Memancing Kelelawar

Ada cerita menarik tentang kebiasaan memancing. Tentunya kalau hanya memancing ikan, bisa dikatakan sudah menjadi hal biasa. Namun bagaimana kalau yang dipancing adalah kelelawar. Sebenarnya awal mendapatkan ide ini, adalah dari pertanyaan seorang anak yang menanyakan bagaimana cara menangkap kelelawar. Penasaran dengan pertanyaaan tersebut, maka cara mudah menangkap kelelawar adalah dengan memancing kelelawar seperti yang dilakukan warga di daerah pedalaman Kecamatan Kuala Kuayan, di Sungai Mentaya, Kota Waringin Timur.

Informasi tentang tradisi unik ini, yaitu memancing kelelawar yang juga disebut dengan memancing udara, pernah disampaikan kembali oleh Eta di Jakarta dan pernah dimuat dalam Majalah Intisari Edisi No. 551.

Tradisi Memancing Udara di Kuala Kuayan

Mungkin tradisi ini seperti tradisi yang aneh bagi mereka yang belum pernah melihatnya. Tradisi yang dilakukan warga di Kuala Kuayan memang unik. Sejak pukul 15.00 warga sudah tumpah ruah ke jalan untuk bermain layang-layang. Yang lucunya bukan hanya anak-anak, tetapi orang dewasa baik laki-laki maupun perempuan.

memancing kelelawar
Memancing kelelawar (Foto: liputan6.com)

Bentuk layang-layang yang dimainkan pun biasa saja, karena memang tidak mementingkan bentuk. Namun yang penting disini adalah fungsinya. Warga menggunakan layang-layang tersebut sebagai kail untuk memancing. Sekitar 3 sampai 5 meter pada benang di bawah layang-layang dipasang beberapa mata kail.

Pasti Anda yang belum tahu, akan bertanya-tanya, apa ya yang dipancing. Ini yang disebut unik, karena mereka sengaja memancing kelelawar.

Baca juga: Tambelo, Si Kerang yang Jago Ngebor.

Pada sore hari, kelelawar akan bangun dari tidurnya dan keluar dari sarang untuk mencari makanan. Tempat dimana kelelawar beterbangan di udara tersebut yang dijadikan sebagai kolam pancing. Caranya, pada saat kerumunan kelelawar terbang di sekitar layang-layang, maka benang layang-layang akan dimainkan agar mata kail atau mata pancing bisa mengenai sayap kelelawar.

Begitu sayap tersangkut di mata kail, maka kelelawar tersebut tidak bisa melepaskan diri, hal ini sama persis seperti ikan yang tersangkut di mata kail. Benang layang-layang tersebut terus dimainkan sampai satu layang-layang bisa menangkap 2 sampai 3 ekor kelelawar. Setelah kelelawar yang tersangkut tersebut diambil, layang-layang kembali dinaikkan dan benang kembali dimainkan sampai mendapatkan kelelawar lagi.

Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah untuk apa kelelawar yang didapat dari memancing kelelawar tersebut? Ya, daging kelelawar tersebut dikonsumsi sebagai lauk untuk makan.

Menarik dan unik bukan, cerita tentang memancing kelelawar tersebut. Semoga informasi tersebut bermanfaat dan menambah perbendaharaan kita tentang tradisi unik di daerah-daerah di Indonesia.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Memancing Kelelawar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel