Suntik Vitamin C dan Efek Sampingnya

Akhir-akhir ini sering kita dengar di sekitar kita, entah dari media sosial atau pembicaraan warga yang mengatakan kalau ingin cantik sangatlah mudah, hanya tinggal suntik bayar dan jadi cantik. Hhhmm… Apakah semudah itu dan apa yang disuntikkannya? Dan apa tidak ada efek samping bagi tubuh? Penasaran dengan hal tersebut ternyata yang disuntikkan adalah vitamin C yang kabarnya bisa membuat kulit menjadi putih, bebas jerawat, stamina bagus. Tertarik dengan informasi tersebut tidak ada salahnya kalau kali ini, kita membahas tentang suntik vitamin C dan efek sampingnya.

Suntik Vitamin C dan Efek Sampingnya
Suntik vitamin C (Foto: drivclinic.com)

Berbicara tentang vitamin C, tentunya vitamin C ini adalah salah satu vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh, selain berfugsi sebagai antioksidan juga berfungsi untuk melindungi kerusakan sel-sel tubuh karena paparan radikal bebas. Yang menjadi pertanyaan dan sempat dibahas dalam Rubrik Kesehatan yang diasuh oleh dr Tan Shot Yen yang sempat dimuat dalam Tablod Nyata adalah “Benarkah melakukan suntik Vitamin C dosis tinggi dalam waktu seminggu sekali, bisa membuat kulit putih, bebas jerawat dan banyak manfaat lainnya?”

Suntik Vitamin C dan Kolagen Menurut dr Tan

Menurut dr Tan , yang harus diketahui adalah vitamin C untuk kecantikan saat ini bisa dikatakan telah diselewengkan dengan cara-cara yang sangat tidak etis. Banyak perempuan terjerat oleh bumbu marketing vitamin C sehingga akhirnya menjadi pecandu suntikan dan pengedarnya, tanpa memahami secara sungguh-sungguh bagaimana vitamin C berfungsi dalam tubuh manusia dan bagaimana mempertahankan kondisi tubuh yang telah tersuplementasi tanpa perlu menjadi pecandu suntikan.

Vitamin C itu sendiri merupakan salah satu antibiotik yang tidak dapat dapat dibuat sendiri oleh tubuh manusia, hal ini berbeda dengan beberapa hewan mamalia (seprti yang diteliti oeh Grollman dan Lehninger, 1957) dan juga ditemukan reptil dan hewan amfibi yang mensintesis vitamin C pada ginjal mereka.

Vitamin C penting untuk metabolisme lemak, fungsi kekebalan dan penyembuhan, fungsi endokrin, menetralisir racun dan alergi, sekaligus sebagai antioksidan, dan penting juga bagi fungsi penghantar rangsang saraf termasuk dopamin, serotonin,  asetilkolin dan merupakan terapi terbaik bagi hampir semua penyakit virus termasuk  polio, hepatitis dan herpes.

Baca juga: Antioksidan dan Fungsinya untuk Tubuh.

Yang sering digunakan sebagai pendongkrak kecantikan kulit menurut dr Tan adalah karena dia meningkatkan produksi kolagen. Kolagen adalah zat lentur (kenyal) yang terdapat dalam dinding pembuluh darah, selain kulit. Kolagen ini membuat kulit tanpa kenyal, tidak keriput, cerah dan bebas dari jerawat. Namun yang perlu menjadi catatan adalah kolagen terbentuk bukan semata-mata karena vitamin C, tapi pada pola makan yang sehat seimbang yang mempertahankannya.

Untuk apa menyiksa diri dengan suntikan vitamin C (yang mengundang bahaya bila dilakukan oleh orang yang tidak profesional di bidang kesehatan, karena terdapat bahaya pada jarum suntk yang tidak sekali pakai dan hal ini merupakan rantai penularan HIV/AIDS, Hepatitis dan penyakit lainnya.

Gelembung udara dalam alat injeksi bisa menyebabkan emboli pembuluh darah yang dapat menyebabkan kematian mendadak karena penyumbatan pembuluh darah karena gelembung tersebut.

Yang perlu diingat adalah vitamin C harus disuntikkn secara intravena atau langsung masuk pembuluh darah dan bila merembes ke jaringan sekitanya akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.

Dan yang harus diingat adalah apabila pola makan yang masih kacau dan sarat karbohidrat buruk (gula, terigu, beras dan pati) akan membuat kolagen rusak kembali. Molekul gula pada protein membentuk persenyawaan yang  disebut Advanced-Glycation-End products (AGE). AGE mengendap di jaringan-jaringan tubuh manusia, mendorong timbulnya penyakit degeneratif, pembentukan kerut dan uban.

Yang tidak boleh dilupakan justru mengenai dosis pemakaian. Kadar vitamin C dalam jaringan lebih rendah daripada  yang beredar dalam darah. Oleh karena itu, opti-dosing (pemberian dalam dosis optimum) sangat diperlukan. Suplementasi yang dianjurkan  di atas 500 mg per hari. (Opti-dose: 6000 – 12000 mg per hari).

Di bawah 500 mg akan terjadi efek terbalik antiokasidan. Tidak ada kasus toksisitas kelebihn vitamin C. Diare adalah salah satu indikator kelebihan. Pendapat tentang risiko terbentukny batu ginjal jenis oksalat terbukti bukan disebabkan oleh pemberian vitamin C. Justru dalam penelitian Catchcart ditemukan penderita yang pernah mempunyai batu ginjal oksalat cenderung tidak mengalaminya lagi.

Sekalipun sayur dan buah disebut sebagai sumber vitamin C, namun poses pencernaan  cenderung banyak membuat ampas sisa terbuang daripada menyerapnya utuh masuk dalam pembuluh darah saat diserap usus halus.

Dr Tan sendiri menganjurkan suplementasi vitamin C ( dalam bentuk ester atau buffered) sekitar 1000-3000 mg per hari pada kondisi sehat bagi orang yang mengikuti pola makan sehat seimbang. Jumlah tersebut dapat ditingkatkan dalam kondisi tertentu yang membutuhkan suplementasi lebih tinggi.

Selama pola makan masih kacau, lupakan suplemetasi, karena hanya membuang uang, membuang waktu bahkan memberi nama buruk pada suplementasi.

Yang perlu diperhatikan lagi adalah jangan pernah memperlakukan vitamin C atau suplemen sebagai obat, yang akhirnya jatuh dalam paradigma yang sama seperti berobat. Suplemen hanya bekerja baik dalam tubuh yang dirawat dengan baik, mendapat asupan gizi yang sesuai untuk membuat semua sinkronisasi hidup menjadi harmonis.

Semoga informasi tentang “suntik vitamin C dan efek sampingnya” ini bermanfaat dan menjadi referensi untuk Anda semua. 

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Suntik Vitamin C dan Efek Sampingnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel