Pap Smear, Cara Deteksi Dini dari Kanker Leher Rahim

Menjaga kesehatan menjadi hal penting dan wajib bagi siapa pun, begitu pula bagi seorang wanita. Termasuk dalam menjaga rahim agar selalu sehat dan terjaga dari hal yang tidak diinginkan menjadi hal utama yang harus dilakukan. Terdapat salah satu cara yang dilakukan untuk mencegah sesuatu yang tidak diinginkan, yaitu dengan pap smear, cara deteksi dini dari kanker leher rahim.

Mengapa Harus Pap Smear? Lakukan Pap Smear Terdekat di Rumah Sakit atau Klinik Bersalin

Pap smear merupakan salah satu cara untuk melakukan deteksi dini dari kanker leher rahim. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara mengambil contoh sel-sel leher rahim yang sudah bisa dilakukan di berbagai rumah sakit atau pun klinik bersalin.

pap-smear-deteksi-dini-kanker-leher-rahim
Ilustrasi (Gambar: progressivewomenshealthonline.com)

Namun sebelum melakukannya, harus dilakukan persiapan agar hasilnya optimal, antara lain:

  • Jangan membersihkan vagina dengan krim atau sabun apa pun dua hari sebelum melakukan pap smear.
  • Jangan menggunakan obat-obatan yang dimasukkan ke dalam vagina, misalnya jeli untuk KB, 24 jam sebelum dilakukan pap smear.
  • Sebaiknya tidak mandi berendam menjelang pap smear, karena dikhawatirkan saat berendam terdapat sisa-sisa sabun yang tertinggal atau masuk ke vagina dan membuat hasil tes menjadi rancu.
  • Hindari melakukan hubungan intim sekitar 2 hari sebelum dilakukan pap smear, karena hubungan seks bisa menyebabkan hasil tes tidak akurat.
  • Sebaiknya lakukan pap smear sekitar 5 hari setelah haid berhenti, agar leher rahim bersih dari sisa-sisa darah haid.
  • Jika mengalami keputihan, beritahukan pada pemeriksa pap smear. Begitu juga dengan semua keluhan yang Anda rasakan, misalnya terasa gatal-gatal, sakit atau panas (seperti terbakar) di vagina.
  • Jika hasil tes pap smear kurang bagus (abnormal), beritahukan pada dokter.
Baca juga: Tips Mengantisipasi Kanker Serviks & Kanker Payudara.

Normal atau Tidaknya Hasil Pap Smear

Terdapat beberapa kemungkinan hasil pap smear yang dilakukan, tetapi umumnya dibedakan menjadi 3, antara lain:

1. Dalam batas normal.

Ini pertanda bagus, dan biasanya akan diminta melakukan pap smaer lagi setelah satu tahun.

2. Terdapat perubahan sel.

Hal ini bisa terjadi karena:

  • Infeksi, antara lain infeksi bakteri, infeksi jamur, atau perubahan sel yang berhubungan dengan virus herpes simpleks. Dokter biasanya akan memberikan terapi yang sesuai untuk mengatasinya.
  • Perubahan sel reaktif, antara lain yang berhubungan dengan bengkak karena radang, pengerutan dengan radang, radiasi, atau gangguan pemakaian IUD (spiral). Pada kondisi ini dokter akan memberikan terapi yang sesuai dan menyarankan pemeriksaan ulang 3 sampai 6 bulan kemudian.

3. Terdapat sel epitel.

Sel epitel (sel pembentuk jaringan pelapis), yaitu sel skuamosa (sel pipih) dan sel glandula (semacam sel kelenjar), yang abnormal. Untuk mengetahui lebih lanjut, dokter akan menyarankan pemeriksaan leher rahim (kolposkopi) dan tes HPV (human papillomavirus test untuk mengetahui ada tidaknya infeksi HPV).

Jika Hasil Pap Smear Tidak Normal

Apabila hasil pap smear tidak normal, jangan khawatir terlebih dahulu. Terdapat hal-hal yang bisa Anda lakukan, seperti ini:

  • Mintalah penjelasan pada dokter mengenai hasil tes Anda.
  • Jika masih belum mengerti, jangan ragu untuk minta penjelasan lagi. Ingat Anda berhak minta second opinion.
  • Ikuti perintah dokter, jika ia menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut atau penanganan tertentu.

Itu dia sedikit informasi tentang “pap smear, cara deteksi dini dari kanker leher rahim” yang pernah diulas juga olah Retno Wahab Supriyadi dalam Majalah Ayah Bunda Edisi. No. 16. Semoga bermanfaat. 

Belum ada Komentar untuk "Pap Smear, Cara Deteksi Dini dari Kanker Leher Rahim"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel