dan pada puasa di Bulan Ramadhan ini menjadi momen yang tepat untuk memulai kebiasaan baru dengan makan dengan menu yang rendah kalori.

Dengan berpuasa, maka pola makan mengalami perubahan  dari tiga kali sehari (sarapan, makan siang dan makan malam) menjadi dua kali (sahur dan buka). Namun, perubahan pola makan ini tidak ada artinya kalau jumlah asupan kalori harian tetap seperti biasa. Hanya karena takut kehabisan energi, saat sahur makan berlebihan.

Padahal terlalu banyak makan justru memicu keluarnya hormon insulin berlimpah yang akan mengangkut gula darah ke seluruh jaringan tubuh untuk diubah menjadi glikogen atau lemak yang juga berlebih. Yang mengerikan, kelebihan lemak ini sulit untuk diuraikan menjadi gula darah kembali. Bukan menjadi lebih segar, namun menjadi bertambah lemas.

Namun jangan berpikir untuk tidak makan sahur karean berharap penurunan berat badan lebih banyak dan lebih cepat. Seperti halnya dengan sarapan, maka sahur sangat diperlukan untuk mengimbangi zat gizi yang tidak diperoleh tubuh selama sehari berpuasa.

Hidangan sahur bisa menjadi cadangan kalori dan protein tinggi, sehingga lambung tidak menjadi cepat mengalami hampa makanan, sehingga rasa lapar menjadi tidak terasa.

Puasa bisa menjadi sebuah momentum khusus bagi tubuh untuk mengambil cadangan energi dari kelebihan konsumsi karbohidrat (kalori) yang disimpan dalam glikogen otot, hati, dan lemak. Pada proses pertama, maka glikogen otot, bisa bertahan antara 24 sampai 28 jam dalam tubuh. Setelah habis, gula darah akan menurun namun segera diambil alih oleh gula darah dari glikogen hati dengan bantuan hormon adrenalin. Bila habis, maka cadangan lemak dan protein yang masih memadai bisa digunakan sampai berbuka.

Langsing Alami Saat Puasa dengan Berolahraga

Apabila dengan perubahan pola makan, berat badan masih tidak mengalami penurunan setelah melakukan puasa setelah satu bulan, berarti ada sesuatu yang kurang. Mungkin bisa dari aktivitas fisik, seperti olahraga.

Jalan-jalan di seputar lingkungan rumah setelah sahur atau sholat subuh  masih belum bisa menggantikan olahraga rutin yang biasa dilakukan, maka menurut dr Michael Triangto. Sp. KO (Spesialis Kedokteran Olahraga), pilihlah olahraga aerobic dengan intensitas ringan, berulang-ulang dalam waktu panjang, seperti jalan cepat, lari-lari kecil (jogging), bersepeda atau berenang. Pilihlah waktu sekitar setengah jam menjelang berbuka.

Bila belum terbiasa berolahraga setiap hari, maka lakukan secara bertahap, misalnya dengan jalan kaki 2 sampai 3 kali seminggu selama 30 menit. Untuk waktunya bisa dipilih sekitar satu jam sebelum berbuka, sehingga saat berkeringat, segera tergantikan saat berbuka. Atau bisa juga 2 sampai 3 jam setelah berbuka pertama agar terhindar dari dari kekurangan cairan dan gula darah.

Cara Membagi Asupan Kalori Saat Sahur dan Berbuka

Seperti halnya menjaga tubuh untuk sehat, maka begitu pula yang harus dilakukan saat berpuasa. Adapun gambar yang dilakukan dalam membagi asupan kalori untuk sahur dan berbuka, bisa dilakukan sebagai berikut:

  • Buka puasa dengan segelas air, teh hangat manis atau air hangat plus madu, ditambah makanan ringan seperti kurma atau sari buah (10% kalori). Hindari juga minuman dingin atau yang dicampur es karena bisa menahan rasa lapar sehingga malas untuk menikmati makan malam bergizi, hal ini mengakibatkan asupan gizi menjadi berkurang.
  • Setelah shalat magrib, minum dengan segelas air, makan malam (40% kalori), dan minum lagi dengan segelas air.
  • Setelah shalat tarawih, konsumsi makanan ringan (10% kalori) dan dengan segelas air.
  • Lambatkan makan sahur (40% kalori) sampai setengah jam sebelum imsak dengan diawali dan diakhiri minum segelas air atau sari buah. Kebutuhan zat gizi dan cairan minimum  delapan gelas (2 liter) terpenuhi.

Itu dia sedikit informasi dan tips langsing sehat dengan puasa. Semoga informasi dan tips tersebut bermanfaat dan menjadi referensi untuk Anda dalam menjaga kesehatan.

Belum ada Komentar untuk "Tips Langsing Sehat dengan Puasa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel