Tips Mendeteksi Anak Lambat Bicara

Kehadiran si kecil merupakan momen terindah yang selalu ditunggu setiap orang tua, khususnya orang tua muda yang baru memiliki buah hati. Dan masih banyak kebahagiaan lainnya yang selalu ditunggu, dan satu momen paling indah yang selalu ditunggu adalah masa dimana anak mulai bisa berbicara meskipun hanya satu kata saja. Namun apa yang terjadi saat yang ditunggu-tunggu tersebut belum juga datang, tentu akan membuat jantung Anda berdetak kencang, muncul kekhawatiran apakah terjadi sesuatu dalam pendengaran dan kemampuan berbicara. Untuk itu dalam bahasan kali ini akan dibahas tentang tips mendeteksi anak lambat bicara yang mungkin saja terjadi di lingkungan atau saudara terdekat.

Tips Mendeteksi Anak Lambat Bicara
Foto: curative.

Sengaja pada kesempatan ini disampaikan tentang segala hal yang berkaitan dengan lambat bicara pada anak, yang terinspirasi dari kisah beberapa teman yang putranya mengalami lambat bicara. Setelah mencari berbagai referensi baik di berbagai situs kesehatan dan juga tabloid akhirnya kami menemukan tema yang sama, salah satunya yang ditulis oleh A. Kasandra Putranto yang pernah dimuat dalam Tabloid Intisari Edisi No. 559.

Lambat Bicara Apakah Autis?

Berbicara tentang lambat bicara tentunya hal ini adalah hal yang menarik, yang bisa terjadi pada anak dimanapun. Namun bagi orang tua, hal ini akan menjadi sebuah beban saat mengetahui si anak terlambat bicara. Bahkan sampai usia 2 tahun, si kecil masih belum bisa mengucapkan satu kata pun. Kekhawatiran pasti muncul, mulai dari ketakutan mengalami gangguan pendengaran, gangguan pervasid atau autis, atau bahkan ketakutan anak mengalami keterbelakangan mental.

Pada seorang anak yang terbukti tidak mengalami gangguan pendengaran atau autis, maka keterlambatan bicara bisa dikategorikan sebagai GPBBE (Gangguan Perkembangan Bicara dan Bahasa Ekspresif). Namun kebanyakan yang terjadi pada masayarakat, karena kurangnya pengetahuan tentang kondisi GPBBE tersebut, membawa anak pada penanganan yang tidak tepat.

Baca juga: Tips Menjaga Otak agar Sehat.

GPBBE dalm istilah umum atau sehari-hari disebut dengan keterlambatan bicara. Pada ilmu kedokteran THT (Telinga Hidung Tenggorokan) yang mempelajari ilmu saraf di area THT, disebut dengan CAPD (Centrum Auditory Processing Disorder), hal ini disebabkan yang terganggu dalam pemrosesan informasi berada pada bagian otak, yaitu pada susunan saraf pusat, yang pada akhirnya menyebabkan gangguan perkembangan bicara.

Perkembangan bicara membutuhkan dua kemampuan, yaitu:

  • Kemampuan aspek reseptif (dalam proses penerimaan).
  • Kemampuan aspek ekspresif (produktif). 

Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor saraf dan perkembangan motorik yang memiliki peranan sangat penting.

Lambat Bicara Pada Anak

GPBBE atau yang biasa disebut dengan gangguan bicara dan bahasa ekspresif adalah suatu kondisi dimana anak berkemampuan bahasa pasif, namun tidak mampu atau mengalami kesulitam untuk mengungkapkan (dikatakan secara ekspresif) dengan kata-kata (bicara). Artinya perkembangan bicara dan bahasa aktifnya tertinggal bila dibandingkan dengan teman-teman seumuran. Pada kemudian hari saat anak-anak ini sudah bisa berbicara, yang menjadi masalah bukan lagi masalah bicara, namun pada masalah perkembangan bahasa.

Secara teori tanda-tanda anak mengalami GPBBE, antara lain:

  • Perkembangannya tertingal bila dibandingkan dengan teman sebayanya.
  • Masalah yang muncul bisa berupa masalah pada bentuk perkembangan bicara dan bahasa, pengunaan bahasa dan juga muatan dan isi bahasa.
  • Masalah yang muncul bukan hanya berupa masalah pada produksi bahasa, namun juga pada pemahaman bahasa.
  • Masalah bisa muncul dalam berbagai tingkat keparahan yang terjadi.
  • Perkembangan bicara dan bahasa menunjukkan bukan hanya lambat, namun menunjukkan perkembangan yang berbeda. (Goohuis & Schaerlakekens, 2008).

Selain tanda tanda yang disebutkan di atas, terdapat masalah yang biasa dialami anak-anak penderita GPBBE yang harus diwapsadai orang tua, antara lain:

  • Anak sangat aktif.
  • Sulit berkonsentrasi atau belum bisa memprioritaskan kegiatan.
  • Sulit mengatur emosi.
  • Tidak terampil bersosialisasi.
  • Sulit menemukan kata-kata yang ingin diucapkan.
  • Kekurangan daftar kosa kata dan sulit memahami bacaan. 
  • Sulit untuk menyusun kalimat dan gramatika.
  • Tidak trampil dalam bercerita.
  • Sulit untuk menghafal.
  • Memiliki masalah dalam konsep diri dan juga rasa percaya diri.
  • Pelamun.
  • Takut duluan sebelum maju berperang.

Namun dibalik kekhawatiran atas anak penderita GPBBE, terdapat hal menonjol yang dimiliki anak dengan GPBBE yaitu kekuatan intelegensia, antara lain:

  • Kuat pada perkembangan kemampuan observasi, ekspolarasi dan mencoba.
  • Mempunyai daya ingat yang kuat dan tahan lama.
  • Kuat pada kemampuan pandang ruang.
  • Kuat pada kemampuan logika matematika.
  • Berpikir asosiasi dan juga sebab akibat.
  • Kemampuan pada pemecahan masalah.
  • Berpikir gestald (simultan dan global).
  • Kreatif, penuh imajinasi dan fantasi.
  • Kuat dalam musik.
  • Mengenal logo dan menggambar tiga dimensional.
  • Profil IQ yang tidak harmonis.

Mengetahui dan bisa mendeteksi dini anak lambat bicara menjadi hal penting untuk mengatasi keterlambatan bicara. Semoga informasi tentang tips mendeteksi anak lambat bicara ini bermanfaat dan berguna untuk Anda. Terima kasih  

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Tips Mendeteksi Anak Lambat Bicara"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel