Resensi Novel “Kumpulan Cerpen Perkara Cinta”

Cinta… Kata ini selalu membuat siapa pun terpesona dan larut dalam penghambaan cinta. Begitu banyak kisah yang bisa didapatkan dengan tulisan kata “cinta”. Seperti karya cerpenis atau novelis yang satu ini, yang mencoba mengumpulkan beberapa kisah yang dibukukan menjadi satu dalam kisah tentang cinta. Hal inilah yang membuat banyak penulis sering mengambil tema cinta yang saat ini menjadi obyek kata yang mudah untuk diuangkan. Termasuk dengan resensi novel “Kumpulan Cerpen Perkara Cinta”, sengaja ingin sedikit membahas apa yang ada dalam buku kecil ini.

Helena Rintha Sari adalah cerpenis yang lahir pada 4 Juli 1981, yang berhasil menulis banyak cerpen dan buku, terrmasuk beberapa cerpen yang dibukukan menjadi satu dalam kumpulan cerpen ini. Pada dasarnya cerpen-cerpen yang ditulis adalah cerpen (cerita pendek) yang menarik dengan berbagai kisah kekinian khususnya cerita anak kampus dengan berbagai pernak pernik kisah hidupnya. Meskipun dalam salah satu bab menceritakan kisah halusinasi penulis terhadap para tokoh didalamnya.

Identitas Novel :

Resensi Novel “Kumpulan Cerpen Perkara Cinta”

Judul: Kumpulan Cerpen Perkara Cinta.
Penulis: Helena Rintha Sari.
Penerbit: Castle Books.
Tahun terbit: Cetakan I, Mei 2005.
Tebal buku: 204 halaman
ISBN: 979-98925-8-9.

Resensi Buku “Kumpulan Cerpen Perkara Cinta”

There is difference, and there is power. And who holds the power shall decide the meaning of difference.” - June Jordan  (Journalist, writer, and activist)

Begitu banyak hal yang bisa diceritakan tentang cinta. Bahkan dalam kehidupan ini, siapa yang bisa menduga bahwa seseorang yang dulunya tidak kita kenal, siapa yang tahu kalau suatu hari nantinya bisa menjadi teman baik. Hal ini seperti urusan jodoh. Orang yang tidak kita duga bisa menjadi pasangan kita, bahkan keanehan bisa terjadi, datang melamar dan akhirnya menjadi jodoh kita.

Keanehan-keanehan tersebut rupanya menjadi sumber kegelisahan penulis untuk mengungkapkan sangka tak disangka ini, yang mencoba meresapi keanehan tersebut dan dengan berjalannya waktu  berusaha untuk menemukan jalannya.

Baca juga: Resensi Novel “Butterfly Dreams – Belenggu Itu Bernama Cinta”.

Aneh dan nyata, atau bisa dikatakan menjadi sebuah cerita tanda tanya, yang akan membuat Anda sebagai pembaca karya dari Helena Rintha Sari ini menjadi penasaran dengan kisah cerita yang ditulisnya. Dalam kumpulan cerpen ini terdapat 5 (lima) judul tulisan yang bisa Anda baca, antara lain:

  • Beda Dunia (Shila & Popin).
  • Beku.
  • Menikmati Arti.
  • Let The Bird Fly.
  • Perkara Cinta.

Berbagai tanda tanya, keanehan  dan perkara cinta menjadi daya tarik tersendiri yang menjadi sebuah inspirasi penulis untuk menyatakan berbagai kisahnya. Ambil contoh kisah Shila & Popin, kisah tersebut diwarnai nuansa persahabatan, dimana dua orang yang saling berkaitan saling mempengaruhi secara tidak langsung, entah disadari atau tidak.

Kelebihan Novel “Kumpulan Cerpen Perkara Cinta”

Novel yang merupakan kumpulan cerpen ini sejatinya adalah seperti gambaran apa yang terjadi pana penulis. Hal ini bisa dilihat dari Kisah Shopie pada halaman 82, yang menceritakan bagaimana caranya harus melepas beban dan gelisah dengan menumpahkan segala bebannya.

“Sophie, ada saat kita membeku namun tak lupa bahwa dengan mencair kita bisa lebih fleksibel dalam menghadapi hidup. Tak ada salahnya kita mengalah pun menjadi kalah, daripada diri kita yang menjadi beku. Bebaskan saja hatimu dan terbanglah kemanapun kau ingin pergi tanpa harus membawa kebekuan dalam hatimu. 

Jangan biarkan apapun atau siapa pun membuatmu menjadi beku.

Be a superman only for yourself!!!

Kekurangan Novel “Kumpulan Cerpen Perkara Cinta”

Sebagai sebuah kumpulan cerpen kekinian dan sedikit serius, bagi pembaca yang santai, cerpen ini mungkin sangat sulit dipahami karena lebih mengarah pada filsafat. Namun demikian, kisah ini bisa menjadi referensi bagi para pembaca sekalian untuk hiburan.

Itu dia sedikit resensi novel “Kumpulan Cerpen Perkara Cinta”  karya Helena Rintha Sari, semoga bermanfaat dan menghibur kita semua. 

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Resensi Novel “Kumpulan Cerpen Perkara Cinta”"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel