Ada Apa dengan “Ayam Bakar Wong Solo”

Apa yang bisa dibayangkan tentang sebuah kuliner? Banyak hal yang bisa dibahas, bisa rasanya yang enak, tempat menikmati sajian kuliner yang nyaman, atau bahkan bisa membahas tentang kesuksesan kuliner yang membuat pemiliknya kaya dengan pundi-pundi uang dari usaha kuliner yang dijalaninya. Begitu pula kali ini, sajian kuliner ini sangat sering dibahas, bahkan menikmati sajian ayam bakarnya menjadi sebuah kenikmatan tersendiri. Tidak hanya itu, ada pula desas-desus tentang pemiliknya yang menarik untuk dibahas. Ada apa dengan “Ayam Bakar Wong Solo” menjadi topik menarik kali ini.

ayam-bakar-wong-solo
Nasi box "Ayam Bakar Wong Solo"

Ayam bakar memang sajian kuliner yang enak, bahkan tidak hanya enak, sajian kuliner ayam bakar ini adalah sajian favorit orang Indonesia. Apalagi dengan potongan paha atau dada ayam, yang kemudian ditambahkan bumbu rempah khas Indonesia dan dibakar sempurna, ditambah dengan aneka sambal dan dinikmati dengan nasi putih panas, membuat sajian ayam bakar ini menjadi terasa nikmat.

Nikmatnya Ayam Bakar di “Ayam Bakar Wong Solo”

Dahulu sebelum wabah pandemi Covid-19 melanda, bisa dikatakan sangat sering menikmati sajian ayam bakar di tempat kuliner terkenal ini. Namun, setelah wabah ini sudah dikatakan mereda, pola menikmati kuliner ini pun berubah, bahkan seperti pada pembahasan kali ini, kami sering menikmatinya dengan membawa pulang sajian ayam bakar tersebut. Tidak hanya itu, bahkan pada acara-acara penting pun sajian ayam bakar dalam bentuk box pun juga di pesan di Ayam Bakar Wong Solo.

Nikmatnya Ayam Bakar di “Ayam Bakar Wong Solo”
Kenikmatan nasi box "Ayam Bakar Wong Solo"

Baca juga: Di Balik Kenikmatan Ayam Geprek Sa’i.

Sebagai restoran yang bisa dikatakan sangat terkenal  dan punya banyak cabang, bahkan sampai di luar negeri, restoran ini memang menjadi restoran favorit. Kalau Anda sering menikmati sajian ayam bakar, tentu saja ayam bakar di Restoran ”Ayam Bakar Wong Solo” ini berbeda, yang membedakan terletak pada bumbu ayamnya yang sangat enak, dengan rasa yang gurih dan daging ayam bakarnya yang lembut sekali. Untuk ukuran ayamnya lumayan dan bisa dikatakan standart, tidak besar dan tidak kecil, karena ayam yang digunakan menggunakan ayam kampung.

Di Balik Kesuksesan “Ayam Bakar Wong Solo”

Sukses bisnis tentu menjadi harapan dan impian setiap orang, khususnya yang baru memulai bisnis. Kesuksesan “Ayam Bakar Wong Solo” bahkan mampu bertahan di tengah gempuran pandemi bisa menjadi contoh dalam berbisnis.

Siapa sosok tersebut? Puspo Wardoyo, pria kelahiran Solo, 30 November 1957 ini menjadi sosok pengusaha sukses di balik kesuksesan Restoran “Ayam Bakar Wong Solo”. Proses, kerja keras dan perjuangan menjadi salah satu kunci sukses menjadi seorang pengusaha dan membuat bisnis yang digelutinya mampu bertahan.

Di Balik Kesuksesan “Ayam Bakar Wong Solo”
Puspo Wardoyo (Foto: wartawirausaha.com)

Setelah lulus dari kuliah, Puspo Wardoyo kemudian menjadi seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil), namun kemudian Puspo memutuskan untuk mengudurkan diri  dan memilih berwirausaha untuk membuka usaha rumah makan di sekitar Pasar Tradisional Kleco, Solo sekitar tahun 1986.

Keputusan terbesar yang dilakukannya adalah saat memutuskan untuk merantau ke Medan, hal ini dilakukannya karena usaha ayam bakarnya di Solo berjalan datar, dan tidak banyak pembeli yang datang ke warungnya, dan hal ini menjadi masa sulit bagi Puspo Wardoyo. Pertemuannya dengan kawannya yang baru pulang dari Medan, membuat dirinya menyerahkan usaha ayam bakarnya di Solo kepada seorang temannya. 

Pada awalnya, Pupso terlebih dahulu menjadi guru sekolah dari tahun 1989 sampai tahun 1991 di Bagan Siapi-api dengan tujuan untuk mengumpulkan modal usaha. Di daerah ini, Puspo bertemu dengan Rini Purwati yang akhirnya menjadi istrinya. Saat modal sudah mulai terkumpul, Puspo kemudian memutuskan pindah ke Kota Medan.

Dengan mengontrak rumah dan membeli motor, sisa tabungan sekitar Rp 700 ribu digunakan untuk membuka usaha ayam bakar di Jalan SMA 2 Padang Golf Polonia Medan, dengan nama “Ayam Bakar Wong Solo”. Lama kelamaan warung ayam bakar miliknya semakin berkembang. 

Keberuntungan pun akhirnya didapatkan Puspo, saat tidak sengaja menolong karyawannya yang terjerat hutang rentenir. Puspo pun bersama istrinya kemudian merelakan tabungannya sekitar Rp. 800 ribu untuk melunasi hutang karyawan tersebut. Tidak lama kemudian datang seorang wartawan lokal “Harian Waspada”. Ternyata wartawan tersebut adalah teman dari suami karyawan yang ditolong oleh Puspo. Dan profil Puspo diangkat ke surat kabar degan judul “Puspo Wardoyo, Sarjana Membuka Ayam Bakar Wong Solo di Medan”.

Dan ternyata artikel tersebut berimbas dengan meningkatnya penjualan ayam bakar miliknya. Bahkan pada tahun 2006, restoran Ayam Bakar Wong Solo miliknya berkembang dengan luar biasa hingga menjadi 26 restoran yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Sampai saat ini, Ayam Bakar Wong Solo sudah memiliki puluhan cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan saat ini Ayam Bakar Wong Solo berubah menjadi franchise di bawah kendali “Wong Solo Group”.

Semoga informasi tentang “Ada Apa dengan Ayam Bakar Wong Solo” ini bermanfaat, khususnya untuk Anda yang baru memulai berbisnis.

Belum ada Komentar untuk "Ada Apa dengan “Ayam Bakar Wong Solo”"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel