Resensi Novel “Jalan Sunyi Seorang Penulis”

Pengembaraan, jalan hidup menjadi inti cerita hidup seorang penulis. Kisah kehidupan seorang penulis pun seolah diam, tidak ada yang tahu, namun membuat banyak orang penasaran dengan hidup penulis. Terlepas dari kisah hidup penulis yang menerjemahkannya dalam sebuah buku atau novel, maka resensi novel “Jalan Sunyi Seorang Penulis” menjadi informasi singkat bagaimana sebenarnya kisah dan hidup seorang penulis dalam menggapai impiannya.

Ada yang mengatakan buku ini adalah riwayat hidup penulis Muhidin M Dahlan saat memulai dan memilih jalan sebagai seorang penulis, mulai dari kecil, kemudian bersekolah di sekolah menengah teknik di Sulawesi Tenggara sampai terdampar di Yogyakarta.  

Resensi Novel “Jalan Sunyi Seorang Penulis”

Identitas Buku:
Judul: Jalan Sunyi Seorang Penulis
Penulis: Muhidin M Dahlan.
Penerbit: ScriPta Manent.
Tahun terbit: Cetakan 1 Maret 2005.
Tebal buku: 325 halaman.
ISBN: 979-99461-3-1.

Resensi Buku “Jalan Sunyi Seorang Penulis”

Tidak banyak yang bisa disampaikan tentang kisah hidup seorang penulis, namun ada sebuah catatan:

INGAT-ingatlah kalian hai penulis-penulis belia, bila kalian memilih jalan sunyi ini maka yang kalian camkan baik-baik adalah terus membaca, terus menulis, terus bekerja dan bersiap hidup miskin. Bila empat jalan itu kalian terima dengan lapang dada sebagai jalan hidup, niscaya kalian tak akan berpikir untuk bunuh diri secepatnya.”

Manifesto tersebut merupakan manifesto seorang pnulis dalam mengejar impian sebagai seorang penulis, ditambah sebuah manifesto kesunyian di sebuah malam yang lapar, dan juga jalan sunyi merupakan jalan kemestian yang dihadapi setiap penulis.

Baca juga: Resensi Novel “Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur!”

Tentu saja sama halnya dengan novel ini, setiap penulis sangat sadar akan beban sebuah kesunyian yang sangat menakutkan dan membuat menggigil yang memilih jalan tersebut. Bahkan ada yang terbunuh di tengah jalan dan yang menakutkan bahkan ada yang menghindar jauh. Namun bagi mereka yang memilih jalan sebagai penulis, kesunyian bisa jadi semacam jalan lintasan panjang untuk mereguk limpahan gagasan dan cara untuk menemukan eksistensi diri.

Selain itu, buku ini merekam jejak paling awal seseorang yang memutuskan menjadi penulis dan melakukan interaksi yang intim dengan limpahan besar nasib penulis-penulis muda Indonesia dalam mengarungi samudra gagasan dan juga menyiasati tantangan hidup yang ganas.

Kelebihan Novel “Jalan Sunyi Seorang Penulis”

Sebuah tekad, harapan dan impian juga optimisme sepertinya menjadi hikmah yang bisa diambil dari impian hidup seorang penulis. Bahkan dengan lahirnya buku ini sepertinya kita tahu bagaimana seorang penulis harus berjuanh hidup mati dalam melahirkan sebuah tulisan.

Itu dia, sedikit resensi novel “Jalan Sunyi Seorang Penulis” karya Muhidin M Dahlan, semoga bermanfaat, menghibur dan menginspirasi kita semua. 

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Resensi Novel “Jalan Sunyi Seorang Penulis”"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel