Tips Mengatasi Hirsutisme

Mungkin Anda sering melihat seorang pria ganteng, tinggi kekar dengan cambang yang menawan, bahkan bisa dikatakan sebagai cowok maco. Memiliki rambut yang tumbuh lebat sesuai dengan porsinya tentu sangat menyenangkan. Namun, bagaimana bila rambut yang seharusnya tumbuh lebat di tempat yang tepat, ternyata malah tumbuh dengan lebat di tempat yang tidak semestinya, tentu hal ini akan sangat menggangu bahkan bisa saja menjadi tidak PD. Berbicara tentang rambut yang tidak tumbuh di tempat semestinya, hal ini berkaitam dengan hirsutisme. Tertarik dengan pembahasan rambut ini, maka di kesempatan ini akan dibahas tentang tips mengatasi hirsutisme.

Terkadang kita pernah melihat seorang wanita bahkan anak perempuan yang memiliki bulu yang lebat bahkan sampai tumbuh di wajah. Ada yang mengatakan anak ini kelebihan hormon sehingga pertumbuhan rambut dan bulu tumbuh di luar batas. Namun karena kekurangan informasi dan proses pengobatan membuat anak yang mengalami gangguan pertumbuhan bulu dan rambut tidak jadi diobati.

Apa Itu Hirsutisme

Sebenarnya sudah banyak informasi di berbagai media elektronik dan buku-buku yang membahas hal ini. Namun tulisan Yeni D.S. Siagian yang pernah dimuat dalam Kumpulan Artikel Kesehatan Intisari ini menarik perhatian kami untuk menyampaikannya di media ini.

Hirsutisme, apa sebenarnya hirsutisme ini? Hirsutisme adalah gangguan yang bertingkat-tingkat sampai ada yang menderita gangguan ini hampir di seluruh tubuhnya ditumbuhi bulu lebat sampai pada bagian anusnya.

Menurut dr. Maria B. Djatmoko, Sp. KK dari RS Metropolitan Medical Center (MCC), Jakarta, “Terdapat hirsutisme yang disebabkan oleh faktor idiopatik atau penyebab yang tidak diketahui secara medis. Namun, penyebab umumnya adalah faktor genetik, gangguan adrenalin, sindrom ovarium, dan juga pengaruh obat-obatan.”

Hirsutisme Bisa Sembuh dan Pengobatannya
Foto: mirror

Hirsutisme yang disebabkan faktor idiopatik timbul di masa pubertas, dan biasanya diderita seumur hidup. Bahkan kalau ditelusuri, dari garis keturunannya memang pernah ada yang menderita hirsutisme. Sedangkan hirsutisme karena faktor genetik dipengaruhi oleh faktor ras.

Pada wanita normal, 75%, testosteron dalam plasma darah diproduksi oleh kelenjar adrenal. Namun pada wanita penderita hirsutisme ditemukan sedikit kenaikan testosteron dalam plasma, yang dihasilkan di ovarium.

Terdapat faktor lain penyebab timbulnya hirsutisme, yaitu yang disebabkan efek samping obat-obatan yang mengandung anabolik steroid, progestogen dan antikonvulsan, di kelenjar adrenal.

Anabolik steroid, misalnya merupakan salah satu materi obat sintetis yang banyak disalahgunakan oleh atlet binaraga untuk mendongkrak prestasi.

Pada wanita yang menderita hirsutisme cenderung merasakan gangguan yang lebih beragam, selain masalah pertumbuhan bulu yang berlebihan, terkadang muncul juga seborea yaitu sekresi lemak yang berlebihan di sekitar hidung dan dahi, juga jerawat di wajah, dada dan punggung.

Menurut dr Maria, wanita bisa mengalami infertilitas, karena indung telur tidak mengeluarkan ovum yang disebut dengan siklus anovulatory, yang disebabkan hormon estrogen mengalami peningkatan, dan juga timbul gangguan pada endometrium (membran mukosa pada rahim).

Pada masa pubertas, perempuan hirsutisme akan mengalami gangguan pada siklus menstruasinya, payudara juga kurang berkembang dan klitorisnya membesar (genital virilization). Ciri fisik yang mengikuti seperti memiliki suara seperti pria, dan terkadang mengalami obesitas, bahkan kadar prolaktin (hormon yang merangsang dan mempertahankan sekresi susu) dan insulin di dalam darah juga mengalami peningkatan.

Pada usia lanjut, penderita hirsutisme cenderung mengalami gangguan jerawat yang parah, dan di masa menopause, bulunya akan semakin lebat, khususnya pada bagian kumis.

Menurut dr Maria, yang harus diperhatikan adalah hirsutisme bisa menunjukkan adanya tumor di kelenjar adrenal. Tumor ini muncul bersamaan dengan awal timbulnya hirsutisme. Terdapat beberapa tipe tumor virilizing, yang bisa memhuat sifat-sifat seks sekunder pria menjadi berkembang, seperti suara membesar, seperti pria dan klitorisnya juga membesar. Oleh karena itu, wanita penderita hirsutisme dengan berbagai ciri tersebut sebaiknya memeriksakan diri ke dokter, yang dikhawatirkan terdapat tumor di dalam rahimnya.

Hirsutisme Bisa Sembuh dan Pengobatannya

Terdapat beberapa cara untuk mengatasi hirsutisme, antara lain:

  1. Dengan cara mencukur.
  2. Dengan mengonsumsi pil KB.

Baca juga: Tips Mencegah Ancaman Radikal Bebas Bagi Wanita.

1. Dengan cara mencukur.

Mencukur adalah cara paling mudah untuk merontokkan bulu liar, meskipun cara ini tidak menyelesaikan persoalan secara permanen. Cara ini sering dilakukan para wanita untuk menghikangkan bulu di kaki dan ketiak.

Yang menjadi pertanyaan adalah ‘Benarkah mencukur bulu tidak membuat bulu yang tumbuh menjadi semakin kasar?’. Sebenarnya, kulit malah akan iritasi apabila terlaku sering mencukur bulu.

Cara lain yang bisa dilakukan dan merupakan cara modern adalah dengan menggunakan krim peluruh bulu atau depilatory. Yang menjadi masalah adalah krim tersebut malah membuat serabut bulu menjadi membesar karena crystine (asam amino) yang menjembatani antara ikatan polipeptida (asam amino), yang berdekatan pada bulu, membelah, akhirnya bulu mejadi rusak dan kulit teriritasi.

Krim ini juga tidak dapat digunakan oleh sembarang orang, karena ada juga orang yang memiliki kulit sensitif.

2. Dengan mengonsumsi pil KB.

Dari bebrapa penelitian pada penderita hirsutisme yang siklus menstruasinya tidak teratur, 60% diantaranya menunjukkan peningkatan kadar testosteron dalam plasma darah, hal ini disebabkan adanya jaringan testis yang tumbuh di ovarium.

Obat-obatan yang mengandung glukokortikoid sering dipakai untuk mengatasi hirsutisme, karena didalamnya terdapat zat-zat yang bisa menekan produksi hormon androgen di kelenjar adrenal dan ovarium.

Obat-obatan tersebut juga menghentikan kerja kelenjar pada folikel bulu. Selain itu, tekstur bulu yang tumbuh juga menjadi lebih pendek, tipis dan kurang berpigmen. 

Alternatif lain yang bisa digunakan adalah dengan menggunakan pil KB, yaitu pil pencegah kehamilan yang mengandung hormon estrogen berkadar tinggi bisa menekan hormon gonadotropin dalam tubuh, yang mengakibatkan eskresi hormon androgen dari ovarium menjadi berkurang, dan kadar testosteron dalam serum darah menjadi normal.

Itu dia, sedikit informasi dan pembahasan tentang tips mengatasi hirsutisme. Semoga bermanfaat.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Tips Mengatasi Hirsutisme"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel