“Netiquette”, Etika dalam Berinternet di Dunia Digital

Dunia digital menjadi semakin menarik dan menyenangkan, semua informasi bisa didapatkan secara mudah dengan adanya internet. Namun dibalik kemudahan dengan semakin berkembangnya aplikasi, termasuk berkembangnya media sosial, ternyata masih banyak yang belum memahami etika yang harus dijaga saat menggunakan internet, termasuk dalam menggunakan sosial media. Oleh karena itu, dibutuhkan “Netiquette”, etika dalam berinternet di dunia digital. Hal ini dibutuhkan sebagai sebuah etika dan sebagai adab pergaulan dalam dunia maya.

“Netiquette”, Etika dalam Berinternet di Dunia Digital
Foto: educatorpages.

Sayangnya kebanyakan masyarakat Indonesia, masih banyak yang belum memahami tentang netiquette, yaitu sebuah etika yang harus diajga dalam berinternet. Dan yang memprihatinkan juga, masih banyak yang belum bisa membedakan mana ruang privat dan mana ruang publik. Contoh yang sering dilihat dimana masih banyak yang belum membedakan ruang privat dan ruang pubik adalah curhat yang tidak sebagaimana mestinya, seperti menumpahkan kekesalannya pada pimpinan atau teman yang dianggap mengesalkan. Meskipun akun media sosial yang digunakan adalah namanya sendiri, namun jelas platform yang digunakan tersebut adalah ruang publik.

Pentingnya Etika di Dunia Maya

Meskipun internet merupakan dunia tanpa batas yang memungkinkan setiap orang bisa mendapatkan informasi yang diinginkan, namun dalam dunia maya tersebut terdapat etika atau kode etik yang tidak tertulis atau disebut dengan netiquette, sebagai sarana untuk mengatur agar tidak terjadi masalah dalam dunia maya.

Netiquette memiliki fungsi yang sama dengan etiket yang ada dalam lingkungan sosial, berupa tata krama atau sopan santun yang harus diperhatikan dalam pergaulan agar hubungan antar manusia selalu terjaga dengan baik. 

Baca juga: Tips Memilih Smartphone untuk Anak.

Terdapat 3 prinsip dalam netiquette, antara lain:

  1. Sumber informasi yang digunakan bersama. Meskipun merupakan sumber informasi yang tidak terbatas, namun berlaku conserve bandwith saat melakukan aktivitas dengan internet. Artinya jangan mengirim pesan yang sudah terlalu panjang apabila dengan pesan pendek sudah cukup.
  2. Perlindungan informasi. Hal ini berhubungan dengan etos kerja dimana Anda diharapkan tidak menggunakan sumber informasi pada jam sibuk (memperlamban sistem ketika pemilik sumber informasi membutuhkan). Atau bisa dikatakan jangan terlalu berlebihan saat menggunakan sumber informasi tersebut.
  3. Perilaku umum. Pada perilaku umum tersebut terdapat hal yang berkaitan dengan sikap hormat dan sopan sebagai pengguna internet kepada orang lain.

Perilaku umum ini bisa diterapkan, seperti:

  • Mengirim surat pribadi dengan tidak lupa mencantumkan identitas pengirim secara lengkap dan juga tidak lupa untuk menulis subyek surat eletronik (e-mail) yang cukup menggambarkan isi surat secara keseluruhan.
  • Tidak mengirim pesan yang sama ke banyak newsgroup atau mailing list, karena hal ini merupakan pemborosan, dan tidak semua orang harus tahu informasi yang Anda kirim.
  • Meneruskan surat berantai ke alamat e-mail lain. Sebaiknya apabila Anda menerima pesan yang tidak bermanfaat dan juga tidak dikenal, alangkah sebaiknya langsung segera menghapus e-mail tersebut, dan tidak meneruskan pada alamat e-mail lainnya.

Semoga informasi tentang “Netiquette”, etika dalam berinternet di dunia digital yang bersumber dari Buku "Sayang Barang Hemat Uang - Kumpulan Tips-tips Jitu Klasika Kompas", yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas ini bermanfaat dan bisa menjadi referensi bahwa cara bersikap tidak hanya dilakukan dalam kehidupan nyata saja, namum dalam dunia maya juga harus bersikap yang baik demi kebaikan bersama yang nantinya tercipta keharmonisan dalam kehidupan dunia nyata.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "“Netiquette”, Etika dalam Berinternet di Dunia Digital"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel