Resensi Buku “Jangan Jorok Dong!”

Satu lagi buku bagus, sangat pas untuk diberikan sebagai bacaan untuk anak dan juga sebagai pembelajaran budi pekerti, yaitu buku dengan judul “Jangan Jorok Dong!” dan  cerita-cerita lainnya. Dengan semakin mudahnya anak mendapatkan fasilitas gadget, apalagi semenjak wabah pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, begitu pula dengan Indonesia, tentu saja hal ini menjadikan anak harus belajar di rumah. Hal ini membutuhkan sarana pembelajaran yang pas, agar anak bisa belajar berperilaku yang baik. Resensi buku “Jangan Jorok Dong!” sangat pas disampaikan kali ini.

Budi pekerti menjadi hal yang sangat penting dan mulai diperkenalkan sejak usia dini. Pendidikan budi pekerti secara bahasa dapat diartikan sebagai  penanaman serta pengembangan dari nilai budi pekerti yang luhur, seperti sopan santun, jujur, disiplin, ikhlas dan hal positif lainnya.

Identitas buku:

Resensi Buku “Jangan Jorok Dong!”

Judul buku: Jangan Jorok Dong!
Penulis: Stella Ernes.
Penerbit: PT. Bhuana Ilmu Populer
Tahun terbit : Cetakan pertama, 2012. Cetakan kedua, Juni 2012
Tebal buku: 160 halaman.
ISBN: 979-074-923-6.

Resensi Buku Non Fiksi “Jangan Jorok Dong!”

Buku “Jangan Jorok, dong!” mengajarkan pendidikan budi pekerti kepada anak-anak agar tidak jorok, iri hati, bohong, sombong, dan egois.

Terdapat 5 (lima) cerita bagus dan menarik, antara lain:

  • Jangan Jorok, Dong!. Dalam tema ini menceritakan kenapa sih kita harus mandi, sikat gigi, keramas, dan membersihkan diri? Kalau nggak mau apa yang terjadi, ya?
  • Jangan Iri Hati, Dong! Dalam tema ini menceritakan tentang jangan sampai iri hati. Secara singkat disampaikan dalam bentuk pertanyaan, yaitu pernah enggak merasa iri dengan mainan atau nilai teman yang lebih bagus? Ternyata iri hati merugikan loh. Mau tahu kenapa?
  • Jangan Bohong, Dong! Tema ini mengajarkan agar jangan suka berbohong! Karena satu kebohongan kecil dapat membawa akibat besar yang tidak menyenangkan dan merugikan diri sendiri. Masa, sih?
  • Jangan Sombong, Dong! Maksudnya jangan merasa dirimu paling sempurna. Wah, itu namanya sombong. Ternyata banyak yang lebih dari kamu. Benarkah?
  • Jangan Egois, Dong! Selalu ingin menang sendiri dan tidak pernah memikirkan orang lain, itu namanya egois. Dan itu sangat tidak baik. Kenapa, ya?

Baca juga: Resensi “Doa Tak Tertolak”.

Menarik bukan? Dengan berbagai cerita yang bagus ditambah gambarnya yang menarik akan membuat anak tertarik untuk mengerti dan memahami buku ini.

Kelebihan Buku “Jangan Jorok Dong!”

Buku ini memang terlihat tebal, tapi jangan salah, meskipun kelihatannya tebal, tapi buku ini sebenarnya singkat karena berisi cerita bergambar yang akan menarik perhatian anak untuk mau belajar membaca dan memahami isinya.

Semoga resensi buku “Jangan Jorok Dong!” ini bermanfaat dan menjadi referensi untuk Anda yang ingin memberikan pemahaman dan pembelajaran pada anak arti budi pekerti melalui buku singkat ini.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Resensi Buku “Jangan Jorok Dong!”"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel