Kisah Sukses Bu Rum, Pelopor Ayam Geprek Pertama

Masih ingat dengan sengketa merk ayam geprek beberapa bulan lalu, yaitu sengketa ayam geprek dengan merk Bensu yang menjadi rebutan antara pemilik merk yang nota bene seorang artis dan rekan bisnisnya. Dibalik kenikmatan dan kelezatan sajian kuliner ayam geprek, terdapat seseorang yang menjadi pelopor munculnya sajian kenikmatan ayam geprek tersebut. Kisah sukses Bu Rum, pelopor ayam geprek pertama di Indonesia ini menjadi inspirasi kuliner untuk Anda dan siapa saja yang mau memanfaatkan peluang dan menjadikannya sebuah bisnis yang menghasilkan.

Berbeda ayam penyet, berbeda pula dengan ayam geprek, kalau ayam penyet adalah sebuah sajian kuliner khas Jawa, yaitu ayam yang sudah digoreng kemudian dimemarkan di dalam cobek yang kemudian tambahkan sambal pedal di atasnya. Namun berbeda dengan ayam penyet, untuk ayam geprek, ayam ini digoreng dengan ayam yang sudah dibalurkan dengan tepung atau menjadi ayam tepung, baru kemudian digeprek dan ditambahkan sambal di atasnya.

Kisah Sukses Pengusaha Kuliner “Bu Rum” dari Yogyakarta

Bisnis adalah sebuah proses, dan keberhasilan dan kesuksesan tidak bisa didapatkan begitu saja, begitu pula dengan kisah Bu Rum. Sebagai pelopor ayam geprek di Indonesia, sebuah warung yang berlokasi di Jalan Wulung, Papringan Catur Tunggal, Depok Sleman ini menjadi awal munculnya sajian unik khas Jawa, yatu sajian kuliner ayam geprek. Di warung (Ayam Geprek Bu Rum I) ini menjadi tercetusnya sajian kuliner yang saat ini terkenal dan pernah menjadi viral.

Bu Ruminah atau yang akrab dipanggil Bu Rum ini menuturkan bahwa penemuan ayam geprek ini dilakukan secara tidak sengaja. Bu Rum menyebutkan bahwa saat itu pada tahun 2003, ada seorang mahasiswa yang minta dibuatkan sambal dan sambal tersebut ditumbuk dengan ayam goreng tepung.

Kisah Sukses Bu Rum, Pelopor Ayam Geprek Pertama;Kisah Sukses Pengusaha Kuliner “Bu Rum” dari Yogyakarta;
Bu Rum (Sumber gambar: yogyakarta.kompas.com)

Pada awalnya Bu Rum tidak berjualan ayam geprek, namun berjualan soto, sayur, nasi lotek dan ayam goreng tepung biasa. Bosan dengan sajian menu tersebut, akhirnya pelanggan tersebut meminta Bu Rum untuk dibuatkan sambal bawang dan ayam goreng tepung yang dipukul (saat itu masih belum ada istilah “geprek”).

Baca juga: Kisah Sukses Yoyok Hery Wahyono dengan Waroeng SS.

Cara penyajian ayam yang digeprek tersebut memang berbeda bahkan menimbulkan sensasi berbeda saat menikmatinya. Akhirnya, banyak para pelanggan Bu Rum yang memesan sajian yang sama. Masakan yang enak tersebut, menjadikan sajian ayam tumbuk tersebut dikenal, melalui informasi dari mulut ke mulut dam sms, akhirnya informasi terdapat warung yang menyediakan sajian lezat ayam yang ditumbuk tersebut menyebar.

Ide Nama “Ayam Geprek” Menjadikan Bu Rum Semakin Dikenal

Nama dalam bisnis menjadi sebuah faktor penting, nama yang unik menjadikan sebuah tempat kuliner dan warung tersebut menjadi semakin dikenal. Begitu pula dengan yang dilakukan Bu Rum yang berusaha mencari nama tersendiri agar sajian ayam tepung ini mudah diingat para pelanggan dan para pecinta kuliner. Sebelumnya orang-orang menyebut sajian kuliner ini dengan ayam gejrot, ayam gepuk, ayam bejek dan banyak penyebutan lainnya.

Sebutan dari pelanggan yang menyusahkan menjadi Bu Rum menemukan ide penyebutan dengan nama “Ayam Geprek”. Dan perulangan penyebutan tersebut menjadikan nama ayam geprek ini semakin dikenal.

Ide Nama “Ayam Geprek” Menjadikan Bu Rum Sema
Ayam Geprek Bu Rum (Sumber gambar: Instagram.com/gembulfoodie)

Selain proses penamaan, yang menjadikan sajian kuliner ayam geprek Bu Rum selalu dicari adalah proses dalam penyajian dan saat memasaknya, ayam goreng tersebut harus digeprek sampai daging ayam benar0benar tersuwir-suwri dan tepung crispynya yang harus terpisah fdan tidak sekedar dipnyet saja.

Tertarik dengan sajian ayam geprek yang pedas dan lezat? Semoga kisah sukses Bu Rum, pelopor ayam geprek pertama di Indonesia ini menginspirasi Anda yang ingin membangun usaha ayam geprek atau Anda yang ingin berwisata kuliner ayam gepek di Yogyakarta.

 


Belum ada Komentar untuk "Kisah Sukses Bu Rum, Pelopor Ayam Geprek Pertama"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel