Tips agar Anak Senang Membaca Buku

Buku... Banyak yang mengatakan bahwa buku adalah jendela dunia. Dan banyak yang mengatakan dengan membaca buku bisa menambah pengetahuan. Dengan berkembangnya teknologi, buku tidak hanya dicetak dalam bentuk fisik, namun juga sudah disediakan dalam bentuk digital. Namun di tengah perkembangan jaman ditambah dengan merebaknya wabah virus Covid-19, membuat aktivitas menjadi semakin berkurang. Dahulu orang tua bisa mencegah dengan cepat bila anak terlalu lama bermain bermain handphone, tetapi sejak semua dilakukan secara online tentunya hal ini menjadi semakin berbeda. Dan sepertinya tips agar anak senang membaca buku sangat pas disampaikan dalam kesempatan ini.

Tips agar Anak Senang Membaca Buku
Perilaku positif dengan mengajarkan anak senang membaca (Foto: momitforward

Siapa yang menyangka sejak adanya wabah menjadikan semua berubah, apalagi dengan kebiasaan membaca buku bagi anak. Sudah bukan rahasia lagi, kalau minat baca orang Indonesia tergolong rendah. Hal inilah yang membuat banyak pertanyaan mengapa orang Indonesia selalu menjauh dari buku, ditambah dengan adanya wabah Covid-19 ini. Yang dulunya malas membaca, sejak merebaknya virus, anak bertambah malas, apalagi banyak alasan yang dikemukakan seperti adanya  tugas online, namun setelah dilihat ternyata lebih banyak bermain game daripada belajar onlinenya.

Cara Memotivasi Anak agar Gemar Membaca

Masalah malas membaca buku pada anak, sepertinya sudah menjadi maaalah klasik. Menurut T. Tjahjo Widyasmoro yang pernah dimuat dalam Majalah Intisari Edisi No. 502, masalah malas membaca sudah menjadi rahasia umum, Tjahjo sendiri menyebutkan bahwa persoalan malas membaca, bukan semata tentang masalah tidak adanya waktu, mahalnya harga buku atau jumlah buku yang terbatas. Masalah gemar membaca ini harus dipercaya bisa mengubah pola pikir seseorang dan menjadikannya maju.

Apa yang disampaikan Tjahjo senada dengan Prof. Riris K. Toha Sarumpaet, Ph.D seorang pengajar di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia yang tidak yakin dari penelitian 41 negara yang diteliti, dan menempatkan Indonesia di urutan ke-39. Menurut Prof. Riris peringkatnya bisa di bawah 39, karena orang Indonesia tidak membaca, tapi banyak berbicara dan banyak mendengar.

Menurut Prof Riris, bangsa Indonesia tidak memiliki kepercayaan bahwa membaca bisa membuat lebih bahagia, pandai dan berwawasan. Sehingga pada saat memiliki kelebihan dana, yang utama dipikirkan bukan untuk membeli buku, namun malah pakaian mode terbaru, aksesori atau bahkan mengganti mobil baru.

Di era digital seperti saat ini, banyak hal yang mempengaruhi sehingga seorang anak mau membaca buku.  Kebanyakan anak mau membaca buku biasanya dipengaruhi dari faktor meniru, seperti meniru hobi atau kegemaran orang tuanya. Antara seseorang yang sekedar membaca dengan yang memiliki minat besar terhadap membaca jelas berbeda. Yang membedakan adalah orang memiliki minat baca yang besar, maka sesempit apa pun waktu yang dimiliki akan selalu menyempatkan diri melirik buku kesenangannya. Hal ini juga bisa dilihat pada anak yang gemar membaca, sesibuk apa pu belajar mempersiapkan tes ujian, seorang anak pasti masih menyempatkan diri melirik buku kesukaannya. Sejauh tidak mencuri seluruh perhatiannya hal tersebut masih wajar.

Pada usia dewasa, seseorang yang memiliki minat baca terlihat dari keseharaiannya yang tidak lepas dengan buku. Hal ini terlihat saat waktu senggang, seperti menunggu bus atau dalam perjalanan, buku menjadi teman setianya. Bahkan biasanya mereka menyediakan waktu khusus untuk membaca buku, seperti pada malam hari atau menjelang tidur.

Menurut Prof. Riris, tentang minat baca buku, bukan terletak pada berapa jam seseorang tahan membaca dalam sehari, namun “menyempatan diri untuk selalu menyentuh bacaan yang disukai sudah cukup mewakili semangat membaca yang dimilikinya”. Mungkin hanya beberapa menit, namun bisa memuaskan dahaga pada bacaannya yang bermutu.

Yang menarik adalah dengan membaca, seseorang harus menjadi lebih baik karena buku yang dibacanya tersebut.

  • Pola pikir dan perilakunya akan berubah seiring dengan kualitas buku yang dibacanya.
  • Buku bacaan akan menjadi referensi terhadap pemikiran dan tindakannya dalam sehari hari, begitu pula dengan tutur kata dan tata bahasanya juga akan baik.
  • Bacaan juga bisa menjadi inspirasi sesorang untuk menjadi besar dan terus mewujudkan keinginannya tersebut.
  • Dengan buku yang dibacanya, seseorang akan semakin realistis, bahwa untuk menggapai sesuatu tidak bisa ditempuh secara singkat, seperti ajang pemilihan idol di televisi.

Terlepas dari beberapa hal diatas terdapat dua cara untuk memotivasi agar anak mau dan gemar membaca, antara lain:

  1. Merangsang imajinasinya.
  2. Memberi contoh.
Baca juga: Inspirasi Sukses dan Quote Sukses.

1 | Merangsang imajinasinya.

Menumbuhkan minat baca harus dimulai sejak usia dini, yaitu sejak masih anak-anak. Pada usia dini anak mudah tertarik dan terikat dengan buku yang menarik perhatian mereka, seperti cerita rakyat atau bisa juga dengan buku pengetahuan yang menarik, dan juga cerita fiksi.

Diantara beberapa buku yang disukai anak, sepertinya buku fiksi selalu menjadi pilihan anak, tidak hanya anak, buku fiksi bisa dibaca semua gologan. Melalui cerita fiksi, pembaca bisa mengikuti tokoh dan cerita beserta segala konflik yang terjadi. Namun meskipun terdapat konflik, minimal orang tua harus memberikan pemahaman tentang timbulnya konflik tersebut dengan memberikan makna positif dalam buku tersebut.

2 | Memberi contoh.

Untuk menumbuhkan minat baca, khususnya pada anak, harus dimulai dari rumah. Orang tua pun harus rela, apabila suasana rumah menjadi berantakan karena buku. Sedikit banyak dengan kondisi tersebut, seluruh anggota keluarga akan terbiasa dan ikut penasaran untuk membaca.

Yang paling penting dalam hal ini adalah adanya peran dan contoh dari orang tua. Hal ini akan membuat anak menjadi tertarik untuk membaca, apalagi kalau melihat orang tuanya suka membaca.

Banyak hal dan banyak cara untuk menumbuh kembangkan minat baca pada anak. Semoga tips agar anak senang membaca buku ini bermanfaat. Selain itu, yang harus diperhatikan adalah jangan sampai membaca melupakan perkembangan fisiknya dan juga lakukan aktivitas seimbang antara membaca dan aktivitas fisik lainnya.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Tips agar Anak Senang Membaca Buku"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel