Psikosomatis dan Penyebabnya

Masih teringat beberapa tahun yang lalu, seorang teman yang periang senang ngocol, saat tiba waktunya harus melakukan pre skripsi, salah satunya adalah melakukan seminar proposal skripsi, tiba-tiba pada hari H beberapa jam sebelum presentasi, tiba-tiba mual-mual, keringat dingin, kram perut, bahkan grogi setengah mati, tidak hanya itu dengan wajah pucat sebelum melakukan presentasi dihadapan dosen dan para mahasiswa lainnya. Lain lagi yang terjadi dengan teman satu tim saat bekerja, mengalamai kram perut sebelum melakukan presentasi. Setelah beberapa tahun lamanya, baru tahu bahwa yang terjadi tersebut adalah gejala psikosomatis. Berbekal kejadian tersebut, pada kesempatan ini akan disampaikan psikosomatis dan penyebabnya, agar kita tahu bagaimana menangani gejala ini. Begitu pula saat ini, yang secara tidak sengaja membuka lembaran-lembaran Majalah “Ultimate Man” yang membahas sedikit tentang psikosomatis, yang menginspirasi ulasan di bawah ini.

Sebenarnya stress atau kekhawatiran terjadi sesuatu adalah hal yang biasa dan lumrah terjadi pada seseorang. Namun yang harus diwaspadai adalah apabila stress tersebut dibiarkan bisa mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan. Salah satunya adalah gangguan psikosomatis.

Psikosomatis Gejala

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan psikosomatis itu? Psikosomatis merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh faktor kejiwaan dan sosial yang termanifestasi dalam bentuk gangguan fisik tanpa adanya sebab-sebab fisiologis.

Psikosomatis dan Penyebabnya;
Foto: tefmedu.com

Penyebab psikosomatis adalah saat emosi seseorang sedang mencapai puncak, maka hal ini bisa menyebabkan stress, yang bisa mengakibatkan terjadinya kekacauan dan juga ketidakseimbangan sistem di dalam tubuh. 

Maka apabila berbagai faktor yang menyebabkan emosi memuncak tersebut tidak bisa dihindari secara berkepanjangan, maka orang tersebut akan dipaksa untuk selalu berjuang menekan perasaannya. Perasaan tersebut bisa merasa tertekan, cemas, kesepian atau bosan secara berkepanjangan atau bahkan bisa mempengaruhi kesehatan fisik.

Psikosomatis Akut

Berbicara tentang psikosomatis, tentunya hal ini bisa berupa otot yang tegang, perut mual, pusing, mulas, panik, mudah lelah, gangguan pada sistem pencernaan, gangguan pada sistem pernapasan dan masih banyak gangguan lainnya. 

Baca juga: Simvastatin dan Fungsinya.

Percaya atau tidak percaya, bahkan 90% penyakit yang diderita manusia, selain disebabkan karena pola makan yang salah, juga diawali dari beban pikiran di dalam otak. Diantaranya adalah tekanan darah tinggi, sariawan, diabetes, kanker dan jantung.

Pada beberapa penyakit yang disebabkan karena faktor keturunan, tentunya penyakit ini tidak dapat dihindari namun bisa diminimalisir. Cara yang sangat sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan mengurangi beban pikiran tersebut. Berbicara tentang penyakit turunan, berarti terdapat bakat penyakit seseorang yang diteruskan melalui DNA pada garis keturunan di bawahnya. Hal ini berarti penyakit tersebut bersifat pasif dan akan kembali aktif apabila terdapat pikiran yang menyebabkan sistem tubuh menjadi tidak seimbang, hal ini bisa menimbulkan stress.

Psikosomatis dan Orang-orang yang Berisiko Mengalaminya

Dari berbagai hal yang disampaikan di atas, maka siapa saja yang berisiko terkena atau mengalami psikosomatis? Satu hal berikut mungkin bisa menjadi pertimbangan. Apabila Anda hidup di kota besar dengan segala kesibukan, memiliki penghasilan yang tidak pernah cukup, terjebak pada rutinitas yang sangat tidak menyenangkan, lebih sering menghabiskan waktu di jalan karena terkena macet, atau bahkan kesal karena harga barang yang mengalami kenaikan, atau tidak pernah puas dengan apa yang Anda lakukan, atau selalu berada dalam situasi menyebalkan lainnya. Kalau dari beberapa atau salah satu dari hal tersebut Anda alami, maka Anda menjadi salah satu orang berisiko mengalami psikosomatis.

Psikosomatis Dapat Disembuhkan

Berbicara tentang penyakit psikis, seperti psikosiomatis, maka cara yang paling mujarab untuk menyembuhkannya bukan dengan minum obat, meskipun obat tersebut bertujuan untuk mempercepat penyembuhan, namun hal utama dalam rangka mempercepat kesembuhan adalah dengan cara menjaga keseimbangan tubuh agar terhindar dari stress.

Baca juga: Kolesterol dan Cara Berhitungnya.

Selain proses atau cara menyembuhkan tersebut di atas, terdapat cara menangani dengan kata lain langkah pencegahan psikosomatis, antara lain:

  1. Dengan selalu berpikir positif. Selain bisa meningkatkan energi, maka berpikir positif dipercaya bisa memberikan banyak energi positif yang akan menjauhkan Anda dari hal buruk yang bisa terjadi.
  2. Teratur berolahraga. Olahraga yang dilakukan secara teratur sangat penting untuk melancarkan peredaran darah di dalam tubuh, dengan melakukan olahraga akan menjaga otot tetap terjaga kelenturannya. Untuk melakukan olahraga Anda tidak perlu berolahraga berat setiap hari, namun minimal sempatkan untuk bisa jalan pagi atau pergi ke gym seminggu sekali. Hal ini akan membuat tubuh Anda terasa segar.
  3. Berlibur. Dalam hal ini, liburan menjadi salah satu cara untuk mengurangi ketegangan pikiran. Banyak yang menganggap aktivitas liburan adalah suatu pemborosan. Pada hal liburan sangat bermanfaat untuk bisa menghilangkan stress, karena pada saat berlibur Anda bisa bersantai di tempat yang menyenangkan.
  4. Menerapkan pola hidup sehat. Membiasakan diri untuk melakukan hidup sehat dan teratur dengan cara menjauhkan diri dari zat-zat yang berbahaya. Oleh karena itu, maksimalkan zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh dengan cara mengonsumsi makanan dan minuman yang menyehatkan.
  5. Melakukan hubungan seks yang sehat. Tentunya untuk langkah ini hanya boleh dilakukan pada pasangan suami istri. Berhubungan seks secara teratur dipercaya ampuh untuk mengurangi stress. Hal ini dikarenakan saat orgame, maka pikiran akan memberikan efek bahagia dan menenangkan pada tubuh.

Jadi tetaplah berpikiran positif agar terhindar dari psikosomatis. Semoga sedikit informasi tentang  psikosomatis dan penyebabnya tersebut bermanfaat untuk Anda.


Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Psikosomatis dan Penyebabnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel