Resensi Buku “Aku Bisa Nulis Cerpen”

Ada yang bilang sekarang jamannya sosial media, jadi banyak anak muda yang malas menulis. Hhmm… Kalau dipikir benar juga ya, tapi jangan salah, kalau Anda melihat berbagai aplikasi yang memuat berbagai cerita, mulai dari cerita pendek, novel, atau berbagai karya tulis, ternyata masih banyak lho anak muda yang senang menulis. Tentunya dengan media yang berbeda. Kalau dahulu kebanyakan penulis membuat karya tulisnya dalam bentuk cerpen, baru dikirim ke media, sekarang pun dilakukan dengan caranya sendiri. Oke… Untuk menambah referensi, maka di bawah ini akan disampaikan sedikit resensi buku” Aku Bisa Nulis Cerpen” karya dari Joni Ariadinata.

Bisa diakui, kalau menulis cerpen sebenarnya lebih mudah daripada menulis karya non fiksi, karena cerpen ceritanya masih belum fakta, namun jangan salah, meskipun ceritanya pedek, tentu tetap harus memperhatikan unsur-unsur pendukung cerita, agar cerita pendek tersebut tetap bagus, seperti alur, penokohan dan latar atau setting. Selain itu, tema dan rasa bahasa juga harus diperhatikan.

Identitas buku:

Resensi Buku “Aku Bisa Nulis Cerpen”

Judul buku: Aku Bisa Nulis Cerpen.
Penulis: Joni Ariadinata.
Penerbit: Gema Insani Press
Tahun terbit : Cetakan pertama, April 2006.
Tebal buku: 208 halaman.
ISBN: 979-56-0095-8.

Resensi Buku Non Fiksi “Aku Bisa Nulis Cerpen”

Dunia menulis memang sangat menarik, dan tidak pernah ada habisnya, apalagi bagi mereka yang hobi menulis cerpen. Buku karya Joni Ariadinata bisa menjadi sebuah referensi dalam menulis cerpen. Selain diberikan contoh-contoh konkret, penjabaran yang diberikan mengenai penulisan cerpen yang baik juga ditulis dengan jelas. Seperti dimana letak kelebihan dan kekurangan dari berbagai contoh cerpen yang dimaksud.

Untuk bisa menulis cerpen yang bagus, maka dibutuhkan 2 unsur yang harus terus meneurs dilakukan, yaitu: 

  • Kemampuan menguasai teknik.
  • Mengetahui betul apa yang sedang ditulis.

Cerita pendek tidak seperti halnya novel yang memiliki ruang yang panjang, pada cerpen dibatasi pada halaman. Untuk itulah, dalam menyiasati efektivitas cerita pendek, sangat disarankan untuk hanya mengerjakan pada satu segi dari satu kehidupan. Selain itu juga, “satu sikap dari satu watak dalam menghadapi masalah”. Maka pengutaraan sikap itu yang menjadi tulang punggung sebuah cerpen.

Baca juga: Resensi “Mengarang itu Gampang”.

Jadi, sangat tepat bila Anda yang tertarik untuk bisa menulis cerpen membaca resensi ini baru kemudian membaca buku “Aku Bisa Nulis Cerpen” karya Joni Ariadinata. Buku ini akan memandu bagaimana menulis cerpen di jalur yang tepat. Berbagai persoalan dikupas dengan jernih, disertai contoh-cotoh cerpen dari para penulis muda.

Kelebihan Buku “Aku Bisa Nulis Cerpen”

Menarik… Itu dia yang bisa disampaikan tentang buku karya Joni Ariadinata ini. Buku ini sengaja disusun dengan bahasa yang segar, akrab, dan mudah dipahami oleh siapa saja, khususnya Anda yang baru mempelajari cara menulis. 

Mengapa buku ini harus menjadi referensi? Karena buku ini ditulis oleh seorang pengarang yang telah berpengalaman selama bertahun-tahun dalam mengasuh rubrik ulasan cerpen Majalah Annida, dan juga berpengalaman mengasuh rubrik cerpen di Majalah Sastra Horison.

Semoga resensi buku “Aku Bisa Nulis Cerpen” ini bermanfaat dan menjadi referensi untuk Anda yang ingin belajar menulis dan ingin bisa menulis cerpen. Namun demikian, setelah membaca dan memahami buku ini, hal terpenting adalah harus mulai berlatih menulis, yang nantinya diharapkan bisa menghasilkan karya sendiri yang bisa memiliki nilai kebaikan, sekaligus menambah profit finansial untuk Anda.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Resensi Buku “Aku Bisa Nulis Cerpen”"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel