Taman, Sebuah Mesin Pembersih di Tengah Kota

Taman, Sebuah Mesin Pembersih di Tengah Kota - Masih ingat dengan informasi beberapa bulan yang lalu, saat pertama kali Covid-19 mmulai merebak di Indonesia, saat itu semua sektor sangat terimbas dengan adanya pandemi wabah virus tersebut, yang akhirnya banyak usaha yang harus tutup, bahkan banyak diantaranya sektor usaha yang memiliki pabrik harus menghentikan oprasional usahanya. Namun dibalik itu semua, terdapat perubahan yang signifikan dengan adanya kualitas udara yang semakin membaik, hal ini menunjukkan bahwa polusi udara sangat dipengaruhi oleh efek zat buang yaitu asap yang dihasilkan oleh pabrik dan juga polusi udara yang dihasilkan asap kendaraan bermotor.Di balik itu semua, terdapat hal penting yaitu taman yang memiliki fungsi sebagai penyaring atau mesin pembersih udara.

Mengutip ide Prahtiwi Widyatmi Putri (Intisari/Agustus/2010), tentang taman sebagai mesin pembersih  yang membantu masalah air dan sanitasi kota, maka konsep tersebut bisa belajar dari beberapa taman yang ada di kota-kota di Eropa.

Herrenhäuser Gardens;Taman, Sebuah Mesin Pembersih di Tengah Kota;Perkembangan Taman Kota di Berbagai Negara di Belahan Dunia;Mesin Pembersih yang Efektif di Tengah Kota;
Herrenhäuser Gardens di  Hanover Germany oleh bernswaelz (Sumber gambar: gardentravelhub.com)

Konsep taman kota sendiri berubah mengikuti perkembangan dan perubahan tata ekonomi dan politik. Contohnya adalah rancangan taman kota di masa Kejayaan Victoria (tahun 1837 sampai dengan tahun 1901), saat itu konsep pembuatan taman kota dibuat dengan adanya filosofi romantisme, yang berarti bahwa alam memiliki kekuatan untuk mengembalikan spirit manusia yang rusak yang diakibatkan karena industri kapitalisme.  Saat itu, taman dengan gaya Victoria dibatasi dengan tanaman hijau yang tinggi dan juga lebat. Pembuatan taman di masa itu juga untuk mengalihkan pandangan sehingga masyarakat lupa bahwa mereka berada di sebuah kota industri dengan polusi yang tinggi dan terdapat wabah penyakit.

Perkembangan Taman Kota di Berbagai Negara di Belahan Dunia

Selain taman yang ada di Eropa, taman di Amerika Utara juga menarik perhatian sebagian orang yang ingin mengetahui perkembangan taman dari waktu ke waku. Pada awalnya taman kota yang ada di Amerika Utara menggunakan konsep alam atau elemen alam untuk menciptakan ruang-ruang sosial. Namun yang kurang dari proses pembuatan taman tersebut adalah taman ini tidak menggunakan karakter tanah dan vegetasi di daerah asal taman tersebut dibangun.

Di Eropa sendiri, setelah berkembangnya dan perubahan era, taman kota dibangun meskipun saat itu anggaran dari pemerintah turun dengan drastis. Hal ini mengakibatkan taman kota dikelola dengan investasi dari pihak swasta, namun dibalik kesediaan pihak swasta untuk membangun taman, pihak swasta hanya mau mengucurkan dana, khusus hanya sarana rekreatif yang bisa menghasilkan keuntungan yang pada akhirnya taman tersebut dirancang dengan tidak membutuhkan perawatan yang mahal, dan sebagian besar dibiarkan tetap dalam kondisi semula atau dengan kondisi liar, yang menjadikan siklus alam menjadi pihak yang merawat taman yang dibiarkan ini.

Baca juga: Backdrop Panggung, Desain dan Ide Yang Menarik.

Contoh taman yang menarik adalah Taman Cultuurpark Westergasfabriek yang berada di Amsterdam, Belanda. Taman tersebut sengaja dibuat tampak liar yamng memberikan manfaat sebagai purifikasi tanah dan air yang tercemar oleh polusi. Efek manfaat didapatkan dengan tumbuhnya wetland yaitu habitat bagi tumbuhan pemurni air kotor. Hal inilah yang menyebabkan taman kota disebut dengan "mesin pembersih".

Mesin Pembersih yang Efektif di Tengah Kota

Selain beberapa cerita taman kota lainnya, Jerman juga memiliki cerita sendiri, Ruhr, sebuah daerah yang merupakan pusat tambang batubara dan baja yang sudah tidak menjadi daerah tambang sejak tahun 1950, yang saat itu lingkungan sudah rusak dan penduduknya banyak yang meninggalkan Ruhr. Akhirnya terciptalah Program Emscher Landschaftspark 2010, yang melibatkan seluruh elemen Pemerintah Kota Ruhr, dan menjadikan terwujudnya sebuah rantai hijau lintas kota, dengan menggunakan konsep dasar, bahwa daerah Ruhr melihat persoalan ekonomi, sosial dan ekologi sebagai satu kesatuan.

Selain cerita terbentuknya taman karena rusaknya alam dan  adanya solusi dari pemerintah kota untuk memperbaikanya, juga terdapat cerita tentang taman kota Duisburg-Nord. Saat itu rel kereta barang dan cerobong asap tidak dimusnahkan, namun dibiarkan saja sebagai elemen taman yang nantinya akan hancur oleh tanaman liar. Yang menarik, juga dibangun kanal khusus untuk sarana mengalirkan air sungai yang tercemar, yang terpisah dari aliran air hujan yang bersih. Air bersih hasil purifikasi digunakan untuk fasilitasi rekreasi, hal ini memberikan efek posisitf sehingga biaya konstruksi taman dan fasilitas hiburan bisa berkurang.

Ceirat tentang taman di tengah kota lainnya yang juga menarik adalah "Parco Nord" yang berada di Milan Italia. Inisiatif pertama untuk membangun taman ini berasal dari masyarakat yang mendesak agar pemerintah kota membeli tanah bekas kawasan industri agar bisa dijadikan ruang terbuka hijau. Akhirnya lahan dengan luas 250 hektar sejak tahun 1990 bisa dikembangkan, dan sebagian besar dibiarkan ditumbuhi tanaman liar, sedangkan sisa lahan pengelolaannya diberikan kepada komunitas agar bisa diolah menjadi kebun yang ditanami bunga dan sayuran. Dan yang menarik dari konsep tersebut adalah pemerintah kota tidak mengeluarkan biaya perawatan dan komunitas masyarakat tersebut mendapatkan keuntungan.

Menarik sekali mengetahui fungsi dan asal taman, dan semoga informasi tentang “Taman, Sebuah Mesin Pembersih di Tengah Kota” bisa bermanfaat untuk anda, apalagi bagi anda yang ingin mengembangkan taman di daerah Anda. 


Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Taman, Sebuah Mesin Pembersih di Tengah Kota"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel