Lingerie dan Asal-Usulnya

Fashion, apa yang bisa dibayangkan dengan satu kata “fashion” ini? Tentunya banyak hal, apalagi yang berkaitan dengan segala yang disukai kaum wanita. Kali ini fashion yang menarik perhatian kita adalah tentang pakaian dalam atau lebih kerennya disebut dengan nama “lingerie”. Berbicara tentang lingerie bagi sebagian orang seperti hal tabu, namun kali ini kita tidak membahas tentang hal yang tabu, namun akan membahas tentang lingerie dan asal-usulnya.

Lingerie atau pakaian dalam wanita ini memiliki sejarah panjang mulai dari zaman kuno, apalagi asal usul pakaian yang dipakai wanita ini memiliki cerita yang unik. Tentu beda dahulu, beda sekarang. Sangat beruntung bagi kaum wanita sekarang yang saat ini bisa memilih lingerie atau pakaian dalam dengan berbagai variasi dan jenis, bahkan untuk berbagai acara pun bisa disesuaikan dengan kebutuhannya.

Lingerie dan Asal-Usulnya
Foto: huffingtonpost.

Meskipun sebenarnya hanya sekedar pakaian dalam untuk wanita, sampai saat ini masih banyak perbedaan persepsi. Bahkan banyak diantaranya yang menganggap bahwa lingerie adalah pakaian yang hanya digunakan untuk menyenangkan mata suami. Padahal sejatinya lingerie atau pakaian dalam ini dibuat untuk memberikan kenyamanan dan menyenangkan para pemakainya.

Lingerie dan Sejarah Panjangnya

Saat ini bisa diakui bahwa lingerie atau pakaian dalam sudah menjadi kebutuhan. Namun dibalik penggunaannya sekarang, ternyata lingerie memiliki sejarah panjang yang menarik untuk dibahas. Sebelum datangnya Agama Kristen saat itu, para wanita tidak memiliki waktu untuk menggunakan pakaian dalam, pakaian dalam yang ada saat itu hanyalah sekedar korset yang sangat ketat dan bahkan bisa dikatakan sangat menekan payudara.

Saat itu, memang bisa diakui telah menjadi sebuah masa kemunduran dan yang menyedihkan para wanita tidak mendapat dukungan dari mana pun. Bahkan pada abad pertengahan sepertinya menunjukkan persetujuan akan tidak adanya dukungan bagi para wanita yang hidup pada jaman tersebut. Hal ini ditunjukkan dengan keberadaan korset yang sengaja dibuat dari besi yang memiliki efek membuat ratanya bentuk payudara, sehingga tidak memperlihatakan tonjolan payudara sedikit pun. Memang membuat bentuk tubuh wanita menjadi langsing di bagian pinggul dan menutupi dada, namun berefek, tidak dapat dibedakannya mana pria dan mana wanita.

Baca juga: Asal Usul Kaos Kaki Nilon.

Pada zaman Renaissance terdapat sedikit perubahan, bentuk pakaian dalam yang dibuat mulai menunjukkan lekuk-lekuk sisi feminin pada wanita. Maka tidak heran kalau saat itu bentuk tubuh yang ideal seperti bentuk jam pasir yang membuat para wanita saat itu berlomba mendapatkan tubuh ideal tersebut. Meskipun korset berbahan besi sudah ditinggalkan, namun korset  yang ada masih sangat menekan dan dengan ikatan yang sangat kuat, dan tekanan yang sangat kuat tersebut menjadikan tersiksanya penggunanya, bahkan bisa mengakibatkan cedera yaitu tulang iga yang patah atau bisa melenceng. 

Pada perkembangannya, yaitu sekitar abad ke-18, terdapat perkembangan dalam hal bentuk pakaian, bahkan tidak hanya dalam bentuk namun juga untuk pilihan. Terdapat berbagai variasi pakaian dalam yang lebih menarik dan sangat nyaman untuk digunakan. Meskipun korset masih menjadi hal yang menyiksa karena dibuat dari tulang insang ikan paus yang kaku, namun terdapat sedikit perubahan yaitu adanya hiasan, berupa pita, sulaman dan renda.

Lingerie” pertama kali disampaikan pada tahun 1835, yang diambil dari Bahasa Perancis kuno, yaitu ‘linge’, namun kata tersebut merupakan turunan dari bahasa Latin , yang berarti ‘terbuat dari linen’.

Pada akhir abad ke-18, terdapat respon menarik yang disuarakan para dokter tentang risiko korset yang pada penggunanya malah membatasi gerak bagi para wanita yang memakainya. Pada perkembangannya, mulai diperkenalkan korset yang tidak membatasi gerak.

Pada awal abad ke-19, terjadi revolusi terhadap fashion termasuk juga dalam hal lingerie atau pakaian dalam. Yang menarik adalah tuntutan dan protes para dokter sebelumnya mulai didukung oleh para wanita sebagai konsumennya. Dan tuntutan yang dilakukan adalah korset yang lebih kecil, praktis, gampang digunakan dan tidak membatasi gerak dan bisa memudahkan dalam bernapas. Dan pada akhirnya tercetuslah pakaian dalam wanita sesuai yang diinginkan dengan bentuk seperti saat ini yang disebut dengan brassiere atau di Indoensia lebih dikenal dengan BH.

Saat Perang Dunia I mulai berlangsung, pada saat itu sudah mulai banyak wanita yang bekerja, oleh karena itu dibutuhkan pakaian dalam yang praktis, dan BH menjadi pilihan pakaian dalam yang nyaman sesuai kondisi dan lingkungan para wanita ini bekerja. 

Bahkan dalam proses pembuatannya lebih terfokus pada fungsi yang jelas, yaitu sebagai pendukung dalam penampilan. Saat ini perkembangan pakaian dalam atau lingerie menjadi lebih manusiawi dan lebih baik dan menonjolkan sisi feminin. Itu dia informasi tentang lingerie dan asal-usulnya, semoga bermanfaat. 

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Lingerie dan Asal-Usulnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel